Tulungagung — Harapan Mbah Kemi (83), warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, untuk tinggal di rumah yang lebih layak kini semakin mendekati kenyataan. Rumah yang sebelumnya berdinding anyaman bambu dan berada dalam kondisi memprihatinkan, perlahan berubah menjadi hunian yang lebih kokoh melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Proses renovasi rumah terus berjalan. Senin (18/5), Babinsa Desa Tanjungsari, Serma Danny, anggota Koramil Tipe B 0807/02 Boyolangu bersama warga kembali melanjutkan pengerjaan dengan fokus pemasangan balok kayu sebagai rangka atap bangunan.
Pengerjaan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat sekitar untuk mempercepat penyelesaian rumah agar segera dapat ditempati.
Serma Danny mengatakan, pemasangan rangka atap menjadi tahapan krusial dalam proses pembangunan karena akan menjadi penyangga utama struktur bagian atas rumah.
“Setelah tahap ini selesai, pembangunan akan berlanjut ke proses penutupan atap sehingga rumah semakin mendekati tahap akhir,” ujarnya.
Ia menegaskan, renovasi tersebut tidak sekadar membangun rumah, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi Mbah Kemi agar dapat menikmati masa tuanya di lingkungan yang lebih aman dan nyaman.
Program Rutilahu yang dikerjakan secara gotong royong itu menjadi bentuk kolaborasi TNI dan masyarakat dalam membantu warga kurang mampu memperoleh tempat tinggal yang lebih layak, sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat.




































