Tarbiyatul Falah Al-Malikiyyah: Pesantren Mandiri Demi Santri Hebat

- Jurnalis

Minggu, 8 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Bangun Generasi Santri Hebat, “Pesantren Tarbiyatul Falah Al-Malikiyyah”, Perjuangkan Asrama”

“Bangun Generasi Santri Hebat, “Pesantren Tarbiyatul Falah Al-Malikiyyah”, Perjuangkan Asrama”

 

LEBAK, BANTEN – Di tengah mahalnya biaya pendidikan di berbagai daerah, sebuah pondok pesantren di pelosok Kabupaten Lebak, Banten, justru hadir sebagai oase bagi masyarakat kurang mampu. Pondok Pesantren Tarbiyatul Falah Al-Malikiyyah, yang diasuh oleh KH . Zamzami bersama sang istri Hj. Siti Nurlelah, membuka pintu pendidikan tanpa memungut biaya apa pun—kecuali iuran makan sebesar Rp400 ribu per bulan.

 

Terletak di Jl. Raya Sampay KM 18, Kampung Pasir Akmad, Desa Muara Dua, Kecamatan Cikukur, pesantren ini berdiri di atas cita-cita luhur: mencetak generasi alim ulama dari kalangan masyarakat biasa, tanpa membebani mereka secara finansial.

 

“Biaya itu murni hanya untuk makan. Lemari, tempat tidur, bahkan listrik, semuanya disiapkan oleh pesantren. Kami tidak tarik uang bangunan, tidak ada SPP,” ujar KH Zamzami saat dihubungi pada Sabtu (7/6/2025).

 

Sejarah Perjuangan: Berawal Satu lantai Hingga saat ini Bangunan Empat Lantai

 

Pesantren ini bermula dari tanah milik orang tua alm. KH. Abdul Malik dengan nama Pondok Pesantren Darul Ulum Al-Malikiyyah yang berdiri pada tahun 1960 an hingga saat ini dan

KH. Zamzami pada tahun 2015 membuka Pondok PesantrenTarbiyatul Falah Al-Malikiyyah, dengan lokasi yang tidak jauh dari pondok pesantren milik alm Buya KH.Abdul malik sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua pendiri.

 

Proses pembangunan pesantren berjalan bertahap sejak 2015, termasuk asrama putri yang kini telah berdiri megah. Fokus pembangunan saat ini tertuju pada asrama putra empat lantai, yang kini telah mencapai progres 70%. Lantai keempat dijadwalkan mulai dibangun pekan depan.

 

“Ukuran bangunannya 15×22 meter. Diperkirakan masih butuh biaya Rp400-500 juta lagi. Setiap lantai punya kamar mandi dan WC masing-masing, tidak seperti asrama putri,” jelas KH Zamzami.

 

Rencananya, bangunan ini akan memiliki 28 kamar ukuran 4×4 meter, lengkap untuk menunjang kenyamanan santri putra.

 

Disiplin, Penuh Semangat, Tanpa Donatur Tetap

 

Saat ini, Pondok Pesantren Tarbiyatul Falah Al-Malikiyyah membina sekitar 250 santri putra dan putri, dengan delapan pengajar yang turut mengasuh dan mendampingi santri setiap hari. Sistem pembelajaran mengacu pada tradisi salafiyah, dipadukan dengan kegiatan ekstrakurikuler seperti MTQ, tahfidz, dan retorika dakwah.

 

Kehidupan santri berlangsung teratur dan padat, dimulai sejak pukul 05.30 pagi hingga 22.00 malam. Mereka belajar kitab, mengaji, menghafal, dan mengikuti kegiatan yang disesuaikan dengan minat dan potensi masing-masing.

 

“Kami lihat potensi anak. Kalau bagus hafalan, kita arahkan ke MTQ. Kalau pandai bicara, kita bimbing retorikanya. Kami ingin mereka jadi pejuang ilmu, bukan hanya penghafal kitab,” tutur KH Zamzami.

 

Meski tanpa donatur tetap, pembangunan pesantren terus berjalan. Semuanya dilakukan secara gotong-royong dan dengan semangat tulus para pengasuh dan masyarakat sekitar.

 

“Kami tidak pernah meminta-minta, hanya berharap ada yang ikut peduli. Yang terpenting, mohon doanya agar pesantren ini tetap berjalan, anak-anak sehat, dan menjadi generasi berguna,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

 

Idul Adha dan Asa Masa Depan

 

Menjelang Idul Adha tahun ini, pesantren juga akan melaksanakan pemotongan hewan kurban, meskipun secara sederhana.

 

“Tahun ini hanya dapat kambing, tapi anak-anak tetap antusias. Semangat mereka luar biasa,” ungkap KH Zamzami.

 

Ia pun menutup perbincangan dengan harapan besar: “Semoga setiap santri di sini mendapatkan ilmu yang bermanfaat, menjadi pemimpin masa depan, dan bisa membawa cahaya Islam ke tengah masyarakat.”

 

🕌 Informasi Pendaftaran Santri Baru

 

Pondok Pesantren Tarbiyatul Falah Al-Malikiyyah membuka pendaftaran santri baru tahun ajaran 2025 dengan ketentuan sebagai berikut:

 

🔹 Syarat Pendaftaran:

Cukup membawa Kartu Keluarga (KK) dan KTP.

 

🔹 Biaya Pendidikan:

Rp400.000 per bulan

(Sudah termasuk makan 3 kali sehari, tanpa pungutan lain.)

 

🔹 Dukungan Pembangunan:

Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam pembangunan pesantren, khususnya asrama putra, dapat menghubungi:

📞 0823 3178 3388

Penulis : Matyadi

Editor : Helmi AR

Berita Terkait

Kasatlak Pendidikan Duren Sawit Intensifkan Monev Jelang Hari Pertama Semester Genap 2025-2026
Anindya Yuris Sudiro Lolos sebagai Finalis Duta Pendidikan Jawa Barat 2026, Satu-satunya Perwakilan dari Kota Depok
Aksi Simpatik Jukir Kalideres Rayakan Hari Guru di SDN 07
Mahasiswa UNY Galakkan Donor Darah Lewat Red Heroes Project, Dorong Dukungan pada SDGs
Mahasiswa Curang Dijatuhi DO, Binus Tegaskan Komitmen Integritas di Era AI
Madrasah Papua Unjuk Kualitas: Empat Siswa Borong Medali di Olimpiade Madrasah Indonesia 2025
PWI Jaya Beri Pembekalan Literasi Media untuk MKKS SMK DKI
Siswi MTsN Kota Jayapura Wakili Papua di Olimpiade Bahasa Arab Nasional ke-8: Bukti Kebangkitan Pendidikan Bahasa Arab di Tanah Papua
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 2 Januari 2026 - 22:33 WIB

Kasatlak Pendidikan Duren Sawit Intensifkan Monev Jelang Hari Pertama Semester Genap 2025-2026

Selasa, 16 Desember 2025 - 15:40 WIB

Anindya Yuris Sudiro Lolos sebagai Finalis Duta Pendidikan Jawa Barat 2026, Satu-satunya Perwakilan dari Kota Depok

Selasa, 25 November 2025 - 18:32 WIB

Aksi Simpatik Jukir Kalideres Rayakan Hari Guru di SDN 07

Senin, 24 November 2025 - 16:07 WIB

Mahasiswa UNY Galakkan Donor Darah Lewat Red Heroes Project, Dorong Dukungan pada SDGs

Minggu, 23 November 2025 - 18:46 WIB

Mahasiswa Curang Dijatuhi DO, Binus Tegaskan Komitmen Integritas di Era AI

Berita Terbaru

Foto: Kapolsek Tambora Kompol Muhammad Kukuh Islami memberikan arahan kepada personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP, dan unsur pemerintah daerah saat Apel Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) di Kelurahan Jembatan Lima, Jakarta Barat

TNI & POLRI

Polsek Tambora Bersama Tiga Pilar Perketat Pengamanan Malam Hari

Minggu, 25 Jan 2026 - 19:43 WIB

Foto: Dr. Bagus Sudarmanto, S.Sos., M.Si. Seorang pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DKI Jakarta berpose di sela kegiatan organisasi, dengan latar belakang logo PWI

Opini

HPN 2026: Putusan MK Sudah Ada, Tapi Wartawan Masih Rentan

Minggu, 25 Jan 2026 - 16:11 WIB