Keluarga Almarhumah Keluhkan Rumitnya Pengurusan Akta Kematian di Bekasi Utara

- Jurnalis

Kamis, 29 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasus keterlambatan penerbitan akta kematian di Bekasi Utara menjadi salah satu potret nyata bagaimana sistem administrasi publik masih perlu perbaikan

Kasus keterlambatan penerbitan akta kematian di Bekasi Utara menjadi salah satu potret nyata bagaimana sistem administrasi publik masih perlu perbaikan

Bekasi Utara — Keluarga almarhumah Dorothea Sri Upiyah, warga Kecamatan Bekasi Utara, Jawa Barat, mengeluhkan lambannya penerbitan akta kematian yang sudah diajukan sejak dua bulan lalu. Padahal, seluruh persyaratan administrasi telah dilengkapi dan diserahkan sesuai ketentuan.

 

Theodorus, pihak keluarga yang mengurus dokumen, menjelaskan bahwa hambatan bukan terletak pada kelengkapan berkas, melainkan pada sistem kependudukan yang masih mencatat adik kandungnya sebagai anggota Kartu Keluarga (KK) almarhumah, meskipun adiknya telah lama pindah domisili ke Lampung dan memiliki KTP serta KK mandiri di sana.

 

“Semua syarat saya serahkan lengkap. Tapi saya justru disuruh menunggu karena sistem masih mencatat adik saya dalam KK ibu saya, padahal dia sudah resmi berdomisili di Lampung dengan dokumen yang sah,” ujar Theodorus, Kamis (29/5/2025).

 

Permasalahan semakin rumit karena pihak kecamatan menyarankan agar keluarga melakukan validasi data secara manual ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) di Lampung. Hal ini dianggap membebani keluarga, mengingat jarak dan biaya yang harus dikeluarkan untuk menyelesaikan persoalan administratif yang semestinya dapat ditangani secara terintegrasi.

 

“Saya pikir ini bukan sekadar masalah teknis, ini menyangkut efektivitas sistem dan pelayanan publik. Seharusnya sistem kependudukan nasional sudah mampu mengakomodasi data yang tersebar lintas wilayah,” tambahnya.

 

Kasus ini menjadi salah satu cerminan masalah yang masih terjadi dalam pelayanan administrasi kependudukan, khususnya terkait interoperabilitas sistem antarwilayah. Hal ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan sistem digital kependudukan yang selama ini diklaim sudah terintegrasi secara nasional.

 

Di sisi lain, berdasarkan hasil survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia, tingkat kepuasan warga terhadap Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tercatat sangat tinggi, mencapai 94,8 persen. Namun, ketika diminta menilai kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam berbagai sektor pelayanan, termasuk administrasi publik, hasilnya tidak sejalan, di mana tingkat kepuasan publik berada di bawah 50 persen.

 

Direktur Riset Indikator Politik Indonesia, Adam Kamil, menyatakan bahwa kesenjangan antara persepsi terhadap figur pemimpin dan institusi yang dipimpinnya merupakan temuan yang cukup menonjol dalam survei kali ini.

 

“Secara umum publik memberikan apresiasi terhadap gaya kepemimpinan. Namun ketika menyentuh isu-isu teknis seperti pelayanan administrasi, ternyata masih banyak yang merasa tidak puas,” ujarnya.

 

Kasus keterlambatan penerbitan akta kematian di Bekasi Utara menjadi salah satu potret nyata bagaimana sistem administrasi publik masih perlu perbaikan, terutama dalam memastikan bahwa sistem digital benar-benar berfungsi untuk memudahkan warga, bukan sebaliknya.

Editor : Helmi AR

Berita Terkait

HPN ke-80 Masih Bergema, Ulang Tahun ke-41 Ketua Pokja PWI Jaktim Jadi Momentum Refleksi Peran Pers
Ribuan Warga Belawan Pertanyakan Kejelasan 2.002 Kavling CSR di Sicanang, Hingga Kini Belum Jelas
Tiga Pompa Aktif, Wali Kota Jakpus Pastikan Kali Item Terkendali
Pesawat ATR Rute Yogya–Makassar Hilang Kontak, SAR Sisir Kawasan Leang-Leang
Klarifikasi Edi Ho soal Kilang Banyuasin: Tegaskan Legalitas, Dorong Hilirisasi Migas dan Penertiban Praktik Ilegal
Kasus Dugaan Gratifikasi Mantan Bupati Purwakarta Disorot, APH-RI Nilai Penanganan Belum Menunjukkan Kepastian Hukum
Billboard Elektronik di Sarinah Thamrin Terbakar, Tak Ada Korban Jiwa
Billboard Elektronik di MH Thamrin Terbakar, Damkar Pastikan Nihil Korban
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 17:50 WIB

HPN ke-80 Masih Bergema, Ulang Tahun ke-41 Ketua Pokja PWI Jaktim Jadi Momentum Refleksi Peran Pers

Jumat, 13 Februari 2026 - 00:45 WIB

Ribuan Warga Belawan Pertanyakan Kejelasan 2.002 Kavling CSR di Sicanang, Hingga Kini Belum Jelas

Kamis, 22 Januari 2026 - 12:03 WIB

Tiga Pompa Aktif, Wali Kota Jakpus Pastikan Kali Item Terkendali

Sabtu, 17 Januari 2026 - 18:35 WIB

Pesawat ATR Rute Yogya–Makassar Hilang Kontak, SAR Sisir Kawasan Leang-Leang

Senin, 5 Januari 2026 - 13:38 WIB

Klarifikasi Edi Ho soal Kilang Banyuasin: Tegaskan Legalitas, Dorong Hilirisasi Migas dan Penertiban Praktik Ilegal

Berita Terbaru

Foto: Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin berfoto bersama para pelajar pemenang dalam acara Penganugerahan Festival Film Pelajar Jakarta Pusat bertema “Peduli Lewat Cerita” di Ruang Serbaguna Utama, Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Sabtu (14/2/2026)

Wali Kota Jakarta Pusat

Wali Kota Arifin: Film Pelajar Jadi Media Pesan Moral dan Sosial

Minggu, 15 Feb 2026 - 08:04 WIB