JAKARTA – Nama Wahyu Hadiningrat dikenal sebagai salah satu perwira tinggi di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia yang memiliki rekam jejak panjang dalam bidang reserse serta manajemen perencanaan strategis kepolisian. Dirangkum dari berbagai sumber, Minggu (8/3/2026). Perwira kelahiran 4 Juni 1970 ini saat ini mengemban amanah sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan dan Anggaran (Astamarena).
Sejak dipercaya menempati posisi strategis tersebut pada 18 Februari 2021, Wahyu berperan dalam merumuskan kebijakan perencanaan program dan pengelolaan anggaran institusi Polri secara nasional. Jabatan ini menuntut kemampuan manajerial, perencanaan strategis, serta pengalaman panjang di lingkungan kepolisian.
Latar Belakang Pendidikan Kepolisian
Wahyu Hadiningrat merupakan alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1992. Sejak lulus dari lembaga pendidikan tersebut, ia memulai karier kepolisian dengan fokus di bidang reserse yang dikenal sebagai salah satu bidang dengan tantangan operasional tinggi.
Untuk meningkatkan kompetensi profesionalnya, Wahyu melanjutkan pendidikan di sejumlah lembaga pendidikan kepolisian. Ia tercatat mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dengan program studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer. Selain itu, ia juga menempuh pendidikan kepemimpinan di Sekolah Staf dan Pimpinan Polri (Sespim) serta melanjutkan ke jenjang lebih tinggi di Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Polri (Sespimti) pada tahun 2016.
Rangkaian pendidikan tersebut menjadi fondasi penting bagi perjalanan kariernya yang terus berkembang hingga mencapai posisi strategis di tingkat Markas Besar Polri.
Awal Karier di Kepolisian
Perjalanan karier Wahyu dimulai pada tahun 1993 sebagai Perwira Pertama (Pama) di wilayah Polda Jawa Barat. Pada masa awal pengabdiannya, ia dipercaya memegang sejumlah jabatan operasional di tingkat kepolisian sektor.
Pada 1994, Wahyu menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Sektor Kota (Wakapolsekta) Cirebon Selatan. Setahun kemudian, pada 1995, ia dipercaya menjadi Kapolsek Soreang di wilayah Polres Bandung. Jabatan tersebut menjadi salah satu pengalaman awal dalam memimpin satuan kepolisian di tingkat wilayah.
Karier di Tingkat Polres dan Polda
Seiring perjalanan waktu, pengalaman Wahyu di bidang reserse dan manajerial membawa dirinya ke posisi yang lebih strategis. Pada 2011, ia dipercaya menjabat sebagai Kapolres Metro Bekasi di bawah jajaran Polda Metro Jaya.
Kariernya terus berkembang ketika pada 2012 ia diangkat menjadi Kapolres Metro Jakarta Selatan. Posisi tersebut menempatkannya sebagai pimpinan kepolisian di salah satu wilayah dengan dinamika keamanan dan kriminalitas yang cukup kompleks di ibu kota.
Pengalaman di wilayah hukum metropolitan kemudian mengantarkannya pada jabatan lebih tinggi. Pada 2016, Wahyu dipercaya sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya yang bertugas menangani berbagai kasus kejahatan khusus, termasuk tindak pidana ekonomi, siber, dan korupsi.
Dua tahun kemudian, tepatnya pada 2018, ia mendapat promosi sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Metro Jaya, menjadikannya salah satu pimpinan utama di kepolisian wilayah ibu kota.
Menjabat Wakabareskrim Polri
Karier Wahyu semakin menanjak ketika pada 2020 ia dipercaya menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal (Wakabareskrim) Polri. Jabatan ini menempatkannya di jajaran pimpinan utama di lingkungan Badan Reserse Kriminal Polri.
Dalam posisi tersebut, Wahyu memperoleh kenaikan pangkat menjadi Inspektur Jenderal Polisi atau perwira tinggi berpangkat dua bintang. Kenaikan pangkat tersebut ditetapkan melalui surat telegram Kapolri Nomor STR/164/IV/KEP/2020 tertanggal 7 April 2020 yang ditandatangani oleh Kapolri saat itu, Idham Azis.
Dipercaya Menjadi Astamarena Polri
Pada 2021, Wahyu kemudian dipercaya mengemban jabatan sebagai Asisten Kapolri Bidang Perencanaan dan Anggaran (Asrena) yang kemudian berkembang menjadi Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan dan Anggaran (Astamarena).
Jabatan ini memiliki peran penting dalam menyusun arah kebijakan perencanaan program, penganggaran, serta strategi pembangunan organisasi Polri secara menyeluruh.
Seiring dengan penugasan tersebut, Wahyu juga memperoleh kenaikan pangkat dari Inspektur Jenderal menjadi Komisaris Jenderal Polisi atau perwira tinggi bintang tiga. Pangkat tersebut menandai posisi strategisnya di jajaran pimpinan tertinggi Polri.
Pengalaman Penanganan Kasus Besar
Sepanjang perjalanan kariernya di bidang reserse, Wahyu Hadiningrat juga dikenal pernah terlibat dalam penanganan sejumlah kasus besar. Salah satunya adalah keterlibatannya dalam proses penanganan kasus terorisme yang berkaitan dengan peristiwa Bom Bali II pada tahun 2005.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari rekam jejak profesionalnya dalam penanganan perkara yang memiliki dampak luas terhadap keamanan nasional.
Sosok Perwira Berpengalaman
Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di institusi kepolisian, Komjen Wahyu Hadiningrat dikenal sebagai sosok perwira yang memiliki kombinasi pengalaman operasional di bidang reserse serta kemampuan manajerial dalam pengelolaan organisasi.
Perjalanan kariernya dari tingkat kepolisian sektor hingga menduduki posisi strategis di Mabes Polri mencerminkan proses panjang pembinaan karier di tubuh Polri, sekaligus menunjukkan pentingnya pengalaman lapangan dan pendidikan kepemimpinan dalam membentuk perwira tinggi kepolisian.
Reporter: Fahmy Nurdin
Editor: Fahmy Nurdin



































