Pasien Autoimun Dirawat Intensif di RS PON, Keluarga Harap Perhatian Negara dan Solidaritas Publik

- Jurnalis

Sabtu, 31 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Gedung RS PON Jakarta. (Dok-Istimewa)

Foto: Gedung RS PON Jakarta. (Dok-Istimewa)

JAKARTA – Keluarga Muhammad Satria Bismillah, pasien penderita penyakit autoimun Transverse Myelitis, menyuarakan harapan akan adanya perhatian lebih dari pemerintah pusat serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap kondisi medis dan sosial yang tengah mereka hadapi selama proses perawatan di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Jakarta.

Muhammad Satria Bismillah saat ini menjalani perawatan intensif akibat Transverse Myelitis, sebuah penyakit autoimun langka yang menyerang sumsum tulang belakang dan dapat menyebabkan gangguan saraf serius, termasuk kelumpuhan, gangguan sensorik, hingga disfungsi organ. Penyakit ini memerlukan penanganan medis khusus, pemantauan berkelanjutan, serta pendekatan multidisipliner dalam jangka panjang.

RS PON Jakarta, sebagai rumah sakit rujukan nasional di bidang saraf dan otak, menjadi lokasi perawatan utama pasien. Keluarga menyampaikan apresiasi terhadap tim medis dan manajemen RS PON Jakarta yang dinilai telah memberikan layanan kesehatan sesuai standar medis dan prosedur yang berlaku.

“Kami mengapresiasi profesionalisme dan upaya maksimal dari dokter serta tenaga kesehatan RS PON Jakarta. Perawatan berjalan sesuai dengan ketentuan medis,” ujar perwakilan keluarga dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (31/1/2026).

Meski demikian, keluarga mengakui bahwa kondisi penyakit yang bersifat kronis dan membutuhkan waktu pemulihan panjang turut membawa dampak psikologis, sosial, dan ekonomi. Intensitas pendampingan selama perawatan, kebutuhan logistik, serta tekanan mental menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi keluarga pasien.

Melalui pernyataan resminya, keluarga berharap pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat memberikan perhatian nyata, baik dalam bentuk dukungan moril maupun kebijakan perlindungan kesehatan, sebagai bagian dari tanggung jawab negara dalam menjamin hak kesehatan setiap warga negara.

“Kami berharap ada perhatian langsung dari pemerintah, setidaknya melihat kondisi pasien dan keluarga secara langsung. Ini bukan hanya soal medis, tetapi juga soal keberpihakan negara terhadap warganya yang sedang berjuang,” lanjut perwakilan keluarga.

Selain mengharapkan perhatian pemerintah, keluarga juga membuka ruang solidaritas publik bagi masyarakat yang secara sukarela ingin memberikan dukungan kemanusiaan. Partisipasi publik dinilai sebagai wujud gotong royong sosial yang masih kuat di tengah masyarakat Indonesia.

Keluarga menegaskan bahwa ajakan tersebut tidak dimaksudkan sebagai permohonan belas kasihan, melainkan sebagai bentuk keterbukaan dan upaya saling menguatkan dalam situasi sulit. Dukungan yang diharapkan pun tidak terbatas pada materi, melainkan doa dan dukungan moral.

“Segala bentuk dukungan bersifat sukarela. Kami mengutamakan doa dan empati agar proses perawatan dapat berjalan lancar dan pasien diberikan kekuatan,” ujar pihak keluarga.

Bagi masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan, keluarga menyampaikan bahwa dukungan dapat diberikan melalui rekening orang tua pasien atas nama Agung Teguh Nugroho di Bank BCA nomor 0678120041, atau melalui dukungan langsung kepada keluarga pasien di RS PON Jakarta sesuai dengan ketentuan yang berlaku di rumah sakit.

RS PON Jakarta sendiri merupakan rumah sakit rujukan nasional dengan kompetensi khusus di bidang neurologi dan bedah saraf. Rumah sakit ini menjalankan pelayanan kesehatan berdasarkan standar medis nasional serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Keluarga berharap perhatian dan kepedulian dari berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun pemangku kepentingan di sektor kesehatan, dapat menjadi energi positif bagi proses pemulihan pasien sekaligus memperkuat nilai solidaritas sosial dalam sistem kesehatan nasional.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Ricky Suharlim Kunjungi Pulau Serangan Bali, Lakukan Terapi Reiki-LingChi untuk Warga
Lonjakan Diabetes Mengkhawatirkan, Dr. Roy Sibarani Dorong Gerakan Pencegahan Nasional Lewat Diabetes Initiative Indonesia
Achmad Mawardi Tegaskan Pentingnya Tambahan Anggaran BPJS Demi Keberlanjutan Layanan Kesehatan
Dua Dekade APALI: Tegaskan Komitmen sebagai Mitra Kemenkes RI
Dr. Agung Nugroho: BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Pengendalian Internal Lewat Fraud Control System untuk Cegah Kecurangan
Dugaan Pemulangan Paksa Pasien di RS EMC Pekayon, Dinkes Bekasi Pastikan Tak Ada Pelanggaran Prosedur
Charity Cancer, Camellia Lubis Sekjen KITA: Bantu Pasien Kanker Indonesia Dapatkan Pengobatan Gratis ke Cina
Prof. Xu Kecheng Tekankan Pentingnya Deteksi Dini dan Rehabilitasi Kanker di Indonesia
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:50 WIB

Pasien Autoimun Dirawat Intensif di RS PON, Keluarga Harap Perhatian Negara dan Solidaritas Publik

Minggu, 11 Januari 2026 - 22:14 WIB

Ricky Suharlim Kunjungi Pulau Serangan Bali, Lakukan Terapi Reiki-LingChi untuk Warga

Sabtu, 27 Desember 2025 - 21:57 WIB

Lonjakan Diabetes Mengkhawatirkan, Dr. Roy Sibarani Dorong Gerakan Pencegahan Nasional Lewat Diabetes Initiative Indonesia

Rabu, 10 Desember 2025 - 21:55 WIB

Achmad Mawardi Tegaskan Pentingnya Tambahan Anggaran BPJS Demi Keberlanjutan Layanan Kesehatan

Minggu, 16 November 2025 - 18:04 WIB

Dua Dekade APALI: Tegaskan Komitmen sebagai Mitra Kemenkes RI

Berita Terbaru