Ngobrol Seru Bareng Bang Japar Indonesia: Inovasi Sabun dari Ampas Kopi dan Sabun Nabati Ramah Kulit

- Jurnalis

Selasa, 29 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ngobrol Seru Bareng Bang Japar Indonesia: Inovasi Sabun dari Ampas Kopi dan Sabun Nabati Ramah Kulit. (Dok/Fhm/Okj)

Foto: Ngobrol Seru Bareng Bang Japar Indonesia: Inovasi Sabun dari Ampas Kopi dan Sabun Nabati Ramah Kulit. (Dok/Fhm/Okj)

JAKARTA – Organisasi Bang Japar Indonesia kembali menggelar acara “Ngobrol Seru” yang kali ini mengusung tema inovatif yaitu Inovasi Sabun dari Ampas Kopi dan Sabun Nabati Ramah Kulit. Acara di gelar di Kantor DPP Bang Japar Indonesia, Jl Melati Putih No M.19 Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (29/7/2025).

Hadir sebagai narasumber utama adalah Dr. Diah Kusmardini, M.Si, seorang dosen sekaligus ahli kimia yang fokus pada produk sabun nabati, serta Aries Isnan Ridho, SH selaku Ketua Umum Bang Japar Indonesia.

Dalam sambutannya, Ridho mengungkapkan rasa syukur dan penghargaan atas kehadiran narasumber serta para anggota Bang Japar dari berbagai wilayah Jakarta.

“Kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat kesehatan dan umur panjang sehingga kita dapat berkumpul di sini dalam kondisi sehat walafiat,” ujarnya.

Ridho juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program edukasi berkelanjutan Bang Japar untuk memperkuat kemampuan internal organisasi dan masyarakat dalam menghadapi tantangan menuju Jakarta sebagai kota global dan berbudaya.

“Kegiatan ngobrol seru ini bertujuan memberikan pembekalan pengetahuan, terutama tentang inovasi sabun dari ampas kopi dan sabun nabati yang ramah lingkungan dan kulit. Ini adalah upaya awal agar kita bisa mengembangkan kreativitas dan kemampuan, tidak hanya untuk keluarga besar Bang Japar, tetapi juga untuk masyarakat luas,” tambah Ridho.

Sementara itu, Dr. Diah Kusmardini menjelaskan bahwa sabun nabati merupakan sabun yang dibuat dari bahan alami tumbuhan seperti minyak kelapa, minyak sawit, dan minyak zaitun, dengan tambahan bahan alami lainnya seperti minyak esensial dan ekstrak herbal.

“Sabun nabati lebih ramah lingkungan karena biodegradable dan aman untuk kulit karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya seperti paraben atau SLS,” jelas Dr. Diah.

Dr. Diah juga menambahkan bahwa ampas kopi yang seringkali dianggap limbah justru dapat dimanfaatkan sebagai bahan filler dan aroma alami dalam pembuatan sabun.

“Ampas kopi ini memiliki kandungan yang bermanfaat dan dapat digunakan sebagai bahan dasar sabun, sehingga limbah kopi dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Dr. Diah menekankan berbagai keunggulan sabun nabati, antara lain menjaga keseimbangan minyak alami kulit, memberikan hidrasi, dan mengandung vitamin serta antioksidan alami yang baik untuk kulit sensitif dan bermasalah.

Meski demikian, sabun nabati memiliki beberapa keterbatasan, seperti umur simpan yang lebih pendek dan harga produksi yang cenderung lebih mahal dibanding sabun kimia.

Acara yang berlangsung interaktif ini juga diisi dengan praktik pembuatan sabun secara langsung oleh Dr. Diah, sehingga peserta dapat lebih memahami proses dan komposisi bahan sabun nabati.

“Dengan edukasi seperti ini, kami berharap masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga dapat berkreasi dan bahkan membuka peluang usaha dari sabun ramah lingkungan ini,” tutup Dr. Diah.

Kegiatan ini menjadi langkah awal yang positif bagi Bang Japar Indonesia dalam mendukung gerakan inovasi dan keberlanjutan di tengah masyarakat Jakarta.

Diharapkan program edukasi serupa akan terus dilakukan di wilayah lain guna memperluas manfaat dan pengetahuan.

Penulis : Fahmy Nurdin

Editor : Fahmy Nurdin

Berita Terkait

HPN ke-80 Masih Bergema, Ulang Tahun ke-41 Ketua Pokja PWI Jaktim Jadi Momentum Refleksi Peran Pers
Ribuan Warga Belawan Pertanyakan Kejelasan 2.002 Kavling CSR di Sicanang, Hingga Kini Belum Jelas
Tiga Pompa Aktif, Wali Kota Jakpus Pastikan Kali Item Terkendali
Pesawat ATR Rute Yogya–Makassar Hilang Kontak, SAR Sisir Kawasan Leang-Leang
Klarifikasi Edi Ho soal Kilang Banyuasin: Tegaskan Legalitas, Dorong Hilirisasi Migas dan Penertiban Praktik Ilegal
Kasus Dugaan Gratifikasi Mantan Bupati Purwakarta Disorot, APH-RI Nilai Penanganan Belum Menunjukkan Kepastian Hukum
Billboard Elektronik di Sarinah Thamrin Terbakar, Tak Ada Korban Jiwa
Billboard Elektronik di MH Thamrin Terbakar, Damkar Pastikan Nihil Korban
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 17:50 WIB

HPN ke-80 Masih Bergema, Ulang Tahun ke-41 Ketua Pokja PWI Jaktim Jadi Momentum Refleksi Peran Pers

Jumat, 13 Februari 2026 - 00:45 WIB

Ribuan Warga Belawan Pertanyakan Kejelasan 2.002 Kavling CSR di Sicanang, Hingga Kini Belum Jelas

Kamis, 22 Januari 2026 - 12:03 WIB

Tiga Pompa Aktif, Wali Kota Jakpus Pastikan Kali Item Terkendali

Sabtu, 17 Januari 2026 - 18:35 WIB

Pesawat ATR Rute Yogya–Makassar Hilang Kontak, SAR Sisir Kawasan Leang-Leang

Senin, 5 Januari 2026 - 13:38 WIB

Klarifikasi Edi Ho soal Kilang Banyuasin: Tegaskan Legalitas, Dorong Hilirisasi Migas dan Penertiban Praktik Ilegal

Berita Terbaru