Ronal Surapradja: Pemerintah Harus Pangkas Jarak dengan Rakyat di Era Digital

- Jurnalis

Senin, 26 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Artis sekaligus politisi Ronal Surapradja menilai pemerintah harus segera beradaptasi dengan perubahan lanskap komunikasi di era digital jika ingin kembali membangun kepercayaan publik, khususnya generasi muda.

Artis sekaligus politisi Ronal Surapradja menilai pemerintah harus segera beradaptasi dengan perubahan lanskap komunikasi di era digital jika ingin kembali membangun kepercayaan publik, khususnya generasi muda.

Jakarta – Artis sekaligus politisi Ronal Surapradja menilai pemerintah harus segera beradaptasi dengan perubahan lanskap komunikasi di era digital jika ingin kembali membangun kepercayaan publik, khususnya generasi muda.

Hal tersebut disampaikan Ronal saat menjadi pembicara dalam Executive Breakfast Meeting (EBM) Seri ke-5 yang digelar IKA FIKOM UNPAD, Senin (26/1), di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

Dulu mungkin orang nggak mau percaya sama pemerintah karena komunikasinya nggak baik. Sekarang sudah banyak pembenahan, tapi pemerintah harus mau komunikasi dua arah, memangkas jarak dengan rakyat,” ujar Ronal.

Menurutnya, mayoritas masyarakat saat ini hidup dalam ekosistem digital yang menuntut pendekatan komunikasi berbeda dari pola lama yang bersifat satu arah. Ia mengingatkan agar pejabat publik tidak terjebak pada cara komunikasi generasi sebelumnya.

Sekarang janji temu itu akrab dengan digital. Cara komunikasi harus beda. Takutnya mereka yang masih generasi baby boomer atau Gen X nggak terlalu bisa menangkap perubahan,” kata Ronal.
Ronal menegaskan, generasi muda dalam beberapa tahun ke depan akan menjadi penentu arah kebijakan nasional. Oleh karena itu, pemerintah perlu mulai mempersiapkan proses transisi kepemimpinan dan pola komunikasi yang relevan.

Dalam beberapa tahun ke depan, merekalah yang menjadi penentu kebijakan. Kami yang lebih tua punya beban untuk memberikan tongkat estafet, karena mereka sudah ditunggu oleh zamannya,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kondisi demokrasi di Indonesia yang menurutnya masih belum sepenuhnya terbuka. Ronal menyebut demokrasi di Tanah Air masih berada dalam fase rapuh dan rentan dibatasi oleh kekuasaan.

Faktanya, demokrasi di Indonesia masih bisa disebut demokrasi semu. Negara kita masih muda secara demokrasi. Bahkan di negara demokrasi tua seperti Amerika pun masih ada persekusi,” katanya.
Ronal menilai, ketika suara minoritas bertentangan dengan mayoritas yang berkuasa, ruang demokrasi berpotensi dipersempit.

Kalau sudah bertentangan dengan suara mayoritas yang punya kekuasaan, demokrasi bisa dimatikan atau dikondisikan supaya tidak mengganggu,” ujarnya.
EBM Seri ke-5 mengusung tema “Riah-Riuh Komunikasi”, terinspirasi dari buku terbaru pengamat komunikasi politik Hendri Satrio. Forum ini membahas peran komunikasi publik dalam tata kelola pemerintahan, pengambilan kebijakan, serta pengelolaan persepsi dan kepercayaan publik di era keterbukaan informasi.

Selain Ronal Surapradja, kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah tokoh nasional, antara lain Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo sebagai keynote speaker, Hendri Satrio, Rocky Gerung, Sabrang MDP (Noe Letto), dan Maman Suherman.

Berita Terkait

Polri Perkuat Mitigasi Karhutla Hadapi El Nino 2026, Kesiapsiagaan Nasional Ditingkatkan Sesuai Arahan Presiden
KUMITRA Jambore 2026 Raup Potensi Transaksi Rp6,88 Miliar, Kementerian UMKM Genjot Wirausaha Muda
Tokoh Muslim Papua Sampaikan Dukungan terhadap Dr. Amirullah untuk Calon Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua Periode 2026-2031
Mendagri Tito Dampingi Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN
GNK Soroti Peran Jokowi, Minta PSI Fokus Benahi Internal Sebelum Bidik Pilpres 2029
AHY Dorong KUNCI Bersama Jadi Motor Pertumbuhan Baru Jabar-Jateng Berbasis Aglomerasi Polisentris
Konferensi Cabang Perdana PCNU se-Papua Pegunungan Perkuat Konsolidasi Organisasi, Teguhkan Komitmen Pengabdian untuk Umat dan Bangsa
Tarif PNBP Kemenkum Disesuaikan, Merek UMKM Tetap Rp500 Ribu dan Hak Cipta Lagu Gratis Mulai Agustus 2026
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:59 WIB

Polri Perkuat Mitigasi Karhutla Hadapi El Nino 2026, Kesiapsiagaan Nasional Ditingkatkan Sesuai Arahan Presiden

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:00 WIB

KUMITRA Jambore 2026 Raup Potensi Transaksi Rp6,88 Miliar, Kementerian UMKM Genjot Wirausaha Muda

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:36 WIB

Tokoh Muslim Papua Sampaikan Dukungan terhadap Dr. Amirullah untuk Calon Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua Periode 2026-2031

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:14 WIB

Mendagri Tito Dampingi Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:34 WIB

GNK Soroti Peran Jokowi, Minta PSI Fokus Benahi Internal Sebelum Bidik Pilpres 2029

Berita Terbaru