BARA JP Instruksikan Kader Tetap Tenang dan Fokus Dukung Stabilitas Nasional

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua Umum BARA JP, Willem Frans Ansanay, memberikan keterangan kepada wartawan terkait polemik yang menyeret nama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan isu ketidakhadiran Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada peringatan Hari Lahir Pancasila

Foto: Ketua Umum BARA JP, Willem Frans Ansanay, memberikan keterangan kepada wartawan terkait polemik yang menyeret nama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan isu ketidakhadiran Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada peringatan Hari Lahir Pancasila

JAKARTA – Ketua Umum BARA JP, Willem Frans Ansanay, meminta masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan terkait polemik yang menyeret nama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad maupun spekulasi mengenai ketidakhadiran Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026.

Frans menegaskan pentingnya memahami konteks secara utuh sebelum memberikan penilaian terhadap informasi yang beredar luas di media sosial dan berbagai platform digital.

Menurutnya, sepulang dari kunjungan ke Chongqing, Tiongkok, ia menerima banyak laporan dan pertanyaan dari pengurus serta kader BARA JP di berbagai daerah terkait isu dugaan ucapan “Asal Jangan Hidup Jokowi” yang dikaitkan dengan Dasco, serta absennya Jokowi dalam agenda kenegaraan tersebut.

“Saya melihat mayoritas kader hanya meminta kejelasan dan klarifikasi. Mereka tidak serta-merta menyalahkan siapa pun. Ini menunjukkan masyarakat masih ingin mendapatkan informasi yang utuh dan objektif,” kata Frans kepada wartawan, Minggu (14/6/2026).

Ia menilai kemungkinan adanya pihak-pihak tertentu yang sengaja membangun narasi untuk menciptakan kesan keretakan hubungan antara Jokowi, Presiden Prabowo Subianto, dan Sufmi Dasco Ahmad.

Menurut Frans, Dasco merupakan salah satu tokoh penting di Partai Gerindra yang memiliki kedekatan serta kepercayaan tinggi dari Presiden Prabowo. Karena itu, berbagai informasi yang menyeret namanya perlu disikapi secara cermat dan proporsional.

“Di era digital dan kecerdasan buatan seperti sekarang, informasi dapat dipotong, diedit, bahkan direkayasa sehingga terlihat meyakinkan. Karena itu, masyarakat harus lebih bijak menyikapi informasi yang viral,” ujarnya.

Hubungan Jokowi dan Prabowo Dinilai Tetap Solid

Frans menepis anggapan bahwa polemik yang berkembang dapat mengganggu hubungan antara Jokowi dan Prabowo. Menurutnya, relasi kedua tokoh tersebut dibangun melalui perjalanan politik yang panjang dan memiliki fondasi yang kuat.

Ia menilai dukungan Jokowi kepada Prabowo pada Pilpres 2024 menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk konfigurasi politik nasional saat ini.

“Kalau hanya karena isu viral lalu disimpulkan hubungan Jokowi dan Prabowo renggang, menurut saya itu terlalu jauh. Pak Prabowo adalah sosok yang rasional dan mampu melihat persoalan secara objektif,” tegasnya.

Frans juga menyebut Presiden Prabowo sebagai figur negarawan yang memahami pentingnya menjaga persatuan bangsa di atas kepentingan politik jangka pendek.

Soroti Polemik Absennya Jokowi

Selain menanggapi isu yang menyeret Dasco, Willem juga menyoroti polemik ketidakhadiran Jokowi dalam peringatan Hari Lahir Pancasila yang memunculkan berbagai spekulasi politik.

Sebagai relawan yang tetap menghormati Jokowi, ia menilai persoalan tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Willem mengacu pada penjelasan pihak Sekretariat Jokowi yang menyebut undangan acara tersebut tidak diterima oleh mantan presiden tersebut.

“Bisa saja terjadi persoalan administratif dalam distribusi undangan. Tidak semua hal harus ditarik ke ranah konflik politik,” katanya.

Ia juga menolak spekulasi yang mengaitkan absennya Jokowi dengan kehadiran Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam acara yang sama. Menurutnya, banyak tokoh nasional yang tidak hadir karena agenda masing-masing sehingga tidak tepat jika ketidakhadiran seseorang langsung dikaitkan dengan ketegangan politik.

Tokoh Bangsa Harus Menjadi Simbol Persatuan

Lebih lanjut, Frans menegaskan bahwa hubungan baik antara Jokowi, Prabowo Subianto, Megawati Soekarnoputri, dan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merupakan modal penting untuk menjaga persatuan nasional.

Ia berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berupaya membenturkan para tokoh bangsa demi kepentingan tertentu.

“Kedekatan para pemimpin bangsa harus menjadi contoh bahwa perbedaan politik tidak harus berujung pada perpecahan. Bangsa ini membutuhkan persatuan untuk menghadapi tantangan pembangunan ke depan,” ujarnya.

Menurut Frans, meski masih ada pihak-pihak yang terus melontarkan kritik atau serangan terhadap Jokowi, mantan presiden tersebut memilih untuk tidak memberikan respons berlebihan.

BARA JP Tegaskan Dukungan kepada Jokowi dan Pemerintahan Prabowo-Gibran

Menutup pernyataannya, Frans memastikan BARA JP tetap berada dalam garis dukungan yang selama ini ditunjukkan Jokowi. Ia mengatakan seluruh kader di daerah telah diinstruksikan untuk tetap tenang, tidak terpengaruh provokasi, dan fokus mendukung stabilitas nasional.

“Kami belajar dari Pak Jokowi. Sikap kami jelas, tetap tenang, mengamati situasi, dan mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran. Posisi BARA JP tetap bersama Pak Jokowi dan bersama pemerintahan Prabowo-Gibran,” pungkasnya.

Berita Terkait

Negara Hadir Lindungi Aset Keagamaan, Kejari dan BPN Purbalingga Pastikan Legalitas Tanah Gereja HKBP Bukateja
Polri dan PBNU teken MoU, Sepakat Jaga Kamtibmas Bersama Lindungi Generasi Muda
Eksklusif Podcast EdShareOn: Greenpeace Bongkar Fakta Mengejutkan Sumber Asap Baru Karhutla Indonesia
Bupati dan Sekda Absen dalam RDPU, Pemuda Pertanyakan Masa Depan Gunung Tampomas
Mayjen TNI Mar (Purn.) Bambang Sutrisno Ajak Generasi Muda Kobarkan Semangat Sumpah Pemuda
Wali Kota Jakpus Arifin Tinjau Korban Kebakaran di Menteng, Pemprov DKI Siapkan Bantuan bagi Warga
Kapolri Tegaskan Penegakan Hukum Berkeadilan dan Pelayanan Humanis Jadi Prioritas Polri
Polda Metro Jaya, TNI dan Pemprov DKI Perkuat Sinergi Kawal Aspirasi pada Hari Sumpah Pemuda
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:50 WIB

Polri dan PBNU teken MoU, Sepakat Jaga Kamtibmas Bersama Lindungi Generasi Muda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Eksklusif Podcast EdShareOn: Greenpeace Bongkar Fakta Mengejutkan Sumber Asap Baru Karhutla Indonesia

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:04 WIB

Bupati dan Sekda Absen dalam RDPU, Pemuda Pertanyakan Masa Depan Gunung Tampomas

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Mayjen TNI Mar (Purn.) Bambang Sutrisno Ajak Generasi Muda Kobarkan Semangat Sumpah Pemuda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Wali Kota Jakpus Arifin Tinjau Korban Kebakaran di Menteng, Pemprov DKI Siapkan Bantuan bagi Warga

Berita Terbaru

Foto: Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin, menyerahkan ijazah kepada salah satu penerima manfaat dalam kegiatan Pemutihan Ijazah Tahap II Tahun 2026 di Ruang Serbaguna Utama Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026).

Wali Kota Jakarta Pusat

Arifin: Jangan Biarkan Masa Depan Warga Terhenti karena Ijazah Tertahan

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:55 WIB