Jejak VOC hingga Kopi Pala: Seruan Erdi Surbakti Hidupkan Kembali Emas Rempah Nusantara

- Jurnalis

Sabtu, 28 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Praktisi hukum, Erdi Surbakti, S.H., M.H. (Dok-Istimewa)

Foto: Praktisi hukum, Erdi Surbakti, S.H., M.H. (Dok-Istimewa)

JAKARTA – Momentum libur Idul Fitri 1447 Hijriah dimanfaatkan oleh praktisi hukum, Erdi Surbakti, S.H., M.H., untuk menyampaikan pesan inspiratif yang mengangkat potensi kekayaan alam Indonesia, khususnya komoditas pala. Hal tersebut disampaikan melalui unggahan video di media sosial pribadi dan status WhatsApp miliknya yang dipantau pada Jumat (27/3/2026).

Dalam video tersebut, Erdi terlihat berada di Desa Lontar, sebuah kawasan yang dikenal memiliki hamparan kebun pala. Dengan latar alam yang asri, ia mengajak masyarakat untuk kembali mengenal dan menghargai nilai historis sekaligus ekonomis dari tanaman pala, yang pernah menjadi komoditas primadona dunia.

“Selamat sore, kita mencoba eksplor kopi pala di Desa Lontar. Di sini kita bisa merasakan bagaimana kondisi alam dengan kebun pala yang dulu terkenal dengan perdagangan VOC,” ujar Erdi dalam video tersebut.

Ia juga menyinggung bagaimana bangsa Eropa pada masa lalu rela menempuh perjalanan jauh dan mempertahankan jalur laut demi mendapatkan rempah-rempah, khususnya pala, yang saat itu memiliki nilai sangat tinggi di pasar internasional.

“Orang-orang Eropa mencari pala ini sampai mempertahankan laut untuk sarana perdagangan. Jadi jangan kaget jika kami hari ini juga mencari kopi pala ini dengan perjuangan berjalan kaki kurang lebih 5 kilometer dari pelabuhan,” tuturnya.

Menurut Erdi, pengalaman tersebut bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan simbol semangat untuk kembali membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap potensi besar sektor perkebunan rempah.

Ia menilai bahwa pala bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi juga memiliki peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat jika dikelola dengan baik.

“Ini semangat yang perlu kita bangkitkan kembali. Tanamlah pohon pala, karena melalui pala ini kehidupan kita akan menjadi emas. Dulu Belanda katanya mencari emas, padahal yang dicari adalah buah pala,” ucapnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi refleksi historis bahwa Indonesia, khususnya wilayah timur Nusantara, pernah menjadi pusat perhatian dunia karena kekayaan rempah-rempahnya. Komoditas pala bahkan menjadi salah satu faktor penting dalam peta perdagangan global pada masa kolonial.

Di sisi lain, ajakan Erdi juga dinilai relevan dengan upaya pemerintah dalam mendorong penguatan sektor pertanian dan perkebunan berbasis kearifan lokal. Pala, selain memiliki nilai ekonomi, juga berpotensi dikembangkan menjadi berbagai produk turunan, seperti minyak atsiri, bahan pangan, hingga minuman inovatif seperti kopi pala yang disebutkan dalam unggahan tersebut.

Namun demikian, sejumlah pihak menilai bahwa pengembangan komoditas pala memerlukan dukungan serius, baik dari sisi infrastruktur, akses pasar, maupun pendampingan kepada petani. Tanpa itu, potensi besar tersebut dikhawatirkan tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.

Unggahan Erdi Surbakti pun mendapat perhatian dari warganet yang menilai pesan tersebut sarat makna, terutama dalam mengingatkan kembali kejayaan rempah Nusantara sekaligus mendorong semangat kemandirian ekonomi berbasis sumber daya lokal.

Dengan memanfaatkan momen Idul Fitri, pesan yang disampaikan diharapkan tidak hanya menjadi refleksi, tetapi juga mampu menggugah kesadaran kolektif untuk kembali mengelola dan menghargai kekayaan alam Indonesia sebagai bagian dari identitas dan kekuatan bangsa.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Arimbi Soeharto Alamsjah Ketua Umum Pimpinan Pusat WPP Wanita Persatuan Pembangunan menggelar Acara Idul Adha d Kawasan Pejaten Barat. Dengan Tema WPP untuk Harmoni Kemanusiaan
Tak Sekadar Wisata, Ancol Perkuat Hubungan Sosial dengan Warga Lewat Program Kurban Idul Adha
Massa Rusak Lapas Narkotika Sungguminasa, 8 Orang Diamankan Polisi
AHY di Hadapan 4.000 Mahasiswa UNPAM: SDM Unggul Kunci Indonesia Hadapi Tantangan Global
Momentum Idul Adha 1447 H, Ancol Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Transformasi Semangat Berqurban 
Isu Papua Memanas Lewat Film Pesta Babi, Tokoh Hukum Minta Narasi Berimbang
Kementerian HAM Jelaskan Arah Revisi UU HAM: Perkuat Fungsi Pengawasan dan Koordinasi
Idul Adha 2026 Rabu 27 Mei, Berpotensi Libur Long Weekend
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 14:07 WIB

Arimbi Soeharto Alamsjah Ketua Umum Pimpinan Pusat WPP Wanita Persatuan Pembangunan menggelar Acara Idul Adha d Kawasan Pejaten Barat. Dengan Tema WPP untuk Harmoni Kemanusiaan

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:56 WIB

Tak Sekadar Wisata, Ancol Perkuat Hubungan Sosial dengan Warga Lewat Program Kurban Idul Adha

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:51 WIB

Massa Rusak Lapas Narkotika Sungguminasa, 8 Orang Diamankan Polisi

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:08 WIB

AHY di Hadapan 4.000 Mahasiswa UNPAM: SDM Unggul Kunci Indonesia Hadapi Tantangan Global

Senin, 25 Mei 2026 - 20:34 WIB

Momentum Idul Adha 1447 H, Ancol Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Transformasi Semangat Berqurban 

Berita Terbaru

Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) membantah sejumlah kritik yang disampaikan Komnas HAM terkait revisi Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM. Pemerintah menegaskan proses penyusunan revisi aturan tersebut dilakukan secara partisipatif dan tidak bertujuan melemahkan independensi Komnas HAM.

Hukum & Kriminal

Kementerian HAM Bantah Revisi UU HAM Lemahkan Komnas HAM

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:20 WIB