Restu Rhoma Irama Jadi Tiket Emas, Mega Makcik Bidik Revitalisasi Dangdut Klasik dari Studio Soneta

- Jurnalis

Minggu, 26 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Raja Dangdut Roma Irama (kiri), Mega Makcik (kanan). (Dok-Istimewa)

Foto: Raja Dangdut Roma Irama (kiri), Mega Makcik (kanan). (Dok-Istimewa)

DEPOK – Pertemuan antara penyanyi dangdut asal Riau, Mega Makcik, dengan Raja Dangdut Rhoma Irama di Studio Soneta, kawasan Tole Iskandar, Depok, menjadi sorotan, Minggu (26/4/2026). Bukan sekadar kunjungan biasa, agenda tersebut menandai langkah strategis dalam perjalanan karier Mega Makcik sekaligus membuka peluang baru bagi revitalisasi karya-karya dangdut klasik.

Kunjungan yang berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan itu memperlihatkan relasi lintas generasi dalam industri musik dangdut. Mega Makcik, yang kini menetap di Singapura, datang tidak hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga mengajukan izin membawakan sejumlah lagu legendaris ciptaan Rhoma Irama, figur yang selama ini ia jadikan panutan dalam bermusik.

“Alhamdulillah saya diterima dengan sangat baik, bahkan diizinkan untuk membawakan lagu-lagu beliau,” ujar Mega Makcik kepada wartawan, menegaskan bahwa restu tersebut menjadi legitimasi penting dalam langkah kreatifnya ke depan.

Sebagai penyanyi sekaligus produser, Mega Makcik tidak hanya fokus pada karier individu. Ia juga mengelola label independen bernama Mega Makcik Official, yang berfungsi sebagai wadah pembinaan bagi talenta-talenta baru di industri musik dangdut. Inisiatif ini dinilai sebagai upaya membangun ekosistem yang lebih berkelanjutan di tengah persaingan industri yang semakin ketat.

Dengan karakter vokal khas Melayu yang kuat, Mega Makcik berupaya menghadirkan pendekatan berbeda terhadap lagu-lagu klasik. Namun, hingga kini ia masih merahasiakan judul lagu yang akan dibawakan.

“Masih rahasia, biar jadi kejutan buat para penggemar,” katanya.

Lebih dari sekadar kerja sama musikal, pertemuan tersebut juga memiliki nilai emosional. Mega Makcik menggambarkan suasana pertemuan seperti hubungan anak dan ayah, mencerminkan kedekatan personal yang jarang terekspos dalam dinamika industri hiburan.

Bagi sebagian pengamat, relasi semacam ini menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan nilai-nilai musikal dangdut, terutama di tengah arus modernisasi yang kerap menggeser esensi genre tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Mega Makcik juga menyampaikan kritik terhadap tren musik dangdut kontemporer yang dinilai cenderung instan dan berorientasi viral semata. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas lirik dan kekuatan musikalitas sebagai identitas utama dangdut.

“Harapan saya, lagu-lagu ini bisa kembali menghidupkan kualitas dangdut yang kuat secara lirik dan musikalitas, tidak hanya sekadar viral,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan kegelisahan sebagian pelaku industri terhadap perubahan selera pasar yang cepat, sekaligus menjadi tantangan bagi musisi dalam menjaga keseimbangan antara idealisme dan tuntutan komersial.

Langkah Mega Makcik membawakan ulang lagu-lagu Rhoma Irama berpotensi memperluas jangkauan audiens, khususnya generasi muda yang mungkin belum akrab dengan karya-karya klasik dangdut. Namun di sisi lain, reinterpretasi lagu legendaris juga menuntut sensitivitas artistik agar tidak menghilangkan nilai orisinalitasnya.

Dengan dukungan langsung dari Rhoma Irama, Mega Makcik memiliki legitimasi sekaligus tanggung jawab besar untuk menghadirkan karya yang tidak hanya relevan secara pasar, tetapi juga bermakna secara musikal.

Ke depan, publik menanti bagaimana penyanyi ini mengolah warisan musik dangdut menjadi sesuatu yang segar tanpa kehilangan akar tradisinya, sebuah upaya yang, jika berhasil, dapat menjadi contoh bagi regenerasi musik dangdut di Indonesia.

Untuk mengikuti perkembangan terbaru dan berbagai konten aktivitasnya, penggemar dapat mengunjungi akun Instagram, tiktok dan Facebook dengan nama @MegaMakcik.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Gerakan 5 Menit Jeda, Bodrex Ajak Masyarakat Tak Abaikan Pemulihan di Tengah Padatnya Aktivitas
Sengketa Hak Asuh Anak Ruben Onsu-Sarwendah Memanas, Deolipa Yumara Soroti 5 Faktor Pertimbangan Hakim
Dorong Kajian Teknologi dan Keselamatan, Sandy Tumiwa Minta Pengembangan Geothermal Ciremai Ramah Lingkungan
Film Dokumenter Ekspedisi Cicatih Elpala Diputar Perdana, Rekam Perjalanan Cinta Alam dan Bela Negara
Deolipa Yumara: Ruben Onsu Masih Berpeluang Tempuh Restorative Justice dalam Perkara Dugaan Penipuan dan Penggelapan
FSPPI Dorong Perlindungan Pekerja Perfilman Masuk Agenda Legislasi DPR RI
Aktor RF Jalani Pemeriksankan dalam Kasus Dugaan Narkoba
Semarak Lomba Karaoke HUT ke-81 RI, Warga RW 015 Bidara Cina Rayakan Kemerdekaan dengan Nada dan Lagu
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 18:38 WIB

Gerakan 5 Menit Jeda, Bodrex Ajak Masyarakat Tak Abaikan Pemulihan di Tengah Padatnya Aktivitas

Kamis, 10 September 2026 - 16:57 WIB

Sengketa Hak Asuh Anak Ruben Onsu-Sarwendah Memanas, Deolipa Yumara Soroti 5 Faktor Pertimbangan Hakim

Rabu, 9 September 2026 - 23:20 WIB

Dorong Kajian Teknologi dan Keselamatan, Sandy Tumiwa Minta Pengembangan Geothermal Ciremai Ramah Lingkungan

Rabu, 2 September 2026 - 20:13 WIB

Film Dokumenter Ekspedisi Cicatih Elpala Diputar Perdana, Rekam Perjalanan Cinta Alam dan Bela Negara

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:33 WIB

Deolipa Yumara: Ruben Onsu Masih Berpeluang Tempuh Restorative Justice dalam Perkara Dugaan Penipuan dan Penggelapan

Berita Terbaru