BALIKPAPAN – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menerima kunjungan kerja strategis dari jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara (DPRD Kukar) di kantor PHM, Balikpapan, Selasa (17/3). Pertemuan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi antara industri hulu minyak dan gas bumi dengan lembaga legislatif daerah, khususnya dalam mendukung ketahanan energi nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
Kunjungan tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kukar, Abdul Rasid, bersama anggota dari Komisi I, III, dan IV. Dalam agenda tersebut, PHM memaparkan secara komprehensif kinerja operasional di Wilayah Kerja (WK) Mahakam, termasuk capaian produksi, kontribusi terhadap pendapatan daerah, serta implementasi program Pelibatan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang berkelanjutan.
General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menekankan pentingnya dukungan dan sinergi dengan para pemangku kepentingan di daerah. Menurutnya, keberhasilan operasional industri hulu migas tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, tetapi juga oleh harmonisasi hubungan dengan pemerintah daerah dan masyarakat sekitar.
“Sinergi dengan DPRD Kutai Kartanegara menjadi elemen penting dalam memastikan operasional migas berjalan selamat, andal, dan berkelanjutan. Hal ini juga sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta memperkuat kemandirian masyarakat dalam kerangka swasembada energi nasional,” ujar Setyo dalam keterangan yang diterima okjakarta.com, pada Kamis (19/3/2026).
Dari sisi legislatif, Abdul Rasid menyampaikan apresiasi atas komitmen PHM dalam melibatkan tenaga kerja lokal, khususnya dari Kutai Kartanegara, dalam berbagai aktivitas di lapangan migas Mahakam. Ia menilai langkah tersebut tidak hanya membuka peluang kerja, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia di daerah.
“Kami berharap sinergi ini terus terjalin secara berkelanjutan. Kehadiran industri hulu migas harus mampu memberikan manfaat nyata dan maksimal bagi kesejahteraan masyarakat Kukar,” tegasnya.
Selain membahas aspek produksi dan tenaga kerja, pertemuan juga menyoroti pentingnya implementasi prinsip keberlanjutan dalam operasional migas. PHM sebagai bagian dari PT Pertamina Hulu Indonesia yang berada di bawah pengawasan SKK Migas, terus mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap kegiatan operasionalnya.
Melalui penerapan teknologi inovatif dan praktik industri yang bertanggung jawab, PHM berupaya menjaga keseimbangan antara pencapaian target produksi energi dan perlindungan lingkungan. Upaya ini juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung agenda nasional menuju transisi energi yang lebih berkelanjutan.
Pertemuan ini menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku industri hulu migas merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas energi sekaligus mendorong pemerataan pembangunan ekonomi di daerah penghasil.
Dengan sinergi yang semakin kuat, diharapkan manfaat sektor migas tidak hanya dirasakan secara nasional, tetapi juga memberikan dampak signifikan bagi masyarakat di wilayah operasi, khususnya Kutai Kartanegara.
Reporter: Fahmy Nurdin
Editor: Fahmy Nurdin




































