Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) menyatakan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menunjukkan perkembangan signifikan.
Ia menyebut infrastruktur utama telah kembali berfungsi, layanan dasar masyarakat hampir sepenuhnya pulih, dan jaringan komunikasi sudah normal.
Secara umum infrastruktur utama telah kembali berfungsi, layanan dasar masyarakat juga hampir sepenuhnya pulih, dan jaringan komunikasi sudah normal. Proses rehab rekon terus berjalan secara bertahap dan berkelanjutan dengan komitmen membangun lebih baik,” ujar Menko PMK dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (12/2).
Menurutnya, percepatan pemulihan tidak terlepas dari sinergi lintas kementerian dan lembaga bersama pemerintah daerah. Penanganan mencakup pemulihan infrastruktur, hunian masyarakat, layanan pendidikan dan kesehatan, hingga pemulihan aktivitas ekonomi warga.
Menko PMK menegaskan pendekatan pemerintah tidak hanya berorientasi pada pembangunan kembali secara fisik, tetapi juga penguatan ketahanan wilayah terhadap risiko bencana di masa mendatang.
Komitmen kita adalah untuk membangun lebih baik. Bukan hanya membangun kembali, tetapi membangun lebih baik, lebih kuat, lebih kokoh, mencegah risiko bencana ke depan, dan juga mampu untuk menghadapi bencana seandainya itu tetap terjadi,” katanya.
Ia menjelaskan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 dan Instruksi Presiden Nomor 18 Tahun 2026. Regulasi tersebut menjadi landasan agar penanganan berjalan terukur, akuntabel, dan berbasis pengurangan risiko bencana.
Dua keputusan Presiden ini semakin mengakselerasi penanganan bencana di tiga provinsi di Sumatra secara cepat, efektif, dan efisien,” tuturnya.
Selain fokus di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, pemerintah juga menangani sejumlah bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah lain, seperti Maluku Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Riau, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga kejadian terbaru di Kecamatan Jatinegara, Tegal.
Kita bukan hanya fokus di tiga provinsi di Sumatra, tetapi juga fokus di berbagai wilayah yang lain. Kami terus bekerja keras menangani bencana di seluruh wilayah secara terpadu, menyelamatkan warga, memulihkan kehidupan masyarakat seperti semula,” ujar Menko PMK.
Konferensi pers tersebut turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Kasum TNI Richard Tambubolon, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.




































