Monorel Jakarta, Antara Janji Masa Lalu dan Harapan Masa Depan

- Jurnalis

Jumat, 13 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket. Gbr: Tiang monorel di Jl. Rasuna Said, Kuningan - Jakarta Selatan mangkrak setelah 20 tahun lebih dibangun/ Direktur Utama PT Jakarta Monorail, Ir. Sukmawati Syukur.

Ket. Gbr: Tiang monorel di Jl. Rasuna Said, Kuningan - Jakarta Selatan mangkrak setelah 20 tahun lebih dibangun/ Direktur Utama PT Jakarta Monorail, Ir. Sukmawati Syukur.

 

JAkARTA — Tiang-tiang beton yang menjulang di sejumlah ruas jalan Ibu Kota kembali menjadi sorotan publik. Lebih dari dua dekade sejak peletakan batu pertama proyek monorel, pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali dihadapkan pada pilihan: melanjutkan atau membongkar warisan infrastruktur mangkrak tersebut.

 

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (10/6/2025), menyatakan bahwa Pemprov tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kelanjutan proyek monorel yang sempat digagas pada era Gubernur Sutiyoso.

 

“Kami tidak ingin estetika kota terganggu lebih lama. Jika memang tidak ada kejelasan, tiang-tiang itu akan kami bongkar. Ini soal tanggung jawab kepada warga,” ujar Pramono saat meninjau lokasi tiang di kawasan Jakarta Selatan.

 

Menurut Pramono, dasar hukum untuk pembongkaran telah diperoleh melalui putusan pengadilan serta dukungan dari Kejaksaan Agung. Pemprov juga telah memberi tenggat waktu kepada PT Adhi Karya sebagai kontraktor pembangunan untuk menindaklanjuti keputusan tersebut.

 

Namun, di sisi lain, PT Jakarta Monorail sebagai pemegang kontrak kerja sama menyatakan proyek belum sepenuhnya ditinggalkan. Direktur Utama PT Jakarta Monorail, Sukmawati Syukur, mengungkapkan bahwa feasibility study telah diserahkan sejak lama dan sejumlah usulan penyesuaian rute serta teknologi juga telah diajukan.

 

“Kontrak kami dengan Pemprov DKI masih berlaku. Kami siap berkolaborasi jika ada keinginan untuk menghidupkan kembali proyek ini,” ujar Sukmawati saat ditemui di kantor perusahaan di kawasan Sudirman.

 

Proyek monorel pertama kali diluncurkan pada 6 Juni 2004 dan kembali dihidupkan pada 2013 melalui kerja sama dengan perusahaan asal Tiongkok, CCCC. Namun, kendala utama yang belum terselesaikan hingga kini adalah penyediaan lahan depo dan stasiun, yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

 

Kini, menjelang peringatan 500 tahun Kota Jakarta pada 2027, proyek monorel kembali dipertimbangkan sebagai salah satu bagian dari upaya modernisasi transportasi Ibu Kota. Pemerintah menilai, kehadiran moda transportasi tambahan dapat menjadi pelengkap dari sistem yang telah ada, seperti KRL, MRT, dan LRT.

 

“Monorel bisa menjadi salah satu solusi untuk mengurai kemacetan, jika dikaji secara matang dan realistis,” kata Pramono.

 

Namun, langkah lanjutan masih harus menunggu kejelasan hukum dan teknis. Sejumlah pakar tata kota juga menilai, jika monorel hendak diteruskan, perencanaan ulang yang komprehensif sangat diperlukan agar proyek tidak kembali menemui jalan buntu.

 

Untuk saat ini, masyarakat Jakarta hanya bisa menunggu: apakah tiang-tiang beton itu akan berubah menjadi bagian dari sistem transportasi masa depan, atau sekadar menjadi penanda atas ambisi yang tak pernah benar-benar berjalan.

 

 

Editor : Helmi AR

Berita Terkait

Macet di Jalur Priok, Pengguna Tol Desak Solusi Pemerintah
Ancol Ucapkan Selamat HPN 2026, Tegaskan Pers sebagai Pilar Demokrasi
Pelayanan Samsat Jakarta Timur Tuai Apresiasi Warga, Proses Perpanjangan STNK Dinilai Cepat dan Transparan
Saluran Tersumbat Sampah, Banjir Berulang Hantui Gang Damai Pulo Gebang
Aparat Akui Keliru Tangkap Pedagang Es Gabus, Hasil Uji Laboratorium Pastikan Produk Aman Dikonsumsi
Polemik Sinking Fund dan Service Charge di PGC, Relawan Tegak Lurus Prabowo Pertanyakan Transparansi Pengelolaan
Embung Cakung Barat Dibangun 2026, DPRD DKI Diminta Tanggapi Cepat Demi Solusi Banjir Jakarta Timur
Banjir Tahunan Cakung Barat Warga Lelah Mengungsi: Dinas SDA Bungkam, Embung Tak Kunjung Terwujud
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 23:58 WIB

Macet di Jalur Priok, Pengguna Tol Desak Solusi Pemerintah

Senin, 9 Februari 2026 - 18:26 WIB

Ancol Ucapkan Selamat HPN 2026, Tegaskan Pers sebagai Pilar Demokrasi

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:30 WIB

Pelayanan Samsat Jakarta Timur Tuai Apresiasi Warga, Proses Perpanjangan STNK Dinilai Cepat dan Transparan

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:23 WIB

Saluran Tersumbat Sampah, Banjir Berulang Hantui Gang Damai Pulo Gebang

Rabu, 28 Januari 2026 - 22:33 WIB

Aparat Akui Keliru Tangkap Pedagang Es Gabus, Hasil Uji Laboratorium Pastikan Produk Aman Dikonsumsi

Berita Terbaru