SURABAYA — Natalius Pigai meninjau langsung kondisi siswa korban dugaan keracunan massal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di RSIA IBI Surabaya, Rabu (13/5).
Dalam kunjungan tersebut, Pigai menegaskan negara harus hadir memastikan hak anak atas kesehatan, keamanan pangan, dan perlindungan tetap terpenuhi secara optimal.
Menteri HAM didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Timur Toar R. E. Mangaribi, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta manajemen medis rumah sakit saat melihat kondisi tujuh siswa yang masih menjalani perawatan.
Berdasarkan laporan tenaga medis, seluruh pasien yang dirawat berada dalam kondisi stabil dan menunjukkan perkembangan positif.
Di hadapan para siswa, Pigai memberikan semangat agar segera pulih dan kembali bersekolah.
“Harus sembuh ya, sebentar lagi sembuh. Kalau sudah sembuh nanti harus kembali ke sekolah ya. Harus sekolah biar bisa raih semua cita-cita,” ujar Pigai kepada para pasien.
Menurut Pigai, Program MBG pada dasarnya merupakan kebijakan strategis pemerintah untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, menekan angka stunting, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Namun, ia menegaskan insiden keracunan yang terjadi harus menjadi bahan evaluasi serius, khususnya terkait pengelolaan makanan di dapur penyedia layanan.
“Program MBG ini pada dasarnya memiliki tujuan mulia untuk pemenuhan gizi anak-anak kita. Namun, jika terjadi kesalahan dalam proses pengelolaan makanan, khususnya di dapur, maka hal tersebut harus dievaluasi total dan ditindaklanjuti secara serius,” katanya.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Timur, kasus keracunan massal diduga berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bubutan Tembok Dukuh.
Sebanyak 131 peserta didik dilaporkan dirujuk ke rumah sakit akibat insiden tersebut. Dari jumlah itu, 124 siswa telah diperbolehkan pulang, sementara tujuh lainnya masih menjalani perawatan intensif.
Pigai menilai insiden itu terjadi akibat kelalaian dalam pengelolaan dapur, bukan karena tujuan dari program MBG itu sendiri.
Karena niat Bapak Presiden untuk bikin program MBG itu supaya anak Indonesia kenyang, sehat, dan pintar. Kalau sudah kenyang, pasti sehat. Kalau sudah sehat, pasti pintar,” ujarnya.




































