Pemkot Jakarta Timur Kebut Pengangkutan Sampah Lama di Pasar Induk Kramat Jati

- Jurnalis

Senin, 12 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur terus mengintensifkan penanganan tumpukan sampah di kawasan Pasar Induk Kramat Jati. Memasuki hari keempat penanganan, pada Minggu (11/1/2026). (Dok-MetroTVNews.com/Cony Brilliana)

Foto: Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur terus mengintensifkan penanganan tumpukan sampah di kawasan Pasar Induk Kramat Jati. Memasuki hari keempat penanganan, pada Minggu (11/1/2026). (Dok-MetroTVNews.com/Cony Brilliana)

JAKARTA – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur terus mengintensifkan penanganan tumpukan sampah di kawasan Pasar Induk Kramat Jati. Memasuki hari keempat penanganan dikutip MetroTVNews.com, pada Minggu (11/1/2026), puluhan armada pengangkut dikerahkan untuk mempercepat pembersihan sampah lama yang selama ini dikeluhkan pedagang dan warga sekitar karena menimbulkan bau menyengat.

Upaya pengangkutan dilakukan secara terpadu oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Timur bersama Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Kramat Jati, Unit Pengelola Sampah Badan Air, serta dukungan tambahan armada dari Sudin LH Kepulauan Seribu. Secara keseluruhan, sebanyak 48 unit kendaraan operasional diturunkan untuk memaksimalkan pengurangan timbunan sampah di area pasar induk terbesar di Jakarta tersebut.

Kepala Satuan Pelaksana Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Kramat Jati, Dwi Firmansyah, menyebutkan bahwa tinggi tumpukan sampah yang sebelumnya mencapai sekitar dua meter kini sudah berangsur menurun signifikan. Menurutnya, pengangkutan sampah lama menjadi prioritas utama karena menjadi sumber utama bau tidak sedap.

“Untuk ketinggian sudah jauh berkurang, sebelumnya sekitar dua meter. Sampah-sampah lama sudah mulai tereduksi, sehingga ke depan diharapkan bau menyengat bisa diminimalisasi,” ujar Dwi saat ditemui di lokasi, Minggu (11/1/2026).

Dwi menjelaskan, sejak dimulainya penanganan pada Kamis lalu, pihaknya telah mengangkut sekitar 1.300 ton sampah dengan total 78 ritasi menggunakan berbagai jenis kendaraan. Proses pengangkutan masih terus digenjot dengan mendorong setiap armada melakukan lebih dari satu ritasi per hari agar target pembersihan dapat tercapai lebih cepat.

“Kami masuk hari keempat, dari Kamis sampai Minggu. Alhamdulillah sudah terangkut kurang lebih 1.300 ton dengan sekitar 78 ritasi. Ke depan, kami targetkan setiap armada bisa dua kali ritasi dalam sehari,” katanya.

Dengan pola tersebut, Pemkot Jakarta Timur menargetkan volume pengangkutan dapat mencapai 1.800 hingga 2.000 ton dalam waktu relatif singkat. Selain mengurangi volume timbunan, langkah ini dinilai krusial untuk memulihkan kenyamanan lingkungan pasar dan aktivitas ekonomi para pedagang.

Tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati sebelumnya menjadi sorotan setelah adanya laporan masyarakat mengenai bau menyengat yang mengganggu aktivitas dan kesehatan lingkungan. Penumpukan dipicu oleh meningkatnya volume sampah, terutama saat musim panen buah dan sayuran yang membuat produksi limbah organik melonjak tajam.

Selain faktor musiman, gangguan operasional berupa keterlambatan armada akibat perbaikan kendaraan juga sempat memperlambat proses pengangkutan. Pemerintah daerah memastikan kendala tersebut kini telah diantisipasi dengan penambahan armada dan pengaturan ritasi yang lebih intensif.

Pemkot Jakarta Timur menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan sampah di Pasar Induk Kramat Jati secara bertahap dan berkelanjutan, sembari menyiapkan langkah pencegahan agar penumpukan serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Silaturahmi IKWI Jaya Perkuat Hubungan Kekeluargaan Pengurus dan Anggota
AHY Sebut Taklimat Awal 2026 Momentum Evaluasi dan Penajaman Arah Infrastruktur
Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Strategi Negara Memutus Kemiskinan Antargenerasi
DAN-RI: Kepemimpinan Sejati Ditempa Proses Panjang, Bukan Sekadar Pencitraan
Hidayat Humaid Ditetapkan Jadi Calon Tunggal Ketum KONI DKI 2026–2030
DJKI Tegaskan Pengelolaan Royalti Harus Sesuai Aturan Perundang-undangan
Pemerintah Bentuk Satgas Percepatan Rehabilitasi-Rekonstruksi Aceh, Sumut, dan Sumbar
Desakan Transparansi Menguat, GEMARI Jakarta Nilai KPK Belum Tegas soal Penanganan Dugaan Kasus SF Hariyanto
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 19:24 WIB

Silaturahmi IKWI Jaya Perkuat Hubungan Kekeluargaan Pengurus dan Anggota

Senin, 12 Januari 2026 - 17:16 WIB

AHY Sebut Taklimat Awal 2026 Momentum Evaluasi dan Penajaman Arah Infrastruktur

Senin, 12 Januari 2026 - 16:34 WIB

Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Strategi Negara Memutus Kemiskinan Antargenerasi

Senin, 12 Januari 2026 - 13:06 WIB

DAN-RI: Kepemimpinan Sejati Ditempa Proses Panjang, Bukan Sekadar Pencitraan

Senin, 12 Januari 2026 - 08:15 WIB

Pemkot Jakarta Timur Kebut Pengangkutan Sampah Lama di Pasar Induk Kramat Jati

Berita Terbaru

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menggelar silaturahmi dengan para pemimpin redaksi media nasional sebagai upaya memperkuat komunikasi antara pemerintah dan publik

Hukum & Kriminal

Menkum Supratman Temui Pemred, Bahas KUHP hingga Transformasi Digital

Senin, 12 Jan 2026 - 17:05 WIB