Menbud Fadli Zon, Kementerian Kebudayaan, Huta Simarmata, Cagar Budaya, Samosir, Sumatera Utara, Batak Toba, Warisan Budaya

- Jurnalis

Minggu, 8 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sumatera Utara dengan meninjau kawasan Huta Simarmata di Desa Hariara Pohan, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Jumat (7/2/2026).

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sumatera Utara dengan meninjau kawasan Huta Simarmata di Desa Hariara Pohan, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Jumat (7/2/2026).

Samosir — Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sumatera Utara dengan meninjau kawasan Huta Simarmata di Desa Hariara Pohan, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Jumat (7/2/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Kementerian Kebudayaan dalam memperkuat pelindungan sekaligus pemanfaatan cagar budaya sebagai sumber pembelajaran dan pengembangan kebudayaan nasional.

Huta Simarmata telah ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat kabupaten berdasarkan Keputusan Bupati Samosir Nomor 9 Tahun 2021. Kawasan ini merupakan permukiman adat Batak Toba yang masih mempertahankan struktur ruang tradisional, mulai dari parik (pagar), huta, rumah adat atau sopo, lesung batu, hingga sarkofagus batu.

Salah satu tinggalan budaya yang menjadi perhatian utama dalam kunjungan tersebut adalah sarkofagus batu berukuran besar yang tercatat sebagai yang terbesar yang pernah ditemukan di wilayah Samosir. Sarkofagus tersebut berdiri di atas teras yang tersusun dari bata dan semen, serta dilengkapi pahatan figur manusia dalam posisi jongkok dengan ekspresi wajah khas, mencerminkan kepercayaan masyarakat Batak pada masa lampau.

Di sini kita melihat sarkofagus berusia ratusan tahun dengan ukuran yang sangat besar, sesuatu yang jarang ditemukan. Ini menunjukkan betapa pentingnya kawasan ini dalam sejarah dan kebudayaan Batak,” ujar Fadli Zon.

Selain sarkofagus, Fadli juga menyoroti keberadaan rumah-rumah adat yang masih terawat dan difungsikan hingga kini. Rumah-rumah tersebut dibangun menggunakan teknik konstruksi tradisional tanpa paku, melainkan sistem pasak kayu yang menunjukkan kearifan lokal masyarakat Batak Toba.

Di kampung ini masih terdapat sekitar sepuluh rumah adat, bahkan ada yang berusia lebih dari 300 tahun. Teknik pembangunannya mencerminkan pengetahuan arsitektur tradisional yang sangat maju dan patut dilestarikan,” katanya.

Huta Simarmata juga memiliki lesung batu yang dahulu digunakan sebagai sarana penumbukan padi. Keberadaan lesung ini menandakan kuatnya tradisi agraris dan sistem kehidupan komunal masyarakat setempat yang berlangsung secara turun-temurun.

Menurut Fadli, keseluruhan elemen tersebut menjadikan Huta Simarmata sebagai satu kesatuan lanskap budaya yang utuh dan bernilai tinggi. Ia menilai kawasan ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi budaya dan edukasi.

Datang ke sini bukan hanya menikmati pemandangan alam Samosir, tetapi juga belajar sejarah, adat, dan cara hidup masyarakat Batak. Ini kekayaan budaya yang harus terus kita jaga,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fadli menyampaikan bahwa Kementerian Kebudayaan akan mendorong peningkatan status Huta Simarmata dari cagar budaya tingkat kabupaten menjadi cagar budaya nasional.

Saat ini statusnya masih cagar budaya kabupaten. Ke depan, kami melihat kawasan ini sangat layak untuk diusulkan sebagai cagar budaya tingkat nasional, dan proses pengusulannya akan kami dorong bersama pemerintah daerah,” tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Fadli Zon didampingi Bupati Samosir Vandiko T.

Gultom, Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra, serta sejumlah pejabat Kementerian Kebudayaan dan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II Sumatera Utara.

Menutup kunjungan, Fadli menegaskan pentingnya peran bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya.

Semoga semakin banyak rumah adat dan situs budaya yang dirawat, karena warisan budaya Batak ini adalah bagian yang tidak terpisahkan dari ekosistem kebudayaan Indonesia,” pungkasnya.

Berita Terkait

Jejak VOC hingga Kopi Pala: Seruan Erdi Surbakti Hidupkan Kembali Emas Rempah Nusantara
Menko PMK: Krisis Global Harus Jadi Momentum Percepatan Transformasi Nasional
Jimly Asshiddiqie: Idulfitri Momentum Silaturahmi Kebangsaan, Tradisi Halalbihalal Harus Dijaga
Ribuan Pekerja PT Pertamina Hulu Indonesia Tetap Siaga di Hari Raya, Jaga Ketahanan Energi Nasional dari Kalimantan
One Way Nasional Berpeluang Dicabut Siang Ini, Korlantas: Arus Mudik Mulai Landai
Semarak Pementasan Ogoh-ogoh di Pasar Adat Desa Blahkiuh
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Hilal Tak Terlihat di Seluruh Indonesia
Seminar Kemenag: Hilal di Bawah Standar, Lebaran Diprediksi Sabtu 21 Maret
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 19:31 WIB

Jejak VOC hingga Kopi Pala: Seruan Erdi Surbakti Hidupkan Kembali Emas Rempah Nusantara

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:12 WIB

Menko PMK: Krisis Global Harus Jadi Momentum Percepatan Transformasi Nasional

Senin, 23 Maret 2026 - 22:32 WIB

Jimly Asshiddiqie: Idulfitri Momentum Silaturahmi Kebangsaan, Tradisi Halalbihalal Harus Dijaga

Senin, 23 Maret 2026 - 20:50 WIB

Ribuan Pekerja PT Pertamina Hulu Indonesia Tetap Siaga di Hari Raya, Jaga Ketahanan Energi Nasional dari Kalimantan

Jumat, 20 Maret 2026 - 14:11 WIB

One Way Nasional Berpeluang Dicabut Siang Ini, Korlantas: Arus Mudik Mulai Landai

Berita Terbaru

Foto: Kepala Subbidang Penerangan Masyarakat Bidhumas Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Andaru Rahutomo. (Dok-Istimewa)

Hukum & Kriminal

Dua WNA Liberia Ditangkap, Polisi Bongkar Modus Black Dollar di Jakarta

Sabtu, 28 Mar 2026 - 14:00 WIB