JAKARTA – Polemik rumah tangga Ketua Pelaksana Tugas (PLT) Relawan Tegak Lurus Prabowo Korwil Jakarta Timur, Euis Ernawati, dengan seorang pria yang mengaku bergelar Habib mencuat ke publik setelah Euis mengungkapkan secara terbuka kronologi pertikaian dan dugaan kekerasan dalam rumah tangga non-verbal yang dialaminya.
Dalam sebuah pernyataan tertulis yang ditujukan kepada Pimpinan Redaksi Media Cetak, Online, dan Streaming, Euis Ernawati menjelaskan bahwa hubungan rumah tangganya dengan pria bernama Habib Abdullah bin Umar Albar (59), yang dimulai sejak perkenalan via WhatsApp pada April 2021, berubah menjadi pengalaman pahit yang penuh tekanan dan janji-janji palsu.
Euis mengungkapkan bahwa pernikahan siri mereka dilangsungkan pada 17 Februari 2024 di Cianjur, Jawa Barat, dengan restu ibunya. Namun, sejak tinggal bersama di Jakarta, Euis menyatakan bahwa dirinya diperlakukan layaknya asisten rumah tangga, tanpa pernah mendapatkan kasih sayang atau perlakuan sebagai seorang istri.
“Nyaris tak pernah ada komunikasi harmonis. Saya hanya melayani segala kebutuhan rumah tangga tanpa perhatian, bahkan harus tidur terpisah dengan anak karena suami tidak berkenan,” tulis Euis dalam pernyataannya, Selasa (6/5/2025).
Lebih lanjut, ia juga membeberkan bahwa selama pernikahan, Abdullah tidak menepati janji untuk menikah resmi di KUA dan mengurus perceraian Euis dengan mantan suaminya. Bahkan, pada 3 April 2025, menjelang mudik lebaran, Abdullah secara sepihak menceraikannya lewat pesan WhatsApp.
“Isi pesannya membuat saya syok, terpuruk, dan sakit hingga kini masih dalam perawatan medis,” ujar Euis yang kini menjalani pengobatan di RS Pasar Rebo, Jakarta.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada sang ibu, Imas Masriah, serta Ketua Presidium Relawan Tegak Lurus Prabowo, Ir. H. Arse Pane, atas dukungan moril yang telah diberikan selama masa sulit tersebut.
Euis menyatakan bahwa dirinya menolak tegas segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga, termasuk yang bersifat non-verbal, seperti pengabaian emosional dan pembatasan hak.
“Sebagai seorang perempuan dan Ketua Relawan, saya ingin kasus ini menjadi pelajaran. Saya akan terus memperjuangkan hak dan martabat saya,” tegas Euis.
Kasus ini pun menjadi sorotan di kalangan relawan dan masyarakat, yang kini menanti respons resmi dari pihak pria terkait tuduhan yang dilayangkan Euis Ernawati.
Penulis : Fahmy Nurdin
Editor : Fahmy Nurdin




































