131 Siswa Diduga Keracunan MBG, Menteri HAM Kunjungi Korban di RS Surabaya

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Natalius Pigai meninjau langsung kondisi siswa korban dugaan keracunan massal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di RSIA IBI Surabaya, Rabu (13/5).

Natalius Pigai meninjau langsung kondisi siswa korban dugaan keracunan massal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di RSIA IBI Surabaya, Rabu (13/5).

SURABAYA — Natalius Pigai meninjau langsung kondisi siswa korban dugaan keracunan massal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di RSIA IBI Surabaya, Rabu (13/5).

Dalam kunjungan tersebut, Pigai menegaskan negara harus hadir memastikan hak anak atas kesehatan, keamanan pangan, dan perlindungan tetap terpenuhi secara optimal.

Menteri HAM didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Timur Toar R. E. Mangaribi, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta manajemen medis rumah sakit saat melihat kondisi tujuh siswa yang masih menjalani perawatan.

Berdasarkan laporan tenaga medis, seluruh pasien yang dirawat berada dalam kondisi stabil dan menunjukkan perkembangan positif.

Di hadapan para siswa, Pigai memberikan semangat agar segera pulih dan kembali bersekolah.
“Harus sembuh ya, sebentar lagi sembuh. Kalau sudah sembuh nanti harus kembali ke sekolah ya. Harus sekolah biar bisa raih semua cita-cita,” ujar Pigai kepada para pasien.

Menurut Pigai, Program MBG pada dasarnya merupakan kebijakan strategis pemerintah untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, menekan angka stunting, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Namun, ia menegaskan insiden keracunan yang terjadi harus menjadi bahan evaluasi serius, khususnya terkait pengelolaan makanan di dapur penyedia layanan.
“Program MBG ini pada dasarnya memiliki tujuan mulia untuk pemenuhan gizi anak-anak kita. Namun, jika terjadi kesalahan dalam proses pengelolaan makanan, khususnya di dapur, maka hal tersebut harus dievaluasi total dan ditindaklanjuti secara serius,” katanya.

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Timur, kasus keracunan massal diduga berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bubutan Tembok Dukuh.
Sebanyak 131 peserta didik dilaporkan dirujuk ke rumah sakit akibat insiden tersebut. Dari jumlah itu, 124 siswa telah diperbolehkan pulang, sementara tujuh lainnya masih menjalani perawatan intensif.

Pigai menilai insiden itu terjadi akibat kelalaian dalam pengelolaan dapur, bukan karena tujuan dari program MBG itu sendiri.

Karena niat Bapak Presiden untuk bikin program MBG itu supaya anak Indonesia kenyang, sehat, dan pintar. Kalau sudah kenyang, pasti sehat. Kalau sudah sehat, pasti pintar,” ujarnya.

Berita Terkait

“Lima Tahun Terpisah, Lapas Cianjur Fasilitasi Pertemuan Warga Binaan dengan Keluarga Lansia”
Video Antrean BBM Picu Polemik, Bhatara Buka Suara dan Siapkan Langkah Hukum
Sengketa Toyota Innova Berlarut, Konsumen Soroti Dugaan Cacat Kemudi dan Proses Pembuktian di Pengadilan
BNN Temukan 98 Persen Sampel Cairan Vape Mengandung Zat Berbahaya
Kodaeral IV dan Satgas BAIS TNI Gagalkan Dugaan Keberangkatan Ilegal WNA Vietnam
Jabatan Kepala DLH Labuhanbatu Jadi Sorotan, GARANSI Minta Transparansi Hasil Pemeriksaan
Prabowo Perintahkan Usut Tuntas Karhutla, Korporasi Pelanggar Terancam Dicabut Izinnya
Putus Mata Rantai Narkoba, Kapolda Metro Jaya Tekankan Sinergi Polisi, Pemda dan Warga
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 23:34 WIB

“Lima Tahun Terpisah, Lapas Cianjur Fasilitasi Pertemuan Warga Binaan dengan Keluarga Lansia”

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Video Antrean BBM Picu Polemik, Bhatara Buka Suara dan Siapkan Langkah Hukum

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Sengketa Toyota Innova Berlarut, Konsumen Soroti Dugaan Cacat Kemudi dan Proses Pembuktian di Pengadilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:51 WIB

BNN Temukan 98 Persen Sampel Cairan Vape Mengandung Zat Berbahaya

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:59 WIB

Kodaeral IV dan Satgas BAIS TNI Gagalkan Dugaan Keberangkatan Ilegal WNA Vietnam

Berita Terbaru