Tegal Alur, Jakarta Barat — Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta Barat sejak Minggu (12/1/2026) kembali menelanjangi persoalan klasik banjir di ibu kota. Sejumlah ruas jalan utama hingga permukiman warga di Kelurahan Tegal Alur terendam air setinggi 50 hingga 100 sentimeter, melumpuhkan aktivitas warga dan lalu lintas.
Pantauan di lapangan menunjukkan genangan parah terjadi di Jalan Kamal Raya, Jalan Prepedan, serta Jalan Raya Menceng tepat di depan SDN 02 Pagi Tegal Alur. Air setinggi sekitar setengah meter membuat kendaraan roda dua dan roda empat tak berdaya. Beberapa mobil mogok di tengah jalan, sementara pengendara motor terpaksa memutar balik atau menuntun kendaraannya menembus banjir.
Tak hanya jalan, kawasan permukiman warga pun terdampak lebih serius. Di wilayah Warung Pojok dan Bakti Mulya, air masuk ke rumah-rumah warga. Di RT 15 RW 03, ketinggian banjir bahkan mencapai satu meter, memaksa sebagian warga mengungsi sementara dan menyelamatkan barang berharga ke tempat lebih tinggi.
“Saya terpaksa mengevakuasi motor dan perabotan ke lantai atas. Air masuk rumah sampai setinggi dada saya,” ujar Siti, warga RT 15 RW 03, menggambarkan kepanikan yang terjadi saat air naik dengan cepat.
Banjir yang berulang setiap kali hujan deras ini kembali memicu keluhan warga. Mereka menilai penanganan drainase dan aliran air belum menyentuh akar persoalan. Hingga Kamis siang, belum terlihat penanganan darurat yang signifikan di lokasi terdampak.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan, tidak hanya untuk evakuasi dan bantuan darurat, tetapi juga menghadirkan solusi jangka panjang agar Tegal Alur tak terus menjadi langganan banjir setiap musim hujan.
Reporter Matyadi




































