BALIKPAPAN – Menyambut meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026. Pembentukan satgas ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi energi selama periode Ramadan hingga puncak arus balik Lebaran di wilayah Kalimantan.
Satgas RAFI dibentuk untuk mengantisipasi potensi lonjakan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) serta memastikan seluruh rantai distribusi energi berjalan optimal. Tim ini akan melakukan pengawasan intensif terhadap ketersediaan stok BBM, LPG, hingga avtur di berbagai fasilitas distribusi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Eddie Mangun, menjelaskan bahwa satgas tersebut memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pasokan energi di tengah peningkatan aktivitas masyarakat selama Ramadan dan Lebaran.
Menurutnya, Satgas RAFI akan bekerja dengan sistem pemantauan terpadu terhadap seluruh infrastruktur distribusi energi yang dimiliki Pertamina, mulai dari terminal BBM, armada mobil tangki, hingga kapal tanker yang melayani wilayah Kalimantan.
“Satgas ini bertugas memastikan seluruh rantai distribusi energi berjalan dengan baik. Kami melakukan pemantauan ketat terhadap ketahanan stok serta kesiapan infrastruktur distribusi, termasuk armada mobil tangki dan kapal tanker yang melayani wilayah Kalimantan,” ujar Eddie dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu (14/3/2026).
Berdasarkan proyeksi internal perusahaan, konsumsi BBM selama periode Ramadan hingga Idulfitri tahun ini diperkirakan mengalami kenaikan sekitar 2 hingga 3 persen dibandingkan hari normal. Peningkatan tersebut dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun aktivitas ekonomi selama bulan Ramadan.
Untuk menjangkau daerah yang sulit diakses atau wilayah terpencil di Kalimantan, Pertamina juga menyiapkan strategi distribusi alternatif. Salah satunya adalah pemanfaatan jalur udara untuk mengangkut BBM apabila distribusi melalui jalur darat maupun laut mengalami kendala.
“Untuk wilayah-wilayah tertentu yang memiliki keterbatasan akses distribusi, kami telah menyiapkan skema alternatif dengan memanfaatkan pesawat. Ini sebagai bentuk komitmen kami agar pasokan energi tetap terjaga,” kata Eddie.
Selain memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat umum, Pertamina juga memberikan perhatian khusus terhadap kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) yang saat ini menjadi salah satu pusat aktivitas pembangunan nasional.
Seiring meningkatnya mobilitas kendaraan di jalur menuju kawasan IKN, Pertamina menyiapkan layanan pengisian BBM modular yang bersifat fleksibel. Fasilitas ini dapat dioperasikan sewaktu-waktu untuk mendukung kebutuhan bahan bakar serta membantu mengurai potensi kepadatan di SPBU reguler.
“Dengan adanya fasilitas modular ini, kami dapat memperkuat layanan distribusi BBM di jalur strategis, khususnya di kawasan yang berpotensi mengalami lonjakan kendaraan saat arus mudik maupun arus balik,” jelas Eddie.
Di sisi lain, Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan energi secara bijak dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Perusahaan menegaskan bahwa stok BBM selama periode Ramadan dan Idulfitri dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Eddie mengingatkan bahwa praktik penimbunan BBM di rumah menggunakan wadah yang tidak standar sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan risiko kebakaran.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau menyimpan BBM dalam jumlah besar di rumah. Tempat paling aman untuk penyimpanan BBM adalah di tangki resmi SPBU atau fasilitas depot yang telah memenuhi standar keselamatan,” tegasnya.
Sosialisasi kesiapan energi tersebut disampaikan Pertamina dalam agenda silaturahmi dan buka puasa bersama awak media di Balikpapan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun komunikasi terbuka dengan publik sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat mengenai ketersediaan energi selama masa libur Lebaran.
Melalui pembentukan Satgas RAFI 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas pasokan energi serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya selama momentum mudik Idulfitri yang menjadi salah satu periode mobilitas tertinggi setiap tahunnya.
Reporter: Fahmy Nurdin
Editor: Fahmy Nurdin




































