Jakarta – Hujan berintensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Senin pagi (12/1) kembali menegaskan persoalan klasik ibu kota: banjir yang tak kunjung teratasi. Sejumlah wilayah di Jakarta Utara dilaporkan tergenang air, mengganggu mobilitas warga dan aktivitas pagi hari.
Pantauan dari berbagai laporan warga yang dibagikan melalui media sosial menunjukkan genangan muncul di kawasan permukiman hingga ruas jalan utama. Akun Instagram pemantau wilayah, @jakut.info, mencatat banjir terjadi di Kampung Rawa Indah, Pegangsaan, Kelapa Gading, hingga Enggano, Tanjung Priok.
Air juga menggenangi Jalan Raya Plumpang, Koja. Sebagian badan jalan tertutup genangan, memaksa pengendara memperlambat laju kendaraan dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas di jam sibuk pagi.
Situasi tak jauh berbeda terjadi di wilayah Cilincing. Di Komplek TNI AL Dewa Kembar, Jalan Ardodedali Nomor 18A, Kelurahan Semper Timur, air tampak mengisi area jalan dan lingkungan sekitar permukiman.
Seorang warga setempat, Selamet, mengatakan hujan mulai turun sejak sekitar pukul 05.00 WIB. Ia menyebut banjir dipicu oleh buruknya sistem drainase. “Selokan mampet, ditambah curah hujan tinggi,” ujarnya, dikutip dari unggahan media sosial.
Hingga siang hari, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai ketinggian air maupun potensi kerusakan akibat genangan tersebut. Namun, peristiwa ini kembali menambah daftar panjang wilayah Jakarta yang rentan banjir setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi.
Warga pun diimbau tetap waspada, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dan sistem drainase di sejumlah kawasan belum mampu mengalirkan air secara optimal.
Reporter; Matyadi




































