Jakarta — Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menggelar kick-off partisipasi Indonesia pada China-ASEAN Expo 2026 guna memperkuat sinergi pemerintah dan pelaku usaha dalam memperluas pasar ekspor ke Tiongkok.
Kegiatan yang digelar di Jakarta pada Selasa (17/3) itu dihadiri sejumlah kementerian, lembaga, pemerintah daerah, asosiasi, serta pelaku usaha. Forum tersebut bertujuan memaksimalkan peluang promosi produk unggulan Indonesia melalui pameran dagang internasional tersebut.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan CAEXPO 2026 dapat dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan produk unggulan Indonesia sekaligus memperkuat kerja sama perdagangan, investasi, pariwisata, dan industri antara Indonesia dan Tiongkok.
“Tiongkok merupakan mitra dagang utama Indonesia dengan pasar yang besar dan terus tumbuh. Pemulihan sektor manufaktur serta kebijakan peningkatan konsumsi domestik di Tiongkok turut memperbesar peluang produk agrikultur tropis, makanan dan minuman olahan, perikanan, serta komoditas bernilai tambah dari Indonesia untuk masuk ke Tiongkok,” ujar Puntodewi.
Ia menilai peluang ekspor tersebut semakin terbuka di tengah dinamika ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik. Kondisi ini dapat dimanfaatkan Indonesia untuk meningkatkan ekspor ke negara mitra utama sekaligus mendorong diversifikasi pasar.
Berdasarkan data Kemendag, nilai ekspor Indonesia ke Tiongkok pada 2025 mencapai USD67,03 miliar. Sekitar 96,6 persen dari total ekspor tersebut berasal dari sektor nonmigas. Dalam lima tahun terakhir, tren ekspor Indonesia ke Tiongkok juga mencatat pertumbuhan positif rata-rata 4,01 persen.
Selain itu, hubungan diplomatik Indonesia dan Tiongkok yang telah memasuki 75 tahun serta keanggotaan Indonesia di BRICS dinilai membuka peluang penguatan kerja sama ekonomi kedua negara.
Transformasi digital dan pemanfaatan Artificial Intelligence dalam perdagangan juga dipandang dapat meningkatkan efisiensi rantai pasok serta memperluas integrasi perdagangan berbasis teknologi di kawasan.
CAEXPO 2026 akan diselenggarakan pada 17–21 September 2026 di Nanning International Convention and Exhibition Center, Nanning. Pameran ini merupakan ajang tahunan yang mempertemukan negara-negara Association of Southeast Asian Nations dengan Tiongkok dalam kerangka kerja sama ASEAN-China Free Trade Area.
Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag Miftah Farid mengatakan CAEXPO menjadi salah satu platform efektif dalam memperkuat kerja sama perdagangan, investasi, dan industri antara negara-negara ASEAN dan Tiongkok.
Pada penyelenggaraan sebelumnya, pameran ini diikuti sekitar 1.910 perusahaan dengan jumlah pengunjung lebih dari 226.000 orang. Partisipasi Indonesia pada CAEXPO 2025 juga mencatatkan transaksi sebesar USD132,07 juta atau sekitar Rp2,17 triliun serta menghasilkan sembilan nota kesepahaman kerja sama dengan mitra dari Tiongkok.
Tahun ini Indonesia direncanakan menempati Hall D5 dengan paviliun seluas 2.000 meter persegi yang menampilkan tiga tema utama, yakni Paviliun Komoditas, Paviliun City of Charm, dan Paviliun Artificial Intelligence,” kata Miftah.
Selain pameran produk, partisipasi Indonesia juga akan dilengkapi berbagai kegiatan pendukung seperti business matching, forum bisnis, promosi investasi, serta penjajakan kerja sama perdagangan dan industri dengan mitra dari Tiongkok dan negara-negara ASEAN.
Dalam sesi diskusi, Wakil Ketua Umum Bidang Diplomasi Multilateral Kamar Dagang dan Industri Indonesia Andi Anzhar Cakra Wijaya menekankan pentingnya proses kurasi produk agar mampu memenuhi standar kualitas global.
Tahun ini Kadin bersama Kemendag juga mendorong partisipasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat memanfaatkan peluang pasar internasional melalui CAEXPO,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan PT Pandu Arjuna Nusantara Guspiabri Sumowigeno menilai forum China-ASEAN Business and Investment Summit dalam rangkaian CAEXPO dapat dimanfaatkan sebagai ruang dialog strategis antara pemerintah, pelaku usaha, dan investor dari negara-negara ASEAN dan Tiongkok.
Ia menilai forum tersebut dapat memperkuat promosi investasi serta menindaklanjuti peluang kerja sama ekonomi yang telah dibangun sebelumnya.




































