
Jakarta, okjakarta.com – Lapangan KONI Depok adalah sebuah lapangan sepakbola bersejarah di Kota Depok. Lapangan seluas 1 hektar di Kecamatan Pancoran Mas, Depok, dalam waktu dekat fungsinya akan berubah, dari lapangan sepakbola menjadi Puskesmas, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Koperasi Merah Putih (KMP).
Kabar rencana pendirian Puskesmas di atas tanah Lapangan KONI sudah lama terdengar, baru belakangan muncul kabar akan dibangun SPPG dan Koperasi Merah Putih di tempat yang sama. Plang SPPG yang cukup besar bahkan sudah dipasang terlebih dahulu di bagian utara lapangan.
Kepastian pembangunan itu kembali disampaikan oleh Lurah Pancoran Mas Depok, Mohammad Soleh bersama Kapolsek Pancoran Mas AKP Hartono, SH, yang mewakili Kapolres Depok, Danramil Pancoran Mas Mayor Supriyanto di hadapan warga RW.02 Pancoran Mas Depok, Selasa (13/1/2026) sore.
“Jadi nanti di atas tanah Lapangan KONI ini akan dibangun untuk Puskesmas seluas 1500 meter, SPPG dan MBG di atas tanah seluas 1000 meter. Karena ini program pemerintah pusat, maka saya harap warga juga ikut mendukung,” kata Lurah Pancoran Mas, Mohammad Soleh, di hadapan masyarakat yang diundang berkumpul di bangunan bekas rumah pejabat Kehutanan, di Cagar Alam Pancoran Mas.
Kapolsek Pancoran Mas menjelaskan, SPPG ini akan melayani pemberian makanan bergizi gratis (MBG) bagi anak-anak sekolah, balita dan ibu hamil di Wilayah Pancoran Mas yang selama ini belum mendapatkan pemberian MBG. Rencana teknis sudah disiapkan, diharapkan masyarakat akan mendapat manfaat dari pendirian SPPG ini, baik sebagai penerima makanan bergizi gratis maupun tenaga kerja yang dibutuhkan.
Danramil Pancoran Mas Mayor Supriyanto mengatakan, pengerjaan bangunan Koperasi Merah Putih akan dikerjakan oleh sekitar 50 prajurit TNI. Diperkirakan dalam waktu 2 bulan pembangunan sudah selesai.
Lapangan KONI Depok yang terletak di RW 02 Pancoran Mas Depok merupakan lapangan sepakbola yang memiliki sejarah panjang. Lapangan ini sudah ada ketika wilayah Pancoran Mas masih terdiri dari hutan alam yang dihuni oleh hewan-hewan liar, terutama monyet dan lutung.
“Tahun 1965 kalau kita main bola, masih ada monyet di pinggir lapangan,” kata Sukento (73 tahun), mantan anggota klub sepakbola Simpati, Depok.
Sampai dengan tahun awal 90-an, di Lapangan KONI Depok masih ada 3 klub sepakbola yang berlatih secara rutin. Masing-masing klub sepakbola Simpati, PS. Kompas (Kesatuan Olahraga Masyarakat Pancoran Mas), dan PS Puja (Putra Ratujaya).
Dari lapangan sepakbola ini pulalah lahir seorang pemain sepakbola nasional Pepen Rubiyanto (almarhum), yang ikut memperkuat tim nasional yunor, ketika mengikuti Piala Dunia Yunior di Jepang tahun 1974. Ketika itu Argentina yang diperkuat oleh Maradona, menjadi juara.
Sampai tahun 80-an, di Lapangan KONI Depok secara rutin diadakan turnamen sepakbola dengan peserta klub-klub sepakbola yang ada di Kecamatan Depok, termasuk dari Citayam, Sawangan, Bojonggede, Ragajaya dan lain-lain.
Seiring dengan semakin pesatnya pembangunan perumahan di Depok, banyak lapangan sepakbola yang menghilang karena digunakan untuk mendirikan bangunan, klub-klub sepakbola pun terus menyusut. Turnamen sepakbola dengan sendirinya berhenti. Makin ke sini, minat anak-anak muda bermain sepakbola pun semakin menurun, sehingga Lapangan KONI secara pelan tapi pasti, kehilangan fungsinya.
Namun demikian lapangan sepakbola masih ada. Masih ada juga sesekali klub sepakbola amatir yang bertanding, walau pun frekwensinya sudah jauh menurun dibanding masa lalu.
Dengan akan dibangunnya Puskesmas, SPPG dan Koperasi Merah Putih di atas tanah Lapangan KONI Depok, bisa dipastikan, fungsi lapangan sudah berubah. Tidak ada lagi lapangan sepakbola standar yang digunakan untuk berlatih atau bertanding.
“Kalau mau main bola, masih bisa. Tapi nanti lapangannya kecil aja. Di tengah akan dibuat lapangan untuk mini soccer,” kata Lurah Mohammad Soleh. “Ya enggak perlu gede-gedelah. Yang penting masih bisa main bola.”
Puskesmas, SPPG dan Koperasi Merah Putih telah menutup sejarah panjang Lapangan KONI Depok. Seiring dengan makin menuanya – Sebagian sudah meninggal – para pemain sepakbola yang dulu pernah merasakan “keangkeran” Lapangan KONI Depok. (hw)




































