Jakarta – Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, berpeluang menjadi figur favorit masyarakat jika mampu mengubah cara berkomunikasi di ruang publik.
Penilaian tersebut disampaikan Hendri Satrio, yang akrab disapa Hensa, merespons beredarnya sebuah klip video yang menampilkan Bahlil berbicara dengan gaya lebih tenang dan santai saat menceritakan perjalanan hidupnya hingga menjadi menteri.
Dari ceritanya, perjuangan hidup beliau memang luar biasa. Bisa mencapai posisi politik seperti saat ini tentu menjadi inspirasi bagi masyarakat yang memiliki latar belakang hidup susah,” kata Hensa kepada wartawan.
Menurut Hensa, gaya komunikasi Bahlil dalam video tersebut justru menunjukkan sisi yang disukai publik. Ia menilai komunikasi yang tidak menggebu-gebu, namun disampaikan secara kalem dan santun, cenderung lebih mudah diterima masyarakat.
Kalau Bahlil cara komunikasinya menjadi lebih santun, kalem, dan tenang, maka bukan tidak mungkin ia akan mengambil hati masyarakat,” ujarnya.
Hensa menilai Bahlil kerap mengangkat cerita tentang latar belakang dan perjuangan hidupnya dengan tujuan menginspirasi publik. Selain itu, Bahlil juga dinilai memiliki pendekatan yang solutif dalam merespons berbagai persoalan kebijakan publik.
Namun demikian, Hensa menyoroti bahwa cara Bahlil menyampaikan pesan di ruang publik saat ini kerap menimbulkan sentimen negatif. Hal itu, menurutnya, karena gaya komunikasi yang digunakan terkesan lebih mewakili kepentingan elite dibandingkan suara masyarakat.
Saat ini, saya melihat cara komunikasinya terlalu mewakili kaum elite, tidak seperti ketika ia menceritakan perjuangan hidupnya yang berangkat dari masyarakat biasa. Itu yang membuat publik cenderung memberi sentimen negatif,” kata Hensa.
Ia menilai, apabila Bahlil kembali menggunakan pendekatan komunikasi yang lebih merakyat dan membumi, seperti saat menceritakan perjalanan hidupnya, persepsi publik terhadap dirinya bisa berubah secara bertahap.
Tak hanya berdampak pada figur personal, Hensa juga meyakini perubahan gaya komunikasi tersebut akan memberi efek positif bagi partai yang dipimpin Bahlil.
Kalau Bahlil mau mengubah cara komunikasi publiknya menjadi lebih merakyat, dampaknya tidak hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk Partai Golkar karena memiliki pemimpin yang mampu mengambil hati masyarakat,” pungkasnya.




































