Prof. Dr. H. Tubagus Bahrudin Sampaikan Selamat kepada Dalton Wong sebagai Wakil Ketua Komite Bilateral KADIN Kamboja dan Vietnam

- Jurnalis

Minggu, 30 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: (kiri) Ketua Umum Pengurus Besar Nusantara Pengusaha Indonesia (NPI), Prof. Dr. H. Tubagus Bahrudin, S.E., M.M., (kanan) Dalton Wong, Wakil Ketua Komite Bilateral Kamar Dagang dan Industri (KADIN) untuk Kamboja dan Vietnam. (Dok: Istimewa)

Foto: (kiri) Ketua Umum Pengurus Besar Nusantara Pengusaha Indonesia (NPI), Prof. Dr. H. Tubagus Bahrudin, S.E., M.M., (kanan) Dalton Wong, Wakil Ketua Komite Bilateral Kamar Dagang dan Industri (KADIN) untuk Kamboja dan Vietnam. (Dok: Istimewa)

JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nusantara Pengusaha Indonesia (NPI), Prof. Dr. H. Tubagus Bahrudin, S.E., M.M., menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Dalton Wong sebagai Wakil Ketua Komite Bilateral Kamar Dagang dan Industri (KADIN) untuk Kamboja dan Vietnam.

Ucapan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kiprah Dalton Wong dalam memperkuat jejaring dunia usaha Indonesia dengan komunitas bisnis di kawasan Asia Tenggara, khususnya Kamboja dan Vietnam.

Menurut Tubagus Bahrudin, posisi strategis yang diemban Dalton Wong tidak semata-mata merupakan sebuah kepercayaan organisasi, tetapi juga membawa tanggung jawab besar untuk membuka semakin banyak ruang kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi, industri, serta pengembangan jaringan pengusaha antara Indonesia dengan Kamboja dan Vietnam.

“Selamat kepada Saudara Dalton Wong atas amanah dan kepercayaan yang diberikan sebagai Wakil Ketua Komite Bilateral KADIN untuk Kamboja dan Vietnam. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta memberikan manfaat yang semakin besar bagi dunia usaha Indonesia dan negara-negara mitra,” ujar Tubagus Bahrudin, dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu (30/8/2026).

Tubagus Bahrudin menilai penguatan hubungan antarpelaku usaha di kawasan Asia Tenggara menjadi semakin penting di tengah dinamika ekonomi global yang terus berkembang.

Menurut dia, dunia usaha tidak dapat hanya mengandalkan pasar domestik. Pengusaha Indonesia perlu memperluas jaringan, membaca peluang investasi lintas negara, membangun kemitraan strategis, sekaligus meningkatkan daya saing produk dan jasa nasional.

Karena itu, keberadaan tokoh seperti Dalton Wong yang aktif dalam membangun hubungan bisnis Indonesia dengan Kamboja dinilai dapat menjadi salah satu jembatan penting dalam memperluas komunikasi dan kerja sama antarpengusaha.

“Hubungan ekonomi Indonesia dengan negara-negara ASEAN harus terus diperkuat. Kita memiliki peluang yang besar di berbagai sektor. Karena itu, komunikasi antarpengusaha, pertukaran informasi, promosi investasi, perdagangan, teknologi dan pengembangan sumber daya manusia harus semakin ditingkatkan,” kata Tubagus Bahrudin.

Ia menambahkan, kerja sama ekonomi Indonesia dengan Kamboja dan Vietnam memiliki ruang pengembangan yang luas. Tidak hanya pada sektor perdagangan konvensional, tetapi juga pada bidang industri, pertanian, pangan, energi, ekonomi digital, pariwisata, logistik, manufaktur, hingga investasi berkelanjutan.

Kiprah Dalton Wong dalam hubungan ekonomi Indonesia-Kamboja bukan hal yang baru. Publikasi mengenai hubungan bisnis kedua negara mencatat Dalton Wong sebagai Ketua Speedwind sekaligus Presiden Indonesia Chamber of Commerce in Cambodia (IndoCham). Ia juga pernah disebut sebagai Wakil Ketua Komite Bilateral Vietnam–Kamboja KADIN.

KADIN Indonesia sebelumnya juga menempatkan hubungan ekonomi dengan Kamboja sebagai salah satu ruang kerja sama yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Dalam kegiatan bisnis Indonesia-Kamboja, KADIN menekankan pentingnya sinergi kedua negara untuk menemukan peluang perdagangan dan investasi yang dapat memberikan manfaat ekonomi bersama.

Sementara itu, pada Agustus 2026, peran Dalton Wong kembali mendapat pengakuan. KBRI Phnom Penh memberikan penghargaan tahunan kepada Dalton Wong atas kontribusinya dalam memperkuat hubungan ekonomi dan bisnis Indonesia-Kamboja serta mendukung misi diplomasi ekonomi Indonesia di negara tersebut.

Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa hubungan ekonomi antarnegara tidak hanya dibangun melalui jalur resmi pemerintahan, tetapi juga membutuhkan peran aktif komunitas bisnis, organisasi pengusaha, diaspora, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Tubagus Bahrudin mengatakan, dunia usaha Indonesia membutuhkan diplomasi ekonomi yang mampu menghasilkan kerja sama konkret. Menurutnya, hubungan bisnis seharusnya tidak berhenti pada pertemuan seremonial, forum, atau pertukaran delegasi, tetapi harus menghasilkan transaksi, investasi, kemitraan, transfer pengetahuan, serta pembukaan pasar baru.

Ia berharap posisi yang dipercayakan kepada Dalton Wong dapat dimanfaatkan untuk memperluas komunikasi antara pengusaha Indonesia dengan mitra bisnis di Kamboja dan Vietnam.

“Yang kita harapkan bukan hanya hubungan baik secara diplomatik, tetapi hubungan ekonomi yang benar-benar memberikan hasil nyata. Pengusaha Indonesia harus semakin berani masuk ke pasar ASEAN, sementara mitra dari Kamboja dan Vietnam juga harus mendapatkan ruang untuk mengenal potensi Indonesia,” ujar Tubagus Bahrudin.

Ketua Umum PB NPI tersebut juga menilai bahwa kolaborasi antarkamar dagang dan organisasi pengusaha dapat menjadi instrumen penting untuk mempertemukan kebutuhan dunia usaha dari masing-masing negara.

Dengan jaringan yang semakin kuat, menurut dia, berbagai hambatan dalam pengembangan bisnis lintas negara dapat dibahas secara lebih terbuka, mulai dari regulasi, perizinan, akses pasar, pembiayaan, logistik, hingga kebutuhan tenaga kerja dan teknologi.

Dalam konteks ASEAN, Kamboja dan Vietnam memiliki karakteristik pasar serta potensi ekonomi yang berbeda. Kondisi tersebut justru membuka peluang bagi pengusaha Indonesia untuk mengembangkan strategi bisnis yang lebih beragam.

Kamboja dapat menjadi salah satu pasar dan tujuan investasi yang perlu diperhatikan, sementara Vietnam memiliki basis industri dan pasar yang besar serta berkembang pesat. Dengan pendekatan yang tepat, kerja sama dengan kedua negara dapat diarahkan untuk membangun rantai pasok regional yang lebih kuat.

Tubagus Bahrudin menilai pengusaha Indonesia harus mampu memanfaatkan perkembangan tersebut dengan tetap memperhatikan aspek tata kelola, kepatuhan hukum, keberlanjutan, serta kepentingan ekonomi nasional.

“Kerja sama ekonomi harus saling menguntungkan. Kita tidak ingin hanya menjadi pasar, tetapi juga harus mampu menjadi pemain. Produk Indonesia, investasi Indonesia, teknologi Indonesia, dan kemampuan pengusaha nasional harus mempunyai ruang yang semakin besar di pasar ASEAN,” tegasnya.

Tubagus Bahrudin berharap Dalton Wong dapat menggunakan kepercayaan tersebut untuk semakin mempererat komunikasi antara KADIN, organisasi pengusaha, pelaku usaha Indonesia, dan komunitas bisnis di Kamboja maupun Vietnam.

Ia juga mengajak seluruh pengusaha Indonesia agar tidak melihat kawasan ASEAN hanya sebagai pasar, melainkan sebagai ruang strategis untuk membangun kolaborasi ekonomi jangka panjang.

Menurutnya, persaingan global yang semakin ketat menuntut pengusaha nasional untuk memiliki perspektif internasional. Pengusaha harus mampu membangun jaringan regional sekaligus tetap menjaga identitas, kepentingan, dan daya saing ekonomi Indonesia.

“Sekali lagi saya menyampaikan selamat kepada Dalton Wong. Semoga amanah, sukses, dan mampu membawa hubungan dunia usaha Indonesia dengan Kamboja serta Vietnam ke tingkat yang lebih maju. Kita berharap semakin banyak kerja sama konkret yang lahir dan semakin banyak pengusaha Indonesia yang mampu menembus pasar ASEAN,” kata Tubagus Bahrudin.

Ucapan tersebut sekaligus menjadi harapan agar penguatan hubungan bisnis Indonesia dengan Kamboja dan Vietnam dapat berkembang dari sekadar hubungan kelembagaan menjadi kemitraan ekonomi yang menghasilkan manfaat nyata bagi pelaku usaha dan masyarakat.

Dengan semakin eratnya konektivitas dunia usaha di kawasan, Indonesia memiliki peluang untuk memperluas pasar ekspor, menarik investasi, membangun kemitraan industri, serta memperkuat posisi pengusaha nasional dalam rantai ekonomi ASEAN.

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

KemenPANRB dan PERURI Perkuat GovTech untuk Integrasikan Layanan Pemerintah
Ketua Umum PB Federasi Serikat Pekerja MBG Nusantara Apresiasi Kinerja Kepala BGN Sudaryono
Wamendagri Bima Arya Dorong Otonomi Daerah Ciptakan Pusat Ekonomi Baru
Karantina DKI Jakarta Luncurkan Q-JOS, Pangkas Waktu Layanan Logistik di Tanjung Priok
PWNU Kaltara Tegaskan Muktamar NU Tanpa Intervensi Istana Maupun Tekanan Politik 
Prof. Dr. KH. Tubagus Baharudin Dukung Nasaruddin Umar Pimpin PBNU, Dorong NU Jadi Kekuatan Moral dan Kebangsaan
Polri Imbau Massa di Sekitar DPR/MPR Akhiri Kegiatan Secara Tertib, Hak Menyampaikan Aspirasi Tetap Dihormati
Relawan Bersihkan Sampah Pasca Lomba Dayung di Bawah Jembatan Paliwara, Soroti Sistem Pengelolaan Lingkungan
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:17 WIB

Prof. Dr. H. Tubagus Bahrudin Sampaikan Selamat kepada Dalton Wong sebagai Wakil Ketua Komite Bilateral KADIN Kamboja dan Vietnam

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:45 WIB

KemenPANRB dan PERURI Perkuat GovTech untuk Integrasikan Layanan Pemerintah

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:08 WIB

Ketua Umum PB Federasi Serikat Pekerja MBG Nusantara Apresiasi Kinerja Kepala BGN Sudaryono

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:22 WIB

Wamendagri Bima Arya Dorong Otonomi Daerah Ciptakan Pusat Ekonomi Baru

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:57 WIB

Karantina DKI Jakarta Luncurkan Q-JOS, Pangkas Waktu Layanan Logistik di Tanjung Priok

Berita Terbaru