JAKARTA – Dukungan terhadap figur yang diproyeksikan maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 kembali mencuat. Persatuan Karyawan Pabrik Seluruh Indonesia disebut telah menyatakan sikap dan mendeklarasikan dukungan kepada Prof. Dr. H. Tubagus Bahrudin, S.E., M.M., yang dikenal dengan sebutan “Cah Angon”, untuk maju sebagai calon Presiden Republik Indonesia periode 2029-2034.
Pernyataan tersebut disampaikan Tubagus Bahrudin kepada redaksi di Jakarta, Selasa (22/9/2026). Menurut dia, deklarasi itu merupakan bentuk penyampaian sikap dari kelompok pekerja dan karyawan pabrik yang menginginkan adanya figur yang dinilai mampu membawa aspirasi kalangan pekerja dalam agenda pembangunan nasional.
“Deklarasi dukungan sikap untuk Cah Angon, Prof. Dr. H. Tubagus Bahrudin, S.E., M.M., sebagai calon Presiden Republik Indonesia 2029–2034 disampaikan oleh Persatuan Karyawan Pabrik Seluruh Indonesia,” ujar Tubagus Bahrudin dalam keterangannya.
Dukungan tersebut, apabila telah dituangkan dalam deklarasi organisasi, pada dasarnya merupakan ekspresi politik dari kelompok masyarakat yang menyatakan preferensi terhadap seorang figur. Namun, deklarasi dukungan masyarakat atau organisasi belum dengan sendirinya menjadikan seseorang sebagai calon peserta Pilpres secara resmi.
Dalam ketentuan pencalonan Presiden dan Wakil Presiden, pasangan calon peserta Pemilu diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan. KPU kemudian melakukan proses administrasi dan verifikasi terhadap pasangan calon yang didaftarkan.
Karena itu, dukungan Persatuan Karyawan Pabrik Seluruh Indonesia terhadap Tubagus Bahrudin perlu dipahami sebagai bagian dari dinamika politik dan aspirasi masyarakat menuju Pemilu 2029, bukan sebagai penetapan resmi pencalonan oleh penyelenggara pemilu.
Tubagus Bahrudin menyampaikan bahwa dukungan dari kalangan karyawan pabrik memiliki arti tersendiri karena sektor pekerja merupakan salah satu komponen penting dalam struktur perekonomian nasional.
Menurut dia, aspirasi pekerja berkaitan dengan berbagai persoalan, mulai dari kesempatan kerja, kepastian hubungan industrial, peningkatan kesejahteraan, perlindungan tenaga kerja, produktivitas industri hingga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.
“Dukungan dari kalangan karyawan merupakan bagian dari aspirasi masyarakat. Yang paling penting adalah bagaimana seluruh aspirasi tersebut dapat dihimpun, dikaji dan diterjemahkan menjadi gagasan pembangunan yang dapat dipertanggungjawabkan,” kata Tubagus Bahrudin.
Ia menambahkan, dukungan politik tidak seharusnya berhenti pada deklarasi. Menurut dia, setiap dukungan perlu diikuti dengan pembahasan mengenai visi, misi serta program yang konkret dan terukur.
Hal tersebut menjadi penting mengingat seorang bakal calon presiden harus memiliki visi, misi dan program dalam menjalankan pemerintahan apabila nantinya memenuhi seluruh persyaratan pencalonan dan ditetapkan sebagai peserta pemilu. Ketentuan mengenai visi, misi dan program juga tercantum dalam regulasi pencalonan Presiden dan Wakil Presiden.
Dinamika dukungan terhadap Tubagus Bahrudin menjadi bagian dari proses politik yang masih panjang menuju Pilpres 2029. Pada tahap ini, deklarasi dari kelompok masyarakat dapat menjadi bentuk aspirasi politik, tetapi belum menggantikan mekanisme konstitusional pencalonan.
Peraturan KPU mengenai pencalonan Presiden dan Wakil Presiden mengatur bahwa peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden adalah pasangan calon yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang telah memenuhi persyaratan. Tahapan pencalonan mencakup pendaftaran bakal pasangan calon, verifikasi dokumen, serta penetapan pasangan calon sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan demikian, dukungan Persatuan Karyawan Pabrik Seluruh Indonesia terhadap Tubagus Bahrudin dapat ditempatkan sebagai salah satu perkembangan aspirasi politik menjelang Pemilu 2029. Adapun status pencalonan resmi nantinya tetap bergantung pada proses dan ketentuan hukum pemilu yang berlaku pada saat tahapan Pilpres 2029 dilaksanakan.
Tubagus Bahrudin sendiri menyatakan akan menghargai setiap dukungan yang diberikan kepadanya sekaligus membuka ruang komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat.
Menurut dia, proses menuju Pilpres 2029 harus diisi dengan gagasan, dialog dan pembahasan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara luas.
“Bagi saya, dukungan tersebut merupakan amanah dan aspirasi yang harus dihargai. Namun, yang jauh lebih penting adalah bagaimana membangun gagasan dan program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta kepentingan bangsa Indonesia,” ujarnya.
Deklarasi dukungan dari Persatuan Karyawan Pabrik Seluruh Indonesia tersebut kini menambah dinamika wacana mengenai figur-figur yang mulai diperbincangkan untuk Pilpres 2029. Perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada proses politik, keputusan partai politik serta tahapan resmi penyelenggaraan Pemilu yang ditetapkan oleh KPU.
Editor: Fahmy Nurdin




































