Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyerahkan kunci hunian kepada empat warga yang rumahnya telah selesai direnovasi melalui program bedah rumah di Jalan Serdang Baru, Kelurahan Serdang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2026).
Penyerahan kunci dilakukan secara simbolis oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang didampingi Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin. Program ini merupakan kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta dan Baznas Bazis DKI Jakarta dalam upaya menghadirkan hunian yang layak, aman, dan sehat bagi masyarakat kurang mampu.
Pramono mengatakan program bedah rumah menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup warga, sekaligus memastikan pembangunan kota berjalan secara inklusif tanpa membedakan latar belakang masyarakat.
Pramono menargetkan sebanyak 633 rumah akan direnovasi melalui program tersebut pada 2026. Menurutnya, keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari Baznas Bazis, BUMD, BUMN, hingga sektor swasta.
“Untuk tahun 2026 kita merencanakan sekitar 600 lebih rumah yang akan dibedah. Program yang dilaksanakan pada 2025 juga telah terlaksana seluruhnya,” ujar Pramono.
Pramono juga mendorong agar pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola Baznas Bazis dapat terus diperluas untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Selain program bedah rumah, dana tersebut juga dimanfaatkan untuk berbagai program sosial lainnya seperti pendidikan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Di Jakarta Pusat sendiri, total terdapat 14 rumah yang masuk dalam program bedah rumah tahun ini. Empat rumah berasal dari program Baznas Bazis Jakarta Pusat, sementara 10 lainnya merupakan hasil kolaborasi Baznas Bazis dengan berbagai pihak.
Setiap rumah direnovasi dengan anggaran sekitar Rp50 juta hingga Rp55 juta dengan waktu pengerjaan berkisar tiga minggu hingga satu bulan. Selama proses renovasi berlangsung, Baznas Bazis juga menanggung biaya sewa tempat tinggal sementara bagi pemilik rumah.
Sementara itu, Ketua Baznas (Bazis) DKI Jakarta Akhmad H. Abubakar mengatakan masyarakat yang ingin mengikuti program tersebut dapat mengajukan permohonan melalui pengurus RT atau RW setempat. Usulan kemudian diteruskan ke tingkat kelurahan sebelum diproses lebih lanjut oleh pihak pelaksana wilayah.
Menurutnya, program bedah rumah diprioritaskan bagi warga yang tergolong kurang mampu dan memiliki hunian yang tidak layak huni.
Dengan program ini, Pemprov DKI berharap semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaat langsung dari pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun untuk kepentingan sosial masyarakat.




































