JAKARTA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Timur periode 2025–2027 resmi dilantik di Aula C Gedung Wali Kota Jakarta Timur, Sabtu (11/7). Pelantikan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan komitmen GMNI dalam mencetak kader yang berdaya saing, produktif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP GMNI, Sujahri Somar. Kegiatan tersebut juga dihadiri Asisten Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Timur Bambang Pangestu Aldryan yang mewakili Wali Kota Jakarta Timur, akademisi Marthin Siregar, serta sejumlah tokoh nasional, alumni, dan kader GMNI.
Pelantikan dirangkaikan dengan Orasi Kebangsaan bertema “Menciptakan Generasi Anti Kemiskinan Melalui Ekonomi Kreatif Berbasis Lingkungan Hidup untuk Menghasilkan Kader Produktif dalam Menyambut Bonus Demografi.” Tema tersebut menegaskan komitmen GMNI dalam mendorong lahirnya generasi muda yang mampu menghadirkan solusi atas persoalan kemiskinan melalui inovasi, penguatan ekonomi kreatif, serta pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
Dalam rangkaian acara, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, menyampaikan orasi mengenai pentingnya peran generasi muda dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis lingkungan untuk mendukung Jakarta sebagai kota global. Sementara itu, Rommy Jiwaperwira, alumni GMNI sekaligus Sekretaris DPC PA GMNI Jakarta Timur, menekankan pentingnya GMNI menjadi organisasi yang mampu berkontribusi dalam upaya pengentasan kemiskinan dan memperkuat kekuatan nasional.
Motivasi kepada seluruh kader kemudian disampaikan Ketua DPP PA GMNI, Ade Reza Hariyadi, yang mengajak seluruh pengurus baru menjaga idealisme, memperkuat kapasitas intelektual, dan terus hadir sebagai solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.
Adapun susunan inti kepengurusan DPC GMNI Jakarta Timur periode 2025–2027 yang dilantik terdiri atas Ketua Jansen Henry Kurniawan, Sekretaris Feronika Nurlat Latbual, Bendahara Jeremy Andsent, Wakabid Organisasi dan Disiplin Ideologi Lorens Lanalo, Wakabid Kaderisasi dan Analisa Kajian Strategis Mufty Arya Dwitama, Wakabid Kesarinahan dan Pergerakan Perempuan Margaretha Hutagalung, Wakabid Politik dan Hubungan Antar Lembaga Dzakwan Falih, Wakabid Ekonomi Kerakyatan dan UMKM Bima Sadiropa Sijabat, serta Wakabid Advokasi dan Bantuan Hukum Stevent Parhusip.
Ketua DPC GMNI Jakarta Timur, Jansen Henry Kurniawan, menegaskan bahwa bonus demografi yang diproyeksikan terjadi pada 2030–2035 harus menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk melahirkan generasi yang produktif dan mandiri secara ekonomi. Menurutnya, penguatan ekonomi kreatif yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan menjadi salah satu strategi penting dalam membangun generasi anti kemiskinan.
Ia menilai Jakarta Timur memiliki posisi strategis sebagai wilayah dengan jumlah penduduk terbesar di DKI Jakarta, sehingga memiliki potensi menjadi contoh dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan produktif menjelang bonus demografi.
Jansen juga menegaskan bahwa GMNI sebagai organisasi kader harus tetap menjalankan perannya sebagai gerakan intelektual yang menjadi mitra kritis pemerintah. Menurutnya, mahasiswa harus berani menyampaikan kritik yang konstruktif terhadap kebijakan publik yang tidak berpihak kepada rakyat, khususnya kaum marhaen. Sebaliknya, mahasiswa juga harus mendukung setiap kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Baik kritik maupun dukungan terhadap kebijakan publik harus didasarkan pada kajian akademis yang objektif, terukur, dan mengedepankan kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Melalui kepengurusan baru ini, DPC GMNI Jakarta Timur berharap mampu memperkuat konsolidasi organisasi, melahirkan kader-kader yang progresif, serta mengambil peran aktif dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.




































