JAKARTA – Direktorat Jenderal Imigrasi menyiapkan layanan corridor gate untuk mempercepat proses kedatangan jemaah haji Indonesia yang kembali ke Tanah Air usai menunaikan ibadah haji.
Melalui layanan tersebut, jemaah tidak perlu menjalani pemeriksaan keimigrasian konvensional maupun autogate karena data perjalanan telah diverifikasi sebelumnya.
Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan layanan corridor gate saat ini tersedia di dua lokasi, yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.
Kami siapkan corridor gate di dua lokasi. Yang pertama di Soekarno-Hatta untuk jemaah asal Jakarta dan Lampung, serta di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, untuk jemaah asal Jawa Timur. Jadi para jemaah begitu sampai di bandara, bawa barang, bisa langsung pulang,” kata Hendarsam dalam keterangannya.
Di Bandara Soekarno-Hatta, Ditjen Imigrasi menempatkan dua corridor gate di Terminal 2. Gate pertama berada di F1 untuk melayani kelompok terbang (kloter) Jakarta-Lampung agar jemaah dapat langsung melanjutkan penerbangan domestik menuju Lampung dari area keberangkatan.
Sementara itu, corridor gate kedua ditempatkan di area kedatangan Terminal 2 untuk melayani kloter Jakarta-Pondok Gede dan Jakarta-Bekasi. Petugas serta mobile unit juga disiagakan guna mendukung operasional layanan tersebut.
Layanan serupa diterapkan di sejumlah debarkasi lain. Di Surabaya, corridor gate dipindahkan dari Terminal 2 Bandara Juanda ke Asrama Haji Sukolilo untuk mendekatkan akses layanan kepada jemaah.
Imigrasi menyebut sistem layanan di lokasi tersebut telah terhubung dengan jaringan keimigrasian yang didukung koneksi utama, jalur cadangan berbasis satelit, hingga alternatif konektivitas lainnya.
Menurut Hendarsam, inovasi itu menjadi bagian dari transformasi layanan keimigrasian yang tetap mengedepankan aspek keamanan.
Kami terus berupaya memberikan layanan terbaik, khususnya bagi jemaah haji Indonesia yang kembali ke Tanah Air. Harapan kami, proses kedatangan jemaah berlangsung cepat, aman, dan nyaman sehingga bisa segera berkumpul bersama keluarga,” ujarnya.
Ia menambahkan langkah tersebut sejalan dengan semangat “Imigrasi untuk Rakyat” yang menekankan layanan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.




































