BALI – Wondr Kemala Run 2026 yang digelar di Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, pada Minggu (19/4/2026), berlangsung sukses dan mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan. Event lari yang mengambil rute di kawasan Jalan Ida Bagus Mantra hingga Pantai Purnama ini tidak hanya dinilai berhasil dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap perekonomian daerah serta mendorong aksi sosial kemanusiaan.
Ketua Race Management Kemala Run 2026, Brigjen Pol Sambodo Purnomo Yogo, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar sesuai rencana. Sebanyak 11.000 peserta ambil bagian dalam ajang ini, yang terdiri dari kategori half marathon, 10 kilometer, dan 5 kilometer.
“Pelaksanaan berjalan dengan lancar dan sesuai yang direncanakan. Hampir seluruh peserta sudah memasuki garis akhir tanpa kendala berarti,” ujar Sambodo usai kegiatan.
Ia menambahkan, tingginya antusiasme peserta dari berbagai daerah menjadi indikator kuat bahwa ajang ini memiliki potensi besar untuk dijadikan agenda tahunan.
“Melihat animo yang luar biasa, harapannya kegiatan ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun,” tambahnya.
Dari sisi ekonomi, kegiatan ini dinilai memberi dampak signifikan. Pengamat ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, I Gede Nandya Oktora Panasea, menilai bahwa event berskala besar seperti ini mampu menjadi stimulus penting bagi pertumbuhan ekonomi Bali.
Menurutnya, dengan kondisi ekonomi Bali yang tumbuh sekitar 5,82 persen secara tahunan, kehadiran ribuan peserta dari luar daerah mendorong peningkatan konsumsi di sektor akomodasi, transportasi, dan perdagangan.
“Mobilitas menjadi kunci ekonomi Bali. Ketika ribuan orang datang, maka terjadi peningkatan konsumsi yang signifikan di berbagai sektor,” ujarnya.
Ia memperkirakan, dengan jumlah peserta mencapai 11.000 orang dan rata-rata pengeluaran tertentu, potensi perputaran ekonomi selama penyelenggaraan dapat mencapai Rp110 miliar hingga Rp140 miliar.
“Peserta luar daerah umumnya memiliki pengeluaran hingga Rp10 juta per orang. Dengan skenario optimistis, total perputaran ekonomi bisa mencapai Rp110 miliar sampai Rp140 miliar,” jelasnya.
Selain mendorong sektor pariwisata dan jasa, penyelenggaraan event ini juga melibatkan puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Mereka diberi ruang untuk berpartisipasi dalam area kegiatan, baik sebagai penyedia produk maupun bagian dari dukungan atmosfer acara.
Sambodo menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi salah satu fokus utama panitia. Kegiatan ini juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari Polri, TNI, pemerintah daerah, pecalang, hingga masyarakat setempat.
“UMKM kita libatkan, termasuk untuk mendukung suasana dan memberikan semangat kepada peserta,” ujarnya.
Senada, Nandya menilai pelibatan UMKM menjadi langkah penting agar dampak ekonomi tidak hanya dinikmati sektor tertentu, tetapi juga langsung dirasakan masyarakat lokal.
Di sisi lain, Wondr Kemala Run 2026 juga membawa misi sosial melalui penggalangan dana kemanusiaan. Panitia membuka donasi dari peserta dan masyarakat, termasuk melalui lelang lukisan karya anak-anak berkebutuhan khusus.
Dana yang terkumpul akan disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah, di antaranya Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, serta Jawa Barat.
Dengan penyelenggaraan yang tertib, partisipasi tinggi, dampak ekonomi yang luas, serta kontribusi sosial yang nyata, Wondr Kemala Run 2026 dinilai menjadi contoh event olahraga yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat solidaritas sosial masyarakat.
Reporter: Fahmy Nurdin
Editor: Fahmy Nurdin



































