BOGOR — Solidaritas jurnalis di Kota Bogor menguat menyusul hilangnya lima wartawan dan tiga kru kapal saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bogor, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor, dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Bogor Raya menggelar doa bersama untuk keselamatan delapan orang yang hingga kini masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Doa bersama digelar di Masjid An Naba, lingkungan PWI Kota Bogor, Jumat (11/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bentuk solidaritas sekaligus dukungan moral bagi keluarga para korban dan tim SAR yang masih melakukan pencarian.
Ketua PFI Bogor, Andi M Ridwan, mengatakan pencarian telah memasuki hari keempat. Ia berharap doa bersama tersebut dapat menjadi ikhtiar bersama agar proses pencarian berjalan lancar dan seluruh korban segera ditemukan.
“Harapan kita dengan kegiatan doa ini Tuhan memberikan kemudahan, memberikan petunjuk bagi tim rescue yang mencari dan juga memberikan ketabahan untuk keluarga yang ditinggalkan,” kata Andi.
Ia berharap lima jurnalis dan tiga kru kapal dapat ditemukan dalam kondisi selamat.
“Semoga dengan dukungan dan dorongan doa ini, teman-teman yang dicari semoga ketemu hari ini dan dalam keadaan sehat,” ujarnya.
Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indrabudi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kebersamaan tiga organisasi profesi jurnalis di Bogor. Menurut dia, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan merupakan persoalan bersama bagi seluruh jurnalis ketika menjalankan tugas di lapangan.
“Ini sebagai wujud solidaritas kita, kebersamaan kita bahwa baju kita lepas, bahwa kita sama-sama jurnalis yang mempunyai risiko yang sama ketika sedang melaksanakan tugas,” kata Herman.
Selain mendoakan para jurnalis dan kru kapal yang hilang, Herman turut mengajak para jurnalis mendoakan keselamatan masyarakat Bogor menyusul kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga.
Ia berharap hujan segera turun sehingga kebakaran di kawasan tersebut dapat dipadamkan dan masyarakat terbebas dari dampaknya.
“Semoga di hari yang baik ini, Jumat, yang doanya bisa dijabah, insyaallah mudah-mudahan Tuhan turunkan hujan sehingga kebakaran di Galuga juga bisa terhenti dan kita semua diselamatkan dunia dan akhirat,” ujarnya.
Lima jurnalis yang dilaporkan hilang masing-masing Arie Basuki dari Merdeka, M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.
Mereka berangkat menggunakan speedboat bersama tiga kru kapal dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Rombongan yang terdiri dari delapan orang tersebut kemudian kehilangan kontak. Komunikasi terakhir tercatat sekitar pukul 14.42 WIB.
Hingga Jumat (11/9), tim SAR gabungan masih melakukan pencarian untuk menemukan keberadaan kelima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut.
Para jurnalis di Bogor berharap seluruh korban segera ditemukan dan dapat kembali berkumpul dengan keluarga dalam keadaan selamat.
Reporter: Juana
Redaktur: Helmi AR



































