Jakarta — Pemerintah memperkuat program prioritas nasional di bidang olahraga sebagai bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan kedigdayaan bangsa melalui prestasi olahraga.
Penegasan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno saat memimpin Rapat Tingkat Menteri (RTM) Program Prioritas Nasional Keolahragaan di Kantor Kemenko PMK, Sabtu (21/2/2026).
Pratikno mengatakan, sesuai arahan Presiden, pemerintah harus meningkatkan daya saing olahraga nasional melalui penetapan 21 cabang olahraga unggulan, pembangunan kawasan pembinaan olahraga berstandar internasional, serta penguatan kesejahteraan atlet.
Arahan Bapak Presiden jelas, kita harus mewujudkan kedigdayaan bangsa melalui olahraga. Tidak hanya menambah cabang unggulan menjadi 21, tetapi juga membangun kawasan pembinaan berstandar internasional dan memastikan kesejahteraan atlet terjamin,” ujar Pratikno.
Dalam rapat tersebut, disepakati pembangunan Akademi Pelatihan Olahraga Nasional di Ranca Bungur, Kabupaten Bogor, di atas lahan sekitar 500 hektare. Kawasan ini dirancang sebagai ekosistem terpadu yang mencakup pendidikan, pelatihan, sport science, hingga layanan kesehatan olahraga.
Sejumlah kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian ATR/BPN, Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, BUMN, serta pemerintah daerah menyatakan dukungan untuk percepatan pembangunan kawasan tersebut.
Selain itu, kawasan Cibubur akan ditransformasi menjadi pusat Sports Wellness, rehabilitasi, dan Sports Science yang terintegrasi dengan Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON). Transformasi ini membutuhkan dukungan lintas kementerian agar Cibubur benar-benar menjadi sport center terpadu berstandar internasional.
RTM juga membahas penguatan Beasiswa Prestasi Olahraga bagi atlet, pelatih, dan tenaga manajemen olahraga melalui kerja sama dengan LPDP dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
“RTM ini kita lakukan untuk mengonkretkan dukungan lintas kementerian dan lembaga. Program ini tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Semua harus bergerak dengan aksi nyata agar target besar olahraga nasional sesuai harapan Presiden benar-benar tercapai,” tegas Pratikno.
Pemerintah juga akan memperluas pembinaan dari 14 menjadi 21 cabang olahraga unggulan nasional dengan pembagian peran yang jelas antara pemerintah pusat, provinsi, serta kabupaten dan kota.
Langkah strategis tersebut menjadi fondasi menuju target prestasi pada SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade 2028, sekaligus memperkuat sistem olahraga nasional secara berkelanjutan.
Rapat tersebut turut dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, serta para wakil menteri, pimpinan BUMN, dan perwakilan pemerintah daerah terkait.




































