PAPUA – Personel Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz-2026 terus mengintensifkan pendekatan humanis melalui patroli sambang di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, Minggu (29/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas keamanan sekaligus membangun komunikasi langsung dengan masyarakat di wilayah yang selama ini menghadapi tantangan gangguan keamanan.
Patroli dilakukan di sejumlah titik vital aktivitas warga, mulai dari kawasan permukiman hingga pasar tradisional. Dalam kegiatan tersebut, personel tidak hanya melakukan pemantauan situasi, tetapi juga aktif berdialog dengan masyarakat guna menyerap aspirasi serta memahami kondisi riil di lapangan.
Sejumlah warga menyampaikan bahwa kehadiran aparat kini dirasakan lebih terbuka dan komunikatif. Salah satu warga yang ditemui di area pasar mengaku bahwa interaksi yang terjalin membuat masyarakat lebih leluasa menyampaikan keluhan maupun kebutuhan sehari-hari. Ia menilai pendekatan yang dilakukan saat ini berbeda karena aparat tidak sekadar melintas, melainkan hadir untuk mendengar.
Distrik Kiwirok sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah yang dalam beberapa tahun terakhir kerap menghadapi gangguan keamanan, termasuk aktivitas kelompok bersenjata yang berdampak langsung terhadap mobilitas warga, aktivitas ekonomi, serta akses layanan publik. Kondisi tersebut menjadikan kehadiran aparat sebagai faktor penting dalam menjaga rasa aman masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, patroli sambang tidak semata berfokus pada aspek pengamanan. Personel Satgas juga terlihat melakukan pendekatan sosial, seperti membantu warga mengangkut barang dagangan, menyapa anak-anak, hingga berbincang santai dengan masyarakat. Upaya ini dinilai sebagai langkah strategis untuk membangun kepercayaan secara bertahap di tengah situasi yang sensitif.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa kehadiran aparat di tengah masyarakat merupakan bagian dari pendekatan yang mengedepankan komunikasi dua arah.
“Patroli sambang ini tidak hanya berorientasi pada pengamanan, tetapi juga menjadi sarana untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Dengan begitu, langkah yang diambil dapat lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Adarma Sinaga, menyampaikan bahwa pendekatan persuasif menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah pegunungan.
Menurutnya, komunikasi yang terbangun melalui interaksi langsung memungkinkan potensi gangguan keamanan dideteksi lebih dini. Selain itu, masyarakat juga memiliki ruang untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi tanpa rasa takut.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di Distrik Kiwirok terpantau aman dan kondusif. Aktivitas jual beli di pasar berjalan normal, sementara anak-anak mulai terlihat kembali beraktivitas di lingkungan sekitar tempat tinggal mereka.
Patroli sambang ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga keamanan di Kabupaten Pegunungan Bintang. Lebih dari itu, kehadiran aparat yang konsisten diharapkan mampu memperkuat hubungan antara masyarakat dan aparat keamanan, sehingga tercipta rasa saling percaya sebagai fondasi utama stabilitas jangka panjang di wilayah Papua Pegunungan.
Reporter: Fahmy Nurdin
Editor: Fahmy Nurdin




































