PEKERTI Gelar CEO Forum 2025, Dorong Sinergi Industri PKRT Hadapi Tantangan Menuju Indonesia Emas

- Jurnalis

Kamis, 11 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perusahaan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga Indonesia (PEKERTI) menggelar PEKERTI CEO Forum 2025 sebagai ruang strategis bagi para pemimpin perusahaan untuk membahas arah kebijakan dan masa depan industri Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT)

Perusahaan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga Indonesia (PEKERTI) menggelar PEKERTI CEO Forum 2025 sebagai ruang strategis bagi para pemimpin perusahaan untuk membahas arah kebijakan dan masa depan industri Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT)

JAKARTA –  Perusahaan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga Indonesia (PEKERTI) menggelar PEKERTI CEO Forum 2025 sebagai ruang strategis bagi para pemimpin perusahaan untuk membahas arah kebijakan dan masa depan industri Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT). Acara yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (11/12), mengangkat tema “Sinergi Industri PKRT Menghadapi Tantangan Menuju Indonesia Emas”.

Industri PKRT mencakup produk yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari tisu, detergen, pembersih lantai, disinfektan, pewangi ruangan, hingga pengendali serangga. Sektor ini dinilai memiliki peran vital dalam mendukung perilaku hidup bersih dan sehat, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap produk perawatan kesehatan rumah tangga.

Sebagai asosiasi yang menaungi perusahaan-perusahaan produsen, distributor, serta pelaku ekspor-impor produk PKRT, PEKERTI menegaskan bahwa forum ini menjadi momentum memperkuat komunikasi industri dengan pemerintah. Organisasi nirlaba itu selama ini berfungsi sebagai jembatan antara pelaku usaha dan regulator, khususnya terkait dinamika regulasi dan kebutuhan harmonisasi kebijakan.

Ketua Umum PEKERTI, Elly Mustrianita, mengatakan forum tersebut dirancang sebagai ruang dialog bagi pimpinan perusahaan untuk merespons perubahan industri yang semakin cepat.

> “Industri PKRT berada dalam fase transformasi yang memerlukan respons cepat dan koordinasi yang kuat. Forum ini diharapkan memperkuat pemahaman bersama serta menghasilkan langkah konkret untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan industri,” ujarnya.

Sejumlah pemangku kebijakan dan pakar dihadirkan sebagai pembicara, antara lain:

Dra. Eka Permatasari, Apt., M.K.M., Direktur Pengawasan Alkes Kementerian Kesehatan RI

Ir. Sopar Halomoan Sirait, M.Si., Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi Kementerian Perindustrian RI

Andi Siswanto, B.B.A., New Initiatives & Business Development Director WorldPanel by Numerator

Nani Hidayani, Wakil Ketua II PEKERTI

Berbagai sesi dalam forum tersebut membahas tren perkembangan industri PKRT, tantangan regulasi, kebijakan pemerintah dalam penguatan sektor kesehatan dan perindustrian, hingga peluang kolaborasi lintas sektor. Melalui diskusi panel dan insight session, peserta memperoleh gambaran komprehensif mengenai arah pasar dan kebijakan nasional.

Tidak hanya menjadi ruang diskusi, PEKERTI CEO Forum disebut mampu memperkuat komunikasi jangka panjang antara industri dan regulator. Dengan wadah seperti ini, perusahaan anggota dinilai dapat beradaptasi lebih cepat terhadap perubahan kebijakan, serta merumuskan strategi yang lebih tepat sasaran.

PEKERTI menegaskan, hasil dari forum tersebut akan dirangkum menjadi rekomendasi strategis bagi pengembangan industri PKRT, sekaligus menjadi pedoman bagi asosiasi dalam memperkuat kontribusi sektor PKRT terhadap ekosistem kesehatan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Perkumpulan Perusahaan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga Indonesia (PEKERTI) merupakan organisasi nirlaba yang menaungi perusahaan-perusahaan produsen, distributor, serta pelaku ekspor-impor produk PKRT. Berbadan hukum dan bersifat independen, PEKERTI berkomitmen mendorong penguatan ekosistem PKRT melalui advokasi kebijakan, peningkatan kapasitas industri, serta fasilitasi sinergi antara perusahaan anggota dan pemangku kepentingan. Organisasi ini berperan memastikan perkembangan industri PKRT selaras dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing nasional di pasar yang semakin kompetitif.

Berita Terkait

APKLI Minta Kepala Daerah Moratorium Pemberian Izin Retail Modern
Program BINA Lebaran 2026 Ditargetkan Catat Transaksi Rp53,38 Triliun
Airlangga Targetkan Transaksi BINA Lebaran 2026 Capai Rp53 Triliun, Dorong Konsumsi Domestik
Airlangga Dorong Talenta Semikonduktor, Indonesia Target Jadi Pemain Industri Chip Global
Airlangga Terima Dubes Belarus, Bahas Penguatan Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan
Fitch Pertahankan Peringkat Kredit RI di Level BBB, Outlook Direvisi Negatif
Kemenko Perekonomian Gelar Semarak Ramadan, Hadirkan Bazar UMKM dan Sembako Murah
Jelang Dunia Kerja, Mahasiswa ITB Didorong Hitung Angka Income Ideal
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 16:40 WIB

APKLI Minta Kepala Daerah Moratorium Pemberian Izin Retail Modern

Minggu, 8 Maret 2026 - 22:18 WIB

Program BINA Lebaran 2026 Ditargetkan Catat Transaksi Rp53,38 Triliun

Minggu, 8 Maret 2026 - 21:33 WIB

Airlangga Targetkan Transaksi BINA Lebaran 2026 Capai Rp53 Triliun, Dorong Konsumsi Domestik

Sabtu, 7 Maret 2026 - 06:00 WIB

Airlangga Dorong Talenta Semikonduktor, Indonesia Target Jadi Pemain Industri Chip Global

Sabtu, 7 Maret 2026 - 05:50 WIB

Airlangga Terima Dubes Belarus, Bahas Penguatan Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan

Berita Terbaru