IWAPI Dorong Perempuan Melek Digital, Targetkan Lahirkan Pengusaha Baru pada 2026

- Jurnalis

Rabu, 11 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) menegaskan komitmennya mendorong transformasi digital bagi perempuan pengusaha di Tanah Air. Organisasi yang telah berdiri selama 51 tahun itu menilai literasi digital menjadi tantangan utama dalam pengembangan usaha perempuan saat ini.

Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) menegaskan komitmennya mendorong transformasi digital bagi perempuan pengusaha di Tanah Air. Organisasi yang telah berdiri selama 51 tahun itu menilai literasi digital menjadi tantangan utama dalam pengembangan usaha perempuan saat ini.

Jakarta — Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) menegaskan komitmennya mendorong transformasi digital bagi perempuan pengusaha di Tanah Air. Organisasi yang telah berdiri selama 51 tahun itu menilai literasi digital menjadi tantangan utama dalam pengembangan usaha perempuan saat ini.

Ketua Umum IWAPI Nita Yudi mengatakan transformasi dari sistem konvensional menuju digitalisasi menjadi agenda prioritas organisasi ke depan.
“Kendala hari ini adalah transformasi digital. Perempuan harus melek digital dan beralih dari sistem konvensional ke digitalisasi,” ujar Nita dalam peringatan hari ulang tahun IWAPI yang digelar secara hybrid dan diikuti perwakilan provinsi, kabupaten, serta kota se-Indonesia.

IWAPI menaungi beragam sektor usaha, mulai dari fesyen, kuliner, kontraktor, aksesori, hingga peralatan berat. Organisasi tersebut juga aktif membangun jejaring antaranggota agar dapat saling menjadi supplier dan memperluas pasar.
Target Lahirkan Pengusaha Perempuan Baru

Pada 2025, IWAPI mencatatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) setelah membagikan Makanan Bergizi Gratis (MBG) terbanyak di Indonesia. Awalnya, kegiatan itu ditargetkan menjangkau 50 wilayah, namun tingginya partisipasi membuat cakupan meluas menjadi 388 wilayah dengan total sekitar 68 ribu paket.
Memasuki 2026, IWAPI menargetkan peningkatan jumlah perempuan yang bertransformasi dari non-pengusaha menjadi pengusaha.

Menurut Nita, jumlah pengusaha di Indonesia masih relatif kecil dibandingkan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand. Karena itu, IWAPI ingin berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menuju target Indonesia Emas 2045 dan pertumbuhan ekonomi 8 persen.

IWAPI Digital dan Marketplace Nasional
Sebagai bagian dari transformasi tersebut, IWAPI telah meluncurkan IWAPI Digital. Platform itu memuat informasi organisasi, marketplace bernama Mata IWAPI yang mempertemukan pelaku usaha dari Aceh hingga Papua, serta Akademi IWAPI yang menyediakan pembelajaran daring gratis.

IWAPI Digital ini untuk membantu perempuan naik kelas, khususnya UMKM di bawah bendera IWAPI,” ujarnya.

Selain penguatan ekonomi, IWAPI juga membuka Lembaga Bantuan Hukum (LBH) bagi anggota yang menghadapi persoalan hukum maupun kekerasan. Organisasi tersebut bekerja sama dengan Polri dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, termasuk melalui layanan SAPA 129.

Kalau ada yang mengalami kekerasan atau kebingungan mencari bantuan, bisa menghubungi SAPA 129,” kata Nita.

Mitra Strategis Pemerintah dan Jejaring Global
Dalam peringatan HUT IWAPI, Menteri UMKM Maman Abdurrahman turut hadir membuka acara. Perwakilan Kementerian Investasi/BKPM serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga hadir sebagai mitra strategis.

Di tingkat internasional, IWAPI dipercaya menjadi focal point ASEAN Women Entrepreneurs Network (AWEN) untuk Indonesia. Selain itu, sejak Indonesia bergabung dengan BRICS, IWAPI juga ditunjuk menjadi focal point jejaring perempuan pengusaha BRICS.
Pada Mei lalu, IWAPI mengirim 40 pengusaha perempuan ke Moskow untuk mengikuti forum bisnis dan memaparkan potensi kolaborasi Indonesia di tingkat global.

Kami ingin perempuan pengusaha Indonesia bisa berkolaborasi dan mendunia,” ujar Nita.
IWAPI berharap momentum ulang tahun ke-51 menjadi penguat semangat perempuan Indonesia untuk terus bergerak, berdaya, dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional.

Berita Terkait

Ogoh-Ogoh Bali: Dari Ritual Sakral Menuju Aset Budaya Bernilai Ekonomi Tinggi yang Perlu Dilindungi
Polri Kembangkan Inovasi Pertanian, dari Briket Tongkol Jagung hingga Pupuk Presisi Berbasis Batu Bara
Tokoh Muslim Papua Abdul Kahar Yelipele, Angkat Suara soal Film Pesta Babi: Kritik Bukan Permusuhan
Polemik Film Pesta Babi Picu Perdebatan Nasional, Praktisi Hukum Erdi Surbakti Soroti Pendekatan Negara di Papua
Deolipa Yumara Angkat Bicara soal Film Pesta Babi, Papua Jangan Dikorbankan demi Pembangunan
Dosen UNIYAP Dr. Mansur Soroti Film “Pesta Babi”: PSN Merauke Dinilai Perlu Dikaji Ulang dan Berbasis Kearifan Lokal
Mahasiswa Hukum UNUSIA Soroti Militerisme dan Konflik Agraria Papua Lewat Nobar Film Pesta Babi
Direktorat Jenderal Imigrasi Dalami Dugaan Pelanggaran 320 WNA Terduga Sindikat Judi Online
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:54 WIB

Ogoh-Ogoh Bali: Dari Ritual Sakral Menuju Aset Budaya Bernilai Ekonomi Tinggi yang Perlu Dilindungi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:47 WIB

Polri Kembangkan Inovasi Pertanian, dari Briket Tongkol Jagung hingga Pupuk Presisi Berbasis Batu Bara

Jumat, 15 Mei 2026 - 23:13 WIB

Tokoh Muslim Papua Abdul Kahar Yelipele, Angkat Suara soal Film Pesta Babi: Kritik Bukan Permusuhan

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:01 WIB

Polemik Film Pesta Babi Picu Perdebatan Nasional, Praktisi Hukum Erdi Surbakti Soroti Pendekatan Negara di Papua

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:46 WIB

Deolipa Yumara Angkat Bicara soal Film Pesta Babi, Papua Jangan Dikorbankan demi Pembangunan

Berita Terbaru