JAKARTA – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih kepala Tim Nasional Indonesia, mencakup tim senior dan tim U-23. Keputusan tersebut diumumkan pada Sabtu (3/1/2026), dan menandai langkah strategis federasi dalam mempercepat transformasi sepak bola nasional menuju level kompetitif internasional.
Penunjukan Herdman bukan keputusan instan. PSSI menilai pelatih asal Inggris berusia 50 tahun itu memiliki rekam jejak yang menyeluruh, mulai dari pengembangan sepak bola akar rumput, pembinaan jangka panjang, hingga kemampuan membangun tim nasional yang kompetitif di panggung dunia. Pengalaman lintas sektor-putri, putra, usia muda, hingga klub profesional-menjadi pertimbangan utama.
Secara statistik, Herdman termasuk pelatih dengan portofolio solid. Sepanjang kariernya, ia telah memimpin 160 pertandingan internasional resmi dengan catatan 81 kemenangan, 23 hasil imbang, dan 56 kekalahan. Persentase kemenangan mencapai 50,62 persen dengan rata-rata 1,66 poin per laga-angka yang mencerminkan konsistensi di level internasional.
Bersama Timnas Kanada, termasuk tim U-23, Herdman mencatat 37 kemenangan dari 62 pertandingan, atau hampir 60 persen tingkat kemenangan, dengan rata-rata 1,93 poin per pertandingan. Sementara saat menangani Timnas Putri Kanada, ia mencatat rasio kemenangan 57,4 persen dan rata-rata 2,01 poin per laga-sebuah capaian yang menempatkan Kanada sebagai kekuatan global sepak bola wanita.
Keberhasilan Herdman paling nyata terlihat dari transformasi Timnas Putra Kanada. Saat ia mulai bertugas pada Maret 2018, Kanada berada di peringkat 90 FIFA. Dalam kurun waktu kurang dari empat tahun, peringkat tersebut melonjak drastis ke posisi 33 dunia pada Februari 2022, menjadi pencapaian tertinggi dalam sejarah sepak bola Kanada. Lonjakan itu menjadi simbol keberhasilan pembangunan sistematis yang berkelanjutan.
Fondasi kepelatihan Herdman dibangun sejak awal kariernya di Selandia Baru. Pada periode 2001-2011, ia menjabat sebagai Regional and National Football Development Director. Dalam peran tersebut, Herdman merancang kerangka pembinaan nasional, termasuk Whole of Football Plan 2010, kurikulum kepelatihan nasional, serta sistem pengembangan talenta terpadu yang menghubungkan sekolah, akademi, dan tim nasional.
Pada 2006, Herdman dipercaya menangani Timnas Putri Selandia Baru. Ia membawa tim tersebut mencetak sejarah di Olimpiade Beijing 2008 dan Piala Dunia 2011. Di level regional, Selandia Baru menjuarai Oseania 2010 dan mencatat kemenangan perdana atas tim-tim Eropa serta Amerika Selatan-prestasi yang sebelumnya belum pernah diraih.
Puncak reputasi internasional Herdman terukir saat menangani Timnas Putri Kanada sejak 2011. Di bawah kepemimpinannya, Kanada meraih emas Pan American Games 2011, dua medali perunggu Olimpiade (2012 dan 2016), serta menembus peringkat keempat FIFA dunia. Pada 2016, Kanada juga mencatat rekor kemenangan dan produktivitas gol tertinggi dalam satu musim.
Tantangan besar berikutnya datang pada 2018 ketika Herdman beralih menangani Timnas Putra Kanada. Keputusan tersebut sempat menuai keraguan, namun hasilnya justru monumental. Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 untuk pertama kalinya sejak 1986, mencatat 17 laga kualifikasi tanpa kekalahan, dan menorehkan gol perdana di putaran final Piala Dunia.
Kariernya berlanjut di level klub saat Herdman ditunjuk sebagai pelatih Toronto FC pada 2023. Saat itu, klub berada di dasar klasemen Major League Soccer (MLS). Di bawah kepemimpinannya, Toronto FC menunjukkan tanda kebangkitan, menembus fase grup Leagues Cup untuk pertama kali dan mencapai final Canadian Championship.
Bagi PSSI, penunjukan Herdman bukan sekadar soal hasil jangka pendek, melainkan investasi jangka panjang. Pendekatan kepemimpinannya yang menekankan kejelasan peran, kepercayaan, serta kekuatan kolektif tim dinilai selaras dengan kebutuhan Timnas Indonesia yang tengah berproses membangun fondasi kuat dari level usia muda hingga senior.
Dengan pengalaman global dan pendekatan struktural yang terbukti, PSSI berharap Herdman mampu membawa Timnas Indonesia melangkah lebih jauh, tidak hanya kompetitif di Asia Tenggara dan Asia, tetapi juga memiliki identitas permainan yang jelas dan berkelanjutan di tingkat dunia.
Reporter: Fahmy Nurdin
Editor: Fahmy Nurdin




































