Home / PWI

PWI Doa untuk Indonesia dari Teras 5 Gunung Padang

- Jurnalis

Jumat, 25 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sejumlah anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) berfoto bersama di kawasan Situs Megalitikum Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, Kamis Malam, (24/9/2026).

Foto: Sejumlah anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) berfoto bersama di kawasan Situs Megalitikum Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, Kamis Malam, (24/9/2026).

CIANJUR — Malam di Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, terasa berbeda bagi rombongan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Setelah menapaki sekitar 700 anak tangga, mereka tiba di Teras 5 situs megalitikum itu dan memilih sejenak meninggalkan hiruk-pikuk keseharian untuk memanjatkan doa bagi Indonesia.

Kamis malam, 24 September 2026, doa dipimpin Dar Edi Yoga. Di tengah suasana malam Jumat Kliwon dan menjelang purnama, rombongan berdoa agar Indonesia senantiasa dijauhkan dari bencana, perselisihan, serta perpecahan.

Doa tersebut juga menjadi refleksi tentang pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan yang ada di masyarakat.

“Ketika kita sampai di tempat seperti ini, kita diingatkan untuk berhenti sejenak. Kita bukan hanya mendoakan diri sendiri, tetapi juga bangsa dan negara. Indonesia harus dijaga bersama,” ujar Dar.

Perjalanan menuju Teras 5 didampingi Kepala Juru Pelihara Gunung Padang, Nanang Sukmana. Perjalanan fisik yang cukup menguras tenaga justru memberi ruang bagi rombongan untuk merenungkan hubungan manusia dengan alam dan kehidupan.

Bagi Dar, mendaki gunung bukan semata-mata perjalanan menuju tempat yang lebih tinggi. Setiap langkah, kata dia, mengajarkan manusia untuk melihat kehidupan dari perspektif yang lebih luas.

“Semakin tinggi kita melangkah, semakin kecil manusia dibandingkan alam,” katanya.

TB Adhi dan James Tobing yang baru pertama kali datang ke Gunung Padang merasakan pengalaman serupa. Tantangan menapaki ratusan anak tangga seolah terbayar ketika mereka tiba di Teras 5 dan menemukan suasana yang tenang.

“Ini pertama kali saya datang ke Gunung Padang. Perjalanan sekitar 700 anak tangga tentu terasa secara fisik. Tetapi ketika sampai di atas, suasananya berubah,” kata TB Adhi.

Ia mengatakan suasana malam menjelang purnama membuat perjalanan tersebut semakin berkesan, terlebih ketika dilanjutkan dengan doa bersama untuk bangsa dan negara.

James Tobing juga merasakan ketenangan yang berbeda. Menurut dia, suasana di atas Gunung Padang memberi kesempatan untuk sejenak keluar dari rutinitas dan melihat kembali persoalan bangsa dari sudut pandang yang lebih tenang.

“Cahaya malam itu juga terasa tidak biasa. Ada ketenangan yang membuat kita lebih mudah merenungkan keadaan bangsa,” ujarnya.

Usai berdoa, suasana berubah lebih santai. Rombongan menikmati durian yang dibawa dari kawasan sekitar Gunung Padang.

Bagi Dar, durian kemudian menjadi simbol sederhana tentang kehidupan. Kulitnya keras dan penuh duri, tetapi bagian dalamnya lembut dan memiliki nilai.

“Duri diperlukan untuk melindungi. Tetapi jangan sampai kita hanya sibuk mempertajam duri dan lupa menjaga isi di dalamnya,” tutur Dar.

Pesan itu kemudian dikaitkan dengan kehidupan berbangsa. Indonesia dibangun dari keberagaman pandangan, kepentingan, budaya, dan keyakinan. Perbedaan menjadi bagian dari kehidupan, tetapi tidak seharusnya berubah menjadi alasan untuk saling meniadakan.

Rombongan yang terdiri dari Anrico Pasaribu, Hilman Hidayat, James Tobing, TB Adhi, Arman Suparman, Dar Edi Yoga, Toni Bramantoro, Rinto Hartoyo Agus, Rio Winto, Rudolf Simbolon, dan Cahaya Adi Wibowo itu akhirnya meninggalkan Teras 5 ketika malam semakin larut.

Mereka turun dengan membawa pengalaman yang lebih dari sekadar perjalanan wisata. Ada pesan yang mereka bawa pulang: kecintaan kepada Indonesia dapat dimulai dari hal-hal sederhana—mendoakan negeri, menjaga ucapan, menghormati perbedaan, serta merawat persaudaraan.

Di tengah malam dan cahaya bulan yang menyelimuti Gunung Padang, doa itu pun menjadi pesan sederhana: agar Indonesia tetap terang, tetap bersatu, dan tidak kehilangan jalan untuk kembali pada persaudaraan.

(Helmi AR)

Berita Terkait

Kesit dan Bryan Gautama Dukung Pengembangan PPISHP Cengkareng Jadi Destinasi Ikan Hias
Pameran Ikan Hias APIC dan Pokja PWI Wali Kota Jakarta Barat
Pramono Janjikan Peningkatan Hadiah AJMHT Menyambut 5 Abad Jakarta
Persiapan Dimatangkan, PWI Jaya Siap Gelar Puncak Anugerah M.H. Thamrin ke-52
Anugerah Jurnalistik M.H. Thamrin 2026 Siap Digelar, Merawat Jakarta Menjelang Lima Abad
PWI Jaya Siapkan UKW Angkatan 66, Pendaftaran Peserta Ditutup 22 September
PWI Jaya Siapkan UKW Angkatan 66 pada 5-6 Oktober 2026
Dari Jalan Sehat hingga Donor Darah, Arifin Dorong Semangat Kepedulian Warga
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 16:40 WIB

PWI Doa untuk Indonesia dari Teras 5 Gunung Padang

Rabu, 16 September 2026 - 17:34 WIB

Kesit dan Bryan Gautama Dukung Pengembangan PPISHP Cengkareng Jadi Destinasi Ikan Hias

Selasa, 15 September 2026 - 21:27 WIB

Pameran Ikan Hias APIC dan Pokja PWI Wali Kota Jakarta Barat

Senin, 7 September 2026 - 23:36 WIB

Pramono Janjikan Peningkatan Hadiah AJMHT Menyambut 5 Abad Jakarta

Minggu, 6 September 2026 - 19:31 WIB

Persiapan Dimatangkan, PWI Jaya Siap Gelar Puncak Anugerah M.H. Thamrin ke-52

Berita Terbaru

Foto: Sejumlah anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) berfoto bersama di kawasan Situs Megalitikum Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, Kamis Malam, (24/9/2026).

PWI

PWI Doa untuk Indonesia dari Teras 5 Gunung Padang

Jumat, 25 Sep 2026 - 16:40 WIB

Foto: Tim Hukum DPP Barisan Relawan Jokowi Presiden (BARA JP) menggelar konferensi pers terkait catatan hukum atas Permohonan PHPU Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 di Jakarta Selatan

Hukum & Kriminal

BARA JP Soroti Finalitas Putusan MK dalam Permohonan PHPU 2026

Jumat, 25 Sep 2026 - 13:12 WIB