JAKARTA – Mengawali kalender kerja tahun 2026, Kelompok Kerja (Pokja) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Jakarta Timur menggelar kegiatan silaturahmi yang dirangkaikan dengan rapat kerja awal tahun, di Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Rabu (7/1/2026).
Agenda tersebut tidak hanya menjadi forum temu antaranggota, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi internal guna memperkuat arah kebijakan organisasi di tengah dinamika dan kompleksitas dunia jurnalistik yang terus berkembang.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan itu dipimpin langsung oleh Ketua Pokja PWI Kejaksaan dan Pengadilan Jakarta Timur, Erfan Pratama, dengan didampingi Sekretaris Fahmy Nurdin dan Bendahara Ali Hanafiah.
Sejumlah anggota turut hadir, antara lain Michael J. Manurung, Matyadi, Muhamad Alviyan, Ervinna, Ayub Mauliate Sihombing, Napitupulu, dan Shendy Marwan. Sementara itu, Jafaruddin tidak dapat mengikuti kegiatan karena alasan keluarga.
Silaturahmi awal tahun ini dimaknai lebih dari sekadar agenda rutin organisasi. Bagi Pokja PWI Kejaksaan dan Pengadilan Jakarta Timur, pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk mempererat relasi antarsesama jurnalis yang menjalankan tugas peliputan di lingkungan lembaga penegak hukum dan sektor yang menuntut tingkat kehati-hatian, integritas, dan profesionalisme yang tinggi.
Ketua Pokja PWI, Erfan Pratama, dalam sambutannya menekankan pentingnya soliditas internal sebagai fondasi utama dalam menjaga kualitas dan marwah profesi wartawan.
Ia menilai bahwa hubungan yang sehat, terbuka, dan saling menghargai antaranggota akan berdampak langsung pada kualitas kerja jurnalistik di lapangan.
“Silaturahmi ini bukan sekadar agenda seremonial. Ini adalah upaya membangun kekompakan dan rasa memiliki, sehingga setiap anggota merasa setara dan memiliki ruang yang sama untuk menyampaikan gagasan maupun kritik secara konstruktif,” ujar Erfan.
Usai silaturahmi, kegiatan dilanjutkan dengan rapat kerja awal tahun yang difokuskan pada evaluasi kinerja Pokja sepanjang 2025. Evaluasi dilakukan secara terbuka dan menyeluruh, mencakup capaian positif maupun berbagai kendala yang dihadapi selama menjalankan tugas jurnalistik.
Beberapa isu yang mengemuka antara lain dinamika peliputan di lingkungan penegak hukum, pola koordinasi dengan instansi terkait, hingga tantangan dalam menjaga independensi dan objektivitas pemberitaan.
Erfan menegaskan bahwa evaluasi bukan dimaksudkan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai sarana refleksi bersama agar organisasi dapat melangkah lebih baik ke depan. Menurutnya, awal tahun merupakan momentum yang tepat untuk menata ulang strategi dan memperbaiki kelemahan yang masih ada.
“Kita harus berani jujur terhadap diri sendiri. Kekurangan harus diakui, lalu diperbaiki. Rencana kerja ke depan tidak boleh hanya bersifat normatif, tetapi harus realistis, terukur, dan berdampak nyata,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut, Pokja PWI juga mulai menyusun kerangka rencana kerja tahun 2026. Penetapan prioritas liputan, penguatan koordinasi internal, peningkatan kapasitas sumber daya wartawan, serta komitmen menjaga kualitas dan keberimbangan pemberitaan menjadi fokus pembahasan.
Forum berlangsung dinamis dan partisipatif, dengan seluruh anggota diberi kesempatan menyampaikan pandangan, masukan, maupun catatan kritis.
Sejumlah anggota mengapresiasi pola rapat yang terbuka dan tidak bersifat satu arah. Mereka menilai pendekatan tersebut mencerminkan semangat demokratis serta tanggung jawab kolektif dalam mengelola organisasi profesi.
Di sisi lain, berbagai tantangan turut disampaikan secara lugas, mulai dari keterbatasan akses informasi, meningkatnya tuntutan profesionalisme publik terhadap media, hingga kebutuhan adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital dan regulasi pers.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, pimpinan Pokja menegaskan komitmennya untuk terus menjaga prinsip independensi, integritas dan akuntabilitas dalam setiap aktivitas jurnalistik.
“Keberimbangan, akurasi, serta kepentingan publik ditegaskan sebagai pijakan utama dalam menjalankan fungsi pers, khususnya dalam peliputan di lingkungan Kejaksaan dan Pengadilan,” tutur Erfan.
Dengan konsolidasi sejak awal tahun, Pokja PWI Kejaksaan dan Pengadilan Jakarta Timur diharapkan mampu meningkatkan kualitas kinerja, menjaga kepercayaan publik, serta menjalankan peran pers secara profesional, independen, dan bertanggung jawab.
Kegiatan silaturahmi dan rapat kerja awal tahun ini ditutup dengan optimisme bersama agar kebersamaan yang terbangun dapat menjadi modal sosial dalam menghadapi tantangan jurnalistik sepanjang 2026.
Reporter: Matyadi
Editor: Fahmy Nurdin




































