Usai Pimpin PBNU, Gus Yahya Perkuat Dialog Antaragama dan Humanitarian Islam

- Jurnalis

Senin, 31 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Gus Yahya Bersama YANMU
Sejumlah pengurus Yayasan Anugerah Nusantara Al-Mubarokah (YANMU) berfoto bersama K.H. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya usai pertemuan di Jombang, Senin (31/8/2026).

Foto: Gus Yahya Bersama YANMU Sejumlah pengurus Yayasan Anugerah Nusantara Al-Mubarokah (YANMU) berfoto bersama K.H. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya usai pertemuan di Jombang, Senin (31/8/2026).

JOMBANG — Purna tugas sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tidak membuat K.H. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya meninggalkan panggung global. Ia justru akan kembali berkonsentrasi pada agenda dialog antaragama dan penguatan gerakan Islam Kemanusiaan (Humanitarian Islam).

Fokus tersebut memiliki pijakan kuat melalui sejumlah lembaga internasional yang telah didirikannya. Salah satunya Center for Shared Civilizational Values (CSCV) atau Pusat Nilai-Nilai Peradaban Bersama.

Yayasan tersebut didirikan Gus Yahya dan menjadi sekretariat permanen yang mengurusi sekaligus mengelola pergerakan global forum Religion of Twenty (R20). Forum ini menjadi salah satu instrumen penting dalam mempertemukan para pemimpin agama dunia untuk membangun nilai-nilai peradaban bersama.

Selain CSCV, Gus Yahya juga merupakan pendiri Bayt ar-Rahmah (Bayt ar-Rahmah Li ad-Da’wa al-Islamiyah Rahmatan li al-’Alamin), yayasan keagamaan global berbasis di Amerika Serikat.

“Selain CSCV, saya juga merupakan pendiri dari yayasan keagamaan global berbasis di Amerika Serikat bernama Bayt ar-Rahmah,” kata Gus Yahya, saat bertemu dengan jajajran Yayasan Anugerah Nusantara Al-Mubarokah (YANMU), Senin (31/8/2026).

Kedua lembaga nirlaba internasional tersebut selama ini bekerja sama dengan PBNU sebagai hub internasional untuk menggaungkan gerakan Humanitarian Islam sekaligus menyelenggarakan forum dialog para pemimpin agama dunia.

Menurut Gus Yahya, kerja-kerja tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan berbagai tradisi keagamaan dalam percakapan yang lebih luas mengenai persoalan kemanusiaan dan masa depan peradaban.

“Yayasan yang didirikan oleh saya, yang bertindak sebagai sekretariat permanen untuk mengurusi dan mengelola pergerakan global forum Religion of Twenty (R20), adalah Center for Shared Civilizational Values (CSCV) atau Pusat Nilai-Nilai Peradaban Bersama,” ujarnya.

Agenda internasional Gus Yahya juga berlanjut setelah berakhirnya masa kepemimpinannya di PBNU. Pada Desember mendatang, ia menyampaikan akan bertolak ke Amerika Serikat untuk menjalani serangkaian kunjungan dan dialog dengan sejumlah tokoh lintas agama.

“Desember bertolak ke Amerika untuk serangkaian kunjungan dan dialog dengan sejumlah tokoh antaragama,” kata Gus Yahya.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa purna tugas dari struktur kepemimpinan PBNU bukan berarti berhentinya aktivitas Gus Yahya di tingkat internasional. Ia memiliki ruang lebih luas untuk kembali mengembangkan agenda dialog antaragama, Humanitarian Islam, serta gagasan mengenai nilai-nilai peradaban bersama.

Melalui CSCV dan Bayt ar-Rahmah, Gus Yahya akan tetap berada dalam jejaring global yang mempertemukan pemimpin agama, intelektual, dan berbagai kelompok masyarakat untuk membangun percakapan lintas keyakinan.

Dengan demikian, berakhirnya masa kepemimpinan di PBNU dapat menjadi babak baru bagi Gus Yahya: dari pusat dinamika organisasi ke ruang dialog global, membawa agenda Islam Kemanusiaan sebagai jembatan untuk memperkuat perdamaian dan kerja sama antaragama.

Sementara, Yayasan Nusantara Al-Mubarokah (YANMU) terus akan bekerjasama dengan Gus ayahnya dalam setiap programnya khususnya kemaslahatan umat.

“Kita akan teruskan kerjasama program-program dengan Gus Yahya,” ujar Wakil Ketua Umum YANMU, Syahdhana H Baswara.

Yayasan Anugerah Nusantara Al-Mubarokah (YANMU) adalah lembaga filantropi dan kemanusiaan yang aktif untuk mendukung program sosial, kesehatan, serta dakwah.

(Helmi AR)

Berita Terkait

BKPRMI Jakarta Ajak Pemuda Masjid Peduli Lingkungan Lewat Pelatihan Pengelolaan Sampah
Gabriel Choandy Moderatori Dialog Kepemimpinan Kristen di PKTM GAMKI Sumut
Bakal Calon Kades Cigombong Andri Nugraha Kembali Salurkan Bantuan untuk Masjid
82 Gereja HKBP se-Jakarta Kompak Gerakkan Pemilahan Sampah dari Sumber
GPM DKI Jakarta Kukuhkan Kepengurusan Baru, Siap Kawal Program “Jaga Jakarta” Berbasis Trisakti Marhaenis
Mutasi Pendeta HKBP Balaraja Diprotes, Jemaat Minta Penjelasan Terbuka
Maju Pimpin PP PMKRI, Putri Sukmaniara Janjikan Akses Beasiswa S2 dan S3 Lebih Luas
Pengurus DPC GMNI Jakarta Timur Periode 2025–2027 Resmi Dilantik, Siap Cetak Kader Produktif Sambut Bonus Demografi
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:49 WIB

Usai Pimpin PBNU, Gus Yahya Perkuat Dialog Antaragama dan Humanitarian Islam

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:21 WIB

BKPRMI Jakarta Ajak Pemuda Masjid Peduli Lingkungan Lewat Pelatihan Pengelolaan Sampah

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Gabriel Choandy Moderatori Dialog Kepemimpinan Kristen di PKTM GAMKI Sumut

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Bakal Calon Kades Cigombong Andri Nugraha Kembali Salurkan Bantuan untuk Masjid

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:24 WIB

82 Gereja HKBP se-Jakarta Kompak Gerakkan Pemilahan Sampah dari Sumber

Berita Terbaru

Foto: Gus Yahya Bersama YANMU
Sejumlah pengurus Yayasan Anugerah Nusantara Al-Mubarokah (YANMU) berfoto bersama K.H. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya usai pertemuan di Jombang, Senin (31/8/2026).

Organisasi Masyarakat

Usai Pimpin PBNU, Gus Yahya Perkuat Dialog Antaragama dan Humanitarian Islam

Senin, 31 Agu 2026 - 13:49 WIB