Keamanan Publik Butuh Pendekatan Kolaboratif: Sinergi Polisi dan Warga Jadi Kunci

- Jurnalis

Jumat, 13 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Rino Dedi Aringga S.Pd., M.H., Akademisi/Pengajar Ilmu Hukum Universitas Pamulang.

Foto: Rino Dedi Aringga S.Pd., M.H., Akademisi/Pengajar Ilmu Hukum Universitas Pamulang.

OPINI: Oleh: Rino Dedi Aringga S.Pd., M.H., Akademisi/Pengajar Ilmu Hukum Universitas Pamulang

JAKARTA — Keamanan publik menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan kehidupan sosial dan aktivitas ekonomi masyarakat. Tanpa kondisi lingkungan yang aman, kegiatan sehari-hari seperti bekerja, bersekolah, hingga berdagang dapat terganggu. Di sisi lain, iklim investasi menjadi kurang menarik dan kualitas hidup masyarakat ikut menurun.

Dalam beberapa tahun terakhir, pola ancaman terhadap keamanan publik juga mengalami perubahan. Selain tindak kriminal konvensional seperti pencurian dan perampokan, masyarakat kini dihadapkan pada kejahatan siber, penipuan digital, konflik sosial di tingkat lokal, hingga gangguan ketertiban yang kerap dipicu oleh cepatnya penyebaran informasi melalui media sosial.

Perkembangan tersebut menuntut respons yang lebih adaptif dari aparat penegak hukum. Pendekatan keamanan yang hanya bersifat reaktif—yakni bertindak setelah kejadian—dinilai tidak lagi memadai untuk menghadapi dinamika ancaman yang semakin kompleks.

Karena itu, berbagai pihak mulai mendorong strategi yang lebih preventif dan kolaboratif. Pendekatan ini menekankan pentingnya keterlibatan berbagai elemen masyarakat melalui pendidikan keselamatan, pemberdayaan komunitas, peningkatan literasi digital, hingga penguatan sistem pengawasan lingkungan.

Konsep community policing menjadi salah satu pendekatan yang semakin banyak diterapkan. Dalam model ini, kepolisian bekerja sama dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, sektor swasta, serta warga untuk menciptakan sistem keamanan yang berbasis partisipasi publik.

Di sejumlah wilayah, sinergi tersebut diwujudkan melalui patroli malam bersama yang melibatkan aparat keamanan, pengurus RT/RW, relawan, dan kelompok pemuda. Selain bertujuan mencegah tindak kriminal, kegiatan ini juga memperkuat komunikasi antara aparat dan masyarakat sehingga laporan warga dapat ditindaklanjuti lebih cepat.

Forum komunikasi antara polisi dan tokoh masyarakat juga rutin digelar di tingkat lokal. Melalui pertemuan tersebut, berbagai persoalan keamanan di lingkungan setempat dapat diidentifikasi lebih dini, sekaligus dirumuskan langkah pencegahan yang sesuai dengan karakter masyarakat setempat.

Pemanfaatan teknologi turut memperkuat efektivitas kerja sama tersebut. Aplikasi pelaporan warga memungkinkan masyarakat mengirimkan informasi atau bukti kejadian secara real time kepada aparat. Sementara itu, jaringan kamera pengawas atau CCTV yang terintegrasi membantu memantau area strategis sekaligus memverifikasi laporan yang masuk.

Kombinasi antara pendekatan berbasis komunitas dan dukungan teknologi dinilai mampu meningkatkan efektivitas pencegahan kejahatan. Data yang terkumpul dari berbagai sumber membantu aparat mengenali pola kejahatan, memetakan titik rawan, serta menempatkan personel secara lebih tepat.

Sejumlah wilayah bahkan mulai melaporkan penurunan kasus pencurian dan vandalisme setelah program kolaborasi keamanan ini dijalankan. Keberadaan pos polisi yang mudah dijangkau serta peran aktif relawan membuat potensi gangguan dapat terdeteksi lebih awal.

Kepercayaan masyarakat terhadap aparat juga disebut meningkat. Hal ini tercermin dari bertambahnya laporan warga melalui saluran resmi maupun aplikasi pelaporan. Jalur komunikasi langsung antara polisi dan masyarakat membuat respons terhadap situasi darurat menjadi lebih cepat.

Program pendidikan keselamatan yang digelar di sekolah juga mulai menunjukkan dampak positif. Pelajar semakin memahami pentingnya tertib berlalu lintas, sehingga pelanggaran dan kecelakaan yang melibatkan anak sekolah di sejumlah wilayah dilaporkan mengalami penurunan.

Berita Terkait

Korem 081/DSJ Ajak Anak Pesantren Makan Siang, Hadirkan Kehangatan di Makorem
Teknologi Undercooling Perkuat Penanganan Karhutla Gambut di Kalsel
KWI dan TNI AU Susun Roadmap MoU untuk Perkuat Pembinaan Rohani Prajurit Katolik
Pastikan Jembatan Garuda Berdaya Guna, Korem 081/DSJ Tinjau Infrastruktur di Madiun
Babinsa Mergayu Turun ke Sawah, Bantu Petani Bersihkan Gulma Padi
Brigjen TNI dr. Jonny Resmi Sandang Gelar Doktor dari UNAIR
Kapolda Jabar Bangun Kedekatan dengan Warga Lewat Jumat Keliling di Cimahi
Brigjen TNI (Mar) Pardosi Tekankan Respons Cepat dan Terukur Tangani Karhutla
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:33 WIB

Korem 081/DSJ Ajak Anak Pesantren Makan Siang, Hadirkan Kehangatan di Makorem

Kamis, 3 September 2026 - 19:10 WIB

Teknologi Undercooling Perkuat Penanganan Karhutla Gambut di Kalsel

Kamis, 3 September 2026 - 17:49 WIB

KWI dan TNI AU Susun Roadmap MoU untuk Perkuat Pembinaan Rohani Prajurit Katolik

Rabu, 2 September 2026 - 14:06 WIB

Pastikan Jembatan Garuda Berdaya Guna, Korem 081/DSJ Tinjau Infrastruktur di Madiun

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Babinsa Mergayu Turun ke Sawah, Bantu Petani Bersihkan Gulma Padi

Berita Terbaru

Foto: (kanan) Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Dr. Ahmad Doli Kurnia Tandjung, (kiri) Ketua Umum FSPPI Dr. Rizal Djibran. (Dok: Istimewa)

Entertainment

Baleg DPR Dorong Blueprint FSPPI untuk Pembenahan Ekosistem Perfilman

Jumat, 11 Sep 2026 - 15:07 WIB