JAKARTA – Perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah menjadi momen yang sarat makna bagi keluarga besar almarhum Alirudin Syam. Dalam suasana 1 Syawal yang penuh kebersamaan, seluruh anggota keluarga lintas generasi berkumpul dalam acara silaturahmi yang berlangsung di kediaman almarhum di kawasan Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (21/3/2026).
Pertemuan tahunan ini menjadi tradisi yang terus dijaga sebagai wadah mempererat hubungan kekeluargaan. Anak, menantu, cucu hingga cicit hadir dalam suasana hangat yang diwarnai saling bermaafan, berbagi cerita, serta memperkuat nilai kebersamaan di hari kemenangan.
Sejak pagi hari, rumah keluarga tampak ramai oleh kedatangan anggota keluarga dari berbagai daerah. Nuansa kekeluargaan terasa kental, mencerminkan nilai-nilai yang telah lama ditanamkan oleh almarhum semasa hidupnya sebagai sosok pemersatu keluarga.
Saat ini, kediaman tersebut ditempati oleh Siti Elinar, anak kedua almarhum, yang bersama Siti Erlina dan suaminya menjadi tuan rumah dalam kegiatan tersebut. Dalam struktur keluarga, Siti Elinar juga dihormati sebagai figur yang dituakan, yang berperan menjaga kesinambungan hubungan antaranggota keluarga.
Sejumlah anggota keluarga lain turut hadir, termasuk Joni Alamsyah, salah satu putra almarhum, yang datang bersama istri dan kerabat lainnya. Kehadiran mereka mempertegas kuatnya ikatan emosional yang tetap terjaga meskipun sebagian anggota keluarga telah berpulang lebih dahulu.
Dalam kesempatan tersebut, keluarga tidak hanya bersilaturahmi, tetapi juga mengenang sosok almarhum Alirudin Syam yang semasa hidup dikenal memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan keluarga. Nilai kebersamaan, saling menghormati, dan kepedulian yang diwariskan menjadi fondasi yang terus dijaga oleh generasi penerus.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Idulfitri, keluarga juga merencanakan ziarah ke makam almarhum dan almarhumah. Ziarah ini dimaknai sebagai bentuk penghormatan sekaligus doa bagi anggota keluarga yang telah lebih dahulu meninggal dunia.
Momentum Idulfitri bagi keluarga besar ini tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai sarana refleksi dan penguatan ikatan kekeluargaan. Tradisi yang terus dijaga ini diharapkan mampu menjaga keharmonisan serta mempererat solidaritas keluarga di tengah dinamika kehidupan yang terus berkembang.
Dengan suasana yang penuh kehangatan dan makna, silaturahmi Lebaran keluarga besar Alirudin Syam menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai kekeluargaan tetap hidup dan terpelihara dari generasi ke generasi.
Reporter: Fahmy Nurdin
Editor: Fahmy Nurdin



































