Jakarta — Pemerintah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Koordinasi lintas kementerian dan lembaga dilakukan untuk memastikan perjalanan masyarakat dapat berlangsung aman, nyaman, lancar, dan selamat.
Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno saat memimpin rapat koordinasi persiapan arus mudik Lebaran sekaligus meninjau kesiapan layanan di Dermaga Eksekutif Pelabuhan ASDP Merak, Banten, Jumat (14/3).
Dalam rapat tersebut, Menko PMK menyimak paparan mengenai kesiapan layanan penyeberangan yang disampaikan Direktur Utama ASDP bersama jajaran kepolisian daerah di wilayah Banten dan Lampung.
Berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, jumlah masyarakat yang diperkirakan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026 mencapai lebih dari 143 juta orang. Menurut Pratikno, angka tersebut berpotensi lebih tinggi ketika pelaksanaan di lapangan.
Karena ada perkiraan mudik tahun ini berdasarkan survei Kemenhub lebih dari 143 juta. Biasanya survei Kemenhub di lapangan lebih tinggi,” kata Pratikno.
Ia menjelaskan puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026, sementara arus balik diprediksi berlangsung pada 29 Maret 2026. Meski demikian, pemerintah berharap pergerakan masyarakat dapat tersebar dalam beberapa hari sehingga tidak menumpuk pada satu waktu tertentu.
Pratikno menilai periode mudik tahun ini memiliki rentang waktu yang relatif panjang. Hal itu dipengaruhi oleh rangkaian akhir pekan, kebijakan Flexible Work Arrangement bagi aparatur sipil negara, cuti bersama, hingga perayaan Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri.
Oleh karena itu dengan rentang panjang ini kami mengharapkan ada distribusi mudik tidak tertumpuk di hari tertentu,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Listyo Sigit Prabowo mengatakan sejumlah inovasi baru telah disiapkan untuk mengurai potensi antrean kendaraan di kawasan penyeberangan.
Menurutnya, penambahan buffer zone serta pelabuhan alternatif diharapkan mampu mengurangi kepadatan kendaraan menuju pelabuhan. Selain itu, pengelolaan arus kendaraan juga akan didukung command center yang memantau kondisi secara real time.
Termasuk sistem penjualan tiket online dan pengaturan seluruh dermaga yang kini tidak lagi dibedakan. Semua kebijakan ini diharapkan dapat membantu mengurai antrean kendaraan,” ujar Sigit.
Sementara itu Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan pemerintah telah menyiapkan tambahan fasilitas penyeberangan di kawasan Pelabuhan Merak. Pada masa angkutan Lebaran tahun ini, akan dioperasikan empat pelabuhan penyeberangan dengan dukungan 14 kapal yang ditempatkan di Pelabuhan Ciwandan dan Pelabuhan Bojonegara.
Dengan penambahan kapal ini diharapkan arus kendaraan menuju Sumatera menjadi lebih lancar dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Dudy.
Di sisi lain, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah menyiapkan posko kesehatan serta program pemeriksaan kesehatan gratis bagi para pengemudi kendaraan umum.
Menurutnya, kecelakaan lalu lintas masih menjadi isu darurat medis yang kerap terjadi selama periode mudik, sehingga pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi mereka tetap prima selama perjalanan.
Kami bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan untuk menyiapkan posko kesehatan yang lebih lengkap di daerah dengan tingkat kecelakaan tinggi, sehingga jika terjadi sesuatu dapat segera ditangani,” ujarnya.
Selain meninjau kesiapan layanan, Pratikno juga menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan para pemudik yang akan menyeberang menuju Sumatra menggunakan kapal feri. Ia menyerahkan bingkisan Lebaran kepada para pemudik serta petugas lintas sektor sebagai bentuk apresiasi atas pelayanan selama masa arus mudik.
Pemerintah berharap kerja sama seluruh pihak, baik petugas maupun masyarakat, dapat memastikan perjalanan mudik tahun ini berjalan aman dan lancar.




































