Bea Cukai Sorong Dampingi Ekspor Perdana Papua di Pasar Global, Dua Perusahaan Tembus Tiongkok dan Hong Kong

- Jurnalis

Rabu, 25 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Dua perusahaan perikanan asal Papua akhirnya mencatatkan ekspor pada Februari 2026. (Dok-Istimewa)

Foto: Dua perusahaan perikanan asal Papua akhirnya mencatatkan ekspor pada Februari 2026. (Dok-Istimewa)

Papua – Dua perusahaan perikanan asal Papua akhirnya mencatatkan ekspor pada Februari 2026. Namun di balik seremoni pengapalan, keberhasilan ini menjadi ujian konkret, apakah komoditas laut Papua benar-benar siap bersaing di pasar global yang menuntut standar mutu ketat, konsistensi pasokan, dan efisiensi biaya.

Pada 21 Februari 2026, PT Indoprima Utama Mina mengirimkan 26 ton ikan tenggiri beku ke Tiongkok dengan nilai transaksi USD46.500 atau sekitar Rp700 juta. Dua hari berselang, 23 Februari 2026, CV Putra Raja Bahari mengekspor 1,9 ton kerapu hidup, setara 20 boks, ke Hong Kong dengan nilai Rp81.877.500.

Pengiriman ke Tiongkok dan Hong Kong bukan sekadar ekspansi pasar. Keduanya dikenal memiliki standar ketat terkait keamanan pangan, ketelusuran (traceability), serta persyaratan sanitasi dan fitosanitasi. Untuk komoditas ikan beku, konsistensi suhu dan kualitas daging menjadi kunci. Sementara untuk kerapu hidup, keberhasilan ekspor sangat bergantung pada manajemen rantai dingin, sistem transportasi, serta tingkat kelangsungan hidup ikan selama pengiriman.

Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Sorong, Anggra Noviansyah, menegaskan peran otoritas tidak berhenti pada pengawasan administrasi.

“Kami memastikan pelaku usaha memahami prosedur kepabeanan, kelengkapan dokumen, hingga standar ekspor agar pengiriman tidak terkendala. Tujuannya jelas, produk Papua harus kompetitif dan patuh regulasi,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Secara nominal, total devisa dari dua transaksi tersebut memang belum signifikan dalam skala nasional. Namun secara strategis, langkah ini penting sebagai pintu masuk membangun reputasi di pasar internasional—yang sangat sensitif terhadap konsistensi kualitas dan kontinuitas suplai. Sekali gagal menjaga standar, kepercayaan pembeli bisa runtuh.

Permintaan ikan tenggiri beku di Asia Timur relatif stabil, terutama untuk industri pengolahan dan konsumsi rumah tangga. Di sisi lain, kerapu hidup tergolong komoditas premium dengan margin tinggi, tetapi berisiko besar. Gangguan suhu, keterlambatan logistik, atau penanganan yang tidak presisi dapat berujung pada kematian ikan dan kerugian finansial.

Tantangan terbesar justru berada di dalam negeri. Biaya logistik dari Papua masih tinggi dibandingkan sentra produksi di wilayah barat Indonesia. Infrastruktur rantai dingin belum merata. Akses pelabuhan dan konektivitas pengiriman juga kerap menjadi bottleneck. Dalam kondisi harga global yang fluktuatif, struktur biaya yang tinggi dapat menggerus daya saing.

Tanpa pembenahan ekosistem dari hulu ke hilir, mulai dari praktik tangkap nelayan, fasilitas penyimpanan berstandar ekspor, hingga dukungan pembiayaan dan asuransi logistik, ekspor berpotensi bersifat sporadis, bukan berkelanjutan.

Meski demikian, capaian Februari 2026 memberi sinyal bahwa potensi perikanan Papua bukan sekadar narasi pembangunan kawasan timur. Jika pendampingan teknis, kepatuhan regulasi, serta peningkatan kapasitas produksi berjalan konsisten, sektor kelautan Papua berpeluang menjadi salah satu motor ekspor nonmigas dari wilayah timur Indonesia.

Ekspor ini bukan garis akhir. Ia adalah ujian awal: apakah Papua mampu menjaga ritme, mutu, dan kontinuitas pasokan, tiga prasyarat utama untuk bertahan di panggung perdagangan global.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Polisi Identifikasi PN dan KT dalam Video Call Penembakan Warga Sipil di Jayawijaya Papua
DPP Persatuan Petukang dan Pemborong Seluruh Indonesia Deklarasi Dukung Tubagus Bahrudin Capres 2029-2034
Polda Metro Jaya Kerahkan 17.800 Personel Gabungan Kawal Duel Persija-Persib di GBK
PWNU Kaltara Dorong Figur Berpengalaman Perkuat Struktur PBNU Pasca-Muktamar
Sri Suwanto Ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Kertas Nusantara Indonesia
Baleg DPR Dorong Blueprint FSPPI untuk Pembenahan Ekosistem Perfilman
Dialog EBT IBI-K57 Dorong Kolaborasi Pentahelix, Mahasiswa Diminta Tak Jadi Penonton
GMKDI Deklarasikan Dukungan untuk Prof. Dr. H. Tubagus Bahrudin Menuju Pilpres 2029
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 09:11 WIB

Polisi Identifikasi PN dan KT dalam Video Call Penembakan Warga Sipil di Jayawijaya Papua

Sabtu, 12 September 2026 - 08:23 WIB

DPP Persatuan Petukang dan Pemborong Seluruh Indonesia Deklarasi Dukung Tubagus Bahrudin Capres 2029-2034

Jumat, 11 September 2026 - 23:29 WIB

Polda Metro Jaya Kerahkan 17.800 Personel Gabungan Kawal Duel Persija-Persib di GBK

Jumat, 11 September 2026 - 22:49 WIB

PWNU Kaltara Dorong Figur Berpengalaman Perkuat Struktur PBNU Pasca-Muktamar

Jumat, 11 September 2026 - 17:16 WIB

Sri Suwanto Ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Kertas Nusantara Indonesia

Berita Terbaru

Foto: Jurnalis Bogor Gelar Doa Bersama untuk Keselamatan Rekan yang Hilang di Anak Krakatau

Organisasi Masyarakat

Jurnalis Bogor Gelar Doa Bersama untuk Lima Wartawan Hilang di Anak Krakatau

Sabtu, 12 Sep 2026 - 06:15 WIB