JAKARTA – Memperingati 19 tahun berdirinya Gerakan Anti Narkotika Nasional (GANNAS), Ketua Umum DPP GANNAS I Nyoman Adi Peri menekankan pentingnya penguatan karakter kepemimpinan, integritas, soliditas, serta tanggung jawab seluruh jajaran pengurus dalam menjalankan roda organisasi.
Pesan tersebut disampaikan I Nyoman Adi Peri dalam kegiatan sederhana memperingati 19th GANNAS bersama pengurus inti DPP GANNAS di Kantor DPP GANNAS, Minggu, 4 Oktober 2026.
Peringatan tersebut tidak hanya menjadi momentum refleksi perjalanan organisasi selama 19 tahun, tetapi juga dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan sinergi antara pengurus pusat dan pengurus daerah.
Dalam arahannya, Nyoman menegaskan bahwa menjadi pengurus organisasi bukan sekadar menjalankan tugas administratif. Setiap pengurus, terutama mereka yang berada dalam posisi kepemimpinan, dituntut memiliki karakter yang kuat, integritas, kedisiplinan, serta kemampuan menjadi teladan bagi jajaran di lingkungan masing-masing.
Menurut Nyoman, terdapat 10 nilai penting yang harus menjadi pegangan setiap pengurus GANNAS, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Pertama, intelektualitas.
Nyoman menilai seorang pimpinan harus memiliki wawasan yang luas, kemampuan berpikir yang baik, serta memahami tugas dan fungsi organisasi yang dipimpinnya. Dengan bekal tersebut, setiap kebijakan dan keputusan diharapkan dapat diambil secara tepat, rasional, dan terukur.
Kedua, disiplin.
Disiplin, kata dia, merupakan bagian penting dari profesionalisme organisasi. Seorang pemimpin harus mampu memberikan contoh melalui kedisiplinan dalam menjalankan tugas, menghargai waktu, serta memenuhi setiap tanggung jawab yang telah diamanahkan.
Ketiga, tanggung jawab.
Setiap jabatan dalam organisasi merupakan amanah. Karena itu, seluruh pengurus harus melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh dan berani mempertanggungjawabkan proses maupun hasil pekerjaan sesuai kewenangan masing-masing.
Keempat, loyalitas kepada pimpinan dan organisasi.
Nyoman menekankan pentingnya loyalitas untuk menjaga soliditas organisasi. Loyalitas diwujudkan dengan menjalankan kebijakan dan arahan pimpinan secara profesional, menjaga kehormatan organisasi, serta mengutamakan kepentingan organisasi dan masyarakat.
Namun, ia mengingatkan bahwa loyalitas tidak boleh dimaknai sebagai tindakan yang mengabaikan aturan dan profesionalitas.
“Loyalitas bukan berarti mengabaikan aturan maupun profesionalitas. Loyalitas adalah bagaimana kita menghormati garis komando, melaksanakan tugas sesuai kewenangan, menjaga kepercayaan, dan bersama-sama mendukung tujuan organisasi,” tegasnya.
Kelima, ikhlas.
Menurut Nyoman, pengabdian dalam organisasi harus dijalankan dengan ketulusan. Sikap ikhlas akan membuat setiap tugas tidak semata-mata dipandang sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat.
Keenam, komunikatif.
Komunikasi yang baik menjadi salah satu kunci keberhasilan organisasi. Pengurus pusat maupun daerah diharapkan mampu membangun komunikasi yang terbuka dengan sesama pengurus, pimpinan, staf, serta pihak-pihak terkait.
Komunikasi yang efektif, lanjut Nyoman, dapat memperkuat koordinasi sekaligus mengurangi potensi kesalahpahaman dalam pelaksanaan tugas organisasi.
Ketujuh, kreatif dan inovatif.
Nyoman juga mendorong seluruh jajaran GANNAS untuk tidak berhenti pada pola kerja yang bersifat rutin. Pengurus dituntut mampu melahirkan gagasan, terobosan, dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi serta perkembangan masyarakat.
Kreativitas dan inovasi, menurutnya, diperlukan agar organisasi dapat bergerak lebih efektif, responsif, dan mampu memberikan kontribusi yang semakin nyata kepada masyarakat.
Kedelapan, mencintai dan menjaga lingkungan pekerjaan.
Lingkungan kerja yang bersih, tertib, nyaman, dan kondusif merupakan bagian dari budaya organisasi. Karena itu, setiap pengurus diharapkan memiliki kepedulian terhadap lingkungan tempat mereka menjalankan tugas.
Kesembilan, membangun kekompakan dan kepedulian antara pengurus dengan staf.
Nyoman menegaskan bahwa keberhasilan organisasi tidak mungkin hanya bergantung pada seorang pimpinan. Dibutuhkan kerja sama seluruh jajaran, mulai dari pengurus hingga staf.
Kekompakan dan kepedulian harus dibangun melalui hubungan kerja yang saling menghormati, saling membantu, dan saling menguatkan.
Kesepuluh, tidak membeda-bedakan dan tidak sombong.
Nilai terakhir yang ditekankan Nyoman adalah sikap rendah hati dan adil dalam memperlakukan seluruh jajaran. Setiap pengurus diingatkan untuk tidak membeda-bedakan orang berdasarkan posisi, jabatan, maupun latar belakang.
“Jangan pernah membedakan orang dan jangan pernah sombong. Kita semua memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing. Mari kita bekerja sebaik-baiknya, loyal kepada pimpinan dan organisasi, serta menjalankan tugas sesuai aturan dan tanggung jawab kita,” pesan Nyoman.
Lebih jauh, Nyoman menegaskan bahwa kepemimpinan tidak cukup hanya ditunjukkan melalui jabatan atau kewenangan. Seorang pemimpin harus mampu memberikan keteladanan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
Keteladanan tersebut, antara lain, diwujudkan melalui kedisiplinan, kerendahan hati, tanggung jawab, loyalitas terhadap organisasi, keterbukaan terhadap masukan, serta kemampuan menciptakan suasana kerja yang saling menghargai.
Menurutnya, pemimpin yang mampu menjadi teladan akan lebih mudah membangun kepercayaan dan menggerakkan seluruh jajaran untuk bekerja secara bersama-sama.
Karena itu, ia meminta seluruh pengurus DPP maupun daerah tidak bekerja secara sendiri-sendiri. Setiap persoalan yang muncul dalam pelaksanaan tugas harus dikomunikasikan dan dicari penyelesaiannya secara bersama dengan tetap memperhatikan aturan organisasi.
“Mari kita jaga kekompakan, saling peduli, saling menguatkan, loyal kepada pimpinan dan organisasi, serta bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Yang paling penting, mari kita memberikan kerja yang sebaik-baiknya untuk Organisasi GANNAS dan masyarakat,” ujar Nyoman.
Peringatan 19 tahun GANNAS tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus meningkatkan kualitas organisasi. Penguatan komunikasi antara pengurus pusat dan daerah dinilai penting agar seluruh jajaran dapat bergerak dalam arah yang sama.
Dengan berpegang pada nilai intelektualitas, disiplin, tanggung jawab, loyalitas, keikhlasan, komunikasi, kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan kerja, kekompakan, serta sikap rendah hati, seluruh jajaran GANNAS diharapkan mampu menjalankan organisasi secara lebih solid, profesional, dan sinergis.
Momentum 19th GANNAS pun tidak sekadar menjadi peringatan perjalanan organisasi, tetapi juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah organisasi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, keteladanan pemimpin, kekompakan jajaran, serta kesungguhan dalam menjalankan amanah untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Editor: Fahmy Nurdin




































