Banding Ditolak, Razman Arif Nasution Tetap Dihukum 1 Tahun 6 Bulan Penjara

- Jurnalis

Minggu, 23 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Razman Arif Nasution divonis 1,5 tahun penjara atas kasus pencemaran nama baik Hotman Paris. (Dok-Istimewa)

Foto: Razman Arif Nasution divonis 1,5 tahun penjara atas kasus pencemaran nama baik Hotman Paris. (Dok-Istimewa)

JAKARTA – Polemik hukum antara dua advokat ternama, Razman Arif Nasution dan Hotman Paris Hutapea, mencapai babak penting setelah Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta resmi menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara yang menjatuhkan pidana 1 tahun 6 bulan penjara kepada Razman. Putusan tingkat banding tersebut dipublikasikan melalui Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) pada Minggu (23/11/2025).

Dalam amar putusannya, PT DKI Jakarta menyatakan “Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 1057/Pid.Sus/2024/PN Jkt.Utr tanggal 30 September 2025”, menegaskan bahwa tidak terdapat alasan hukum yang cukup untuk membatalkan atau mengubah vonis sebelumnya.

Perkara bernomor 223/PID.SUS/2025/PT DKI itu diperiksa majelis hakim banding yang diketuai Istiningsih Rahayu, dengan anggota Teguh Harianto dan Edi Hasmi, serta Tri Sulistiono sebagai panitera pengganti. Putusan dibacakan dalam sidang terbuka pada 17 November 2025.

Majelis menilai, seluruh unsur tindak pidana terkait pencemaran nama baik sebagaimana didakwakan oleh jaksa telah terpenuhi. Keterangan saksi, alat bukti elektronik, dan pernyataan terdakwa dianggap selaras memperkuat konstruksi hukum yang telah dinilai sah oleh pengadilan tingkat pertama.

Kasus ini berawal dari rangkaian pernyataan publik Razman yang dianggap merugikan reputasi Hotman Paris sebagai advokat. Jaksa penuntut menilai pernyataan tersebut tidak hanya menyerang kehormatan pribadi, tetapi juga mencoreng profesi hukum yang harus mengedepankan etika dan integritas.

PN Jakarta Utara dalam putusannya menetapkan Razman bersalah dan menjatuhkan pidana 1 tahun 6 bulan penjara serta denda Rp200 juta subsider 4 bulan kurungan. Putusan itu kemudian diajukan banding oleh pihak terdakwa.

Vonis yang dikuatkan PT DKI Jakarta ini lebih rendah dari tuntutan jaksa, yang sebelumnya menuntut Razman dihukum 2 tahun penjara ditambah denda Rp200 juta subsider 4 bulan kurungan.

Majelis banding tetap mempertimbangkan hal-hal yang meringankan maupun memberatkan, termasuk posisi terdakwa sebagai advokat dan dampak pernyataannya terhadap pihak yang dirugikan.

Penguatan vonis oleh PT DKI Jakarta menegaskan bahwa perkara pencemaran nama baik melalui media terbuka tetap menjadi perhatian serius peradilan, terlebih jika dilakukan oleh tokoh publik dalam profesi penegakan hukum.

Kasus ini juga menyita perhatian publik karena melibatkan dua figur advokat yang kerap tampil dalam sorotan media. Putusan ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga etika profesi dan tanggung jawab dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Linda Susanti Didampingi Deolipa Yumara Penuhi Panggilan Dewas KPK, Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Wewenang Oknum Penyidik
Menkum Supratman Temui Pemred, Bahas KUHP hingga Transformasi Digital
GEMARI Jakarta Kritik KPK Dinilai Inkonsisten Terapkan KUHAP Baru dalam Perkara Plt Gubernur Riau
Nadiem Makarim dan Yudisialisasi Kebijakan Publik
Ditjenpas Gelar Tes Urin Massal, Libatkan 23 Ribu Warga Binaan di Seluruh Indonesia
Gudang Rokok Ilegal Senilai Hampir Rp400 Miliar Digerebek di Pekanbaru, Negara Selamatkan Potensi Kerugian Rp213 Miliar
Sindikat Internasional Narkoba Modus Vape Digulung di Bandara Soetta
DJKI Tegaskan Pembatalan Merek PITI Sesuai Putusan Inkracht, Pastikan Kepastian Hukum Merek Nasional
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 17:05 WIB

Menkum Supratman Temui Pemred, Bahas KUHP hingga Transformasi Digital

Senin, 12 Januari 2026 - 15:28 WIB

GEMARI Jakarta Kritik KPK Dinilai Inkonsisten Terapkan KUHAP Baru dalam Perkara Plt Gubernur Riau

Minggu, 11 Januari 2026 - 17:50 WIB

Nadiem Makarim dan Yudisialisasi Kebijakan Publik

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:10 WIB

Ditjenpas Gelar Tes Urin Massal, Libatkan 23 Ribu Warga Binaan di Seluruh Indonesia

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:27 WIB

Gudang Rokok Ilegal Senilai Hampir Rp400 Miliar Digerebek di Pekanbaru, Negara Selamatkan Potensi Kerugian Rp213 Miliar

Berita Terbaru

Lembaga Survei KedaiKOPI merilis laporan hasil riset kualitatif bertajuk Eksplorasi Kriteria Pemimpin Ideal Nasional pada Selasa (13/1/2026).

Nasional

Survei KedaiKOPI Ungkap Kriteria Pemimpin Ideal Versi Publik

Selasa, 13 Jan 2026 - 21:32 WIB

Anak-anak bermain sepakbola di depan Spanduk SPPG Pancoras Mas, yang telah terpasang di Lapangan KONI Depok. (Foto: hw)

Olahraga

Lapangan KONI Depok, Akhir dari Sebuah Cerita Panjang

Selasa, 13 Jan 2026 - 21:04 WIB