Trevel Haji Dan umroh Hanania Grub Mengandeng Persia and Co Yang Di Pimpin Oleh Marisya Icha A.Md.S.H.Mencerita kan Dampak Konflik Dari Perang Timur Tengah

- Jurnalis

Minggu, 15 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah berdampak pada operasional penerbangan internasional, termasuk perjalanan ibadah umrah jamaah Indonesia.Situasi tersebut menyebabkan sejumlah jamaah mengalami penyesuaian jadwal kepulangan ke Tanah Air.

Owner Hanania Group, Nisa, menyampaikan permohonan maaf kepada para jamaah atas ketidaknyamanan yang sempat terjadi selama proses tersebut.

Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh jamaah atas ketidaknyamanan yang terjadi terkait proses kepulangan ke Indonesia,” ujar perwakilan Hanania Group dalam konferensi pers yang disampaikan melalui akun Instagram resmi Hanania.Serta Mengandengteam legal nya ” Persia & Co law office yang di pimpin oleh Marisya Icha A.Md , S.H

Menurutnya, situasi tersebut terjadi sebagai dampak dari kondisi di luar kendali perusahaan, yakni konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah yang turut mempengaruhi operasional penerbangan pada saat itu.

Meski demikian, pihak Hanania memastikan seluruh jamaah tetap mendapatkan pendampingan selama masa penyesuaian jadwal kepulangan.

Kami memastikan para jamaah tetap mendapatkan fasilitas yang layak, termasuk akomodasi, konsumsi, serta pendampingan dari tim Hanania hingga seluruh proses kepulangan dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Hanania juga menegaskan bahwa pihaknya bertanggung jawab penuh terhadap para jamaah selama masa perpanjangan tinggal di Arab Saudi.

Perusahaan mencatat masa perpanjangan tersebut berlangsung selama 12 hari, terhitung sejak 28 Februari hingga 12 Maret 2026.

Selama periode tersebut, seluruh biaya tambahan yang muncul akibat perpanjangan masa tinggal jamaah di Jeddah ditanggung sepenuhnya oleh pihak Hanania tanpa membebankan biaya tambahan kepada jamaah.

Selain itu, pihak perusahaan juga menjelaskan bahwa sebelumnya sempat terjadi kendala teknis pada sistem penerbitan visa dari otoritas Arab Saudi pada 11 Februari 2026.

Kendala tersebut menyebabkan proses penerbitan visa sempat tertunda sebelum akhirnya kembali berjalan pada 13 Februari 2026.

Dalam menghadapi situasi tersebut, Hanania menawarkan beberapa opsi kepada jamaah, mulai dari keberangkatan melalui penerbangan terdekat yang tersedia, penjadwalan ulang perjalanan, hingga pengembalian dana penuh tanpa potongan.

Sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan, Hanania juga memberikan kompensasi sebesar Rp8 juta per jamaah yang terdampak perbedaan fasilitas hotel akibat perubahan jadwal keberangkatan.

Owner Hanania Group, Nisa, menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen untuk mendampingi jamaah hingga seluruh rangkaian perjalanan ibadah selesai.

“Tujuan kami adalah memastikan jamaah tetap dapat berangkat dan kami tetap mendampingi mereka hingga proses kepulangan,” ujarnya.

Saat ini, pihak Hanania juga memastikan bahwa program keberangkatan jamaah berikutnya tetap berjalan sesuai jadwal, termasuk keberangkatan dengan maskapai Emirates.

Perusahaan juga membuka ruang komunikasi bagi jamaah yang ingin menyampaikan keluhan maupun pertanyaan terkait perjalanan mereka.

Berita Terkait

Dar Edi Yoga: Penyelesaian BLBI Perlu Dialog Berbasis Data dan Kepastian Hukum
Polda Metro Jaya Ungkap Modus Penyebaran Hoaks Digital, Sembilan Orang Resmi Jadi Tersangka
FSP BUMN Bersatu Ungkap Dugaan Pemerasan Mantan Kajari dalam Kasus Pengerukan Pelindo
Dr. Santrawan: Penegakan Hukum OJK Harus Perkuat Integritas dan Kepercayaan Publik
Patroli Perintis Presisi PMJ Amankan Tiga Pemuda di Jakarta Timur, Diduga Terlibat Kejahatan Jalanan
Ditjenpas Klarifikasi Video Rumah Dinas Kalapas Waingapu, Sebut Kejadian Lama
Proyek Geothermal Tampomas Kian Memanas, MASL Adukan Pemkab Sumedang ke Ombudsman dan BPKP
Operasi Berantas Jaya 2026: Polda Metro Jaya Ungkap 769 Kasus Curanmor, Amankan 729 Tersangka dan Ratusan Barang Bukti
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:29 WIB

Dar Edi Yoga: Penyelesaian BLBI Perlu Dialog Berbasis Data dan Kepastian Hukum

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:53 WIB

Polda Metro Jaya Ungkap Modus Penyebaran Hoaks Digital, Sembilan Orang Resmi Jadi Tersangka

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:06 WIB

FSP BUMN Bersatu Ungkap Dugaan Pemerasan Mantan Kajari dalam Kasus Pengerukan Pelindo

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:53 WIB

Dr. Santrawan: Penegakan Hukum OJK Harus Perkuat Integritas dan Kepercayaan Publik

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:49 WIB

Patroli Perintis Presisi PMJ Amankan Tiga Pemuda di Jakarta Timur, Diduga Terlibat Kejahatan Jalanan

Berita Terbaru

Foto: Tim juri MHT ke-52 PWI Jaya 2026 saat mengikuti proses penjurian dua kategori khusus, “Menyongsong 5 Abad Jakarta” dan “Literasi Bank Jakarta”, di Jakarta. Hasil penjurian akan diumumkan dalam Malam Anugerah MHT ke-52 pada 27 Agustus 2026.

PWI

Dua Kategori Khusus MHT ke-52 Masuk Tahap Final

Selasa, 11 Agu 2026 - 00:11 WIB