Film Dokumenter Ekspedisi Cicatih Elpala Diputar Perdana, Rekam Perjalanan Cinta Alam dan Bela Negara

- Jurnalis

Rabu, 2 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sejumlah peserta Ekspedisi Cicatih Elpala SMA Negeri 68 Jakarta berfoto bersama di kawasan hulu sungai dengan latar perbukitan. Ekspedisi yang melibatkan alumni dan anggota aktif Elpala tersebut menjadi bagian dari perjalanan mengenal alam sekaligus menanamkan nilai cinta tanah air, kepedulian lingkungan, dan semangat bela negara kepada generasi muda. Pemutaran perdana film dokumenter perjalanan tersebut digelar di SMA Negeri 68 Jakarta.

Foto: Sejumlah peserta Ekspedisi Cicatih Elpala SMA Negeri 68 Jakarta berfoto bersama di kawasan hulu sungai dengan latar perbukitan. Ekspedisi yang melibatkan alumni dan anggota aktif Elpala tersebut menjadi bagian dari perjalanan mengenal alam sekaligus menanamkan nilai cinta tanah air, kepedulian lingkungan, dan semangat bela negara kepada generasi muda. Pemutaran perdana film dokumenter perjalanan tersebut digelar di SMA Negeri 68 Jakarta.

Jakarta — Perjalanan menyusuri aliran sungai, menembus bentang alam Sukabumi hingga tiba di pesisir Pelabuhan Ratu kini diabadikan dalam sebuah film dokumenter.

Film dokumenter Ekspedisi Cicatih Elpala SMA Negeri 68 Jakarta diputar perdana di lingkungan SMA Negeri 68 Jakarta, Selasa (1/9/2026). Pemutaran film tersebut bukan sekadar menjadi ruang untuk mengenang perjalanan ekspedisi, melainkan juga menjadi medium menanamkan kecintaan terhadap alam, tanah air, dan semangat bela negara kepada generasi muda.

Kegiatan ini dihadiri Kepala SMA Negeri 68 Jakarta Yunidar, M.Pd., Wakil Kepala Sekolah Iyan Maulana, pendiri Elpala Dar Edi Yoga dan Eka Bama Putra, perwakilan Kementerian Pertahanan, serta sejumlah unsur yang turut mendukung kegiatan ekspedisi, termasuk Wanadri dan Koordinator Pick Up Mini Bus Community (PMBC) Dadang Hermawan.

Kabid Komunikasi Sosial Pusvet Badan Pertahanan Nasional Kementerian Pertahanan, Kolonel Moh. Khoirul Hadi, yang hadir mewakili Kementerian Pertahanan sekaligus terlibat langsung dalam ekspedisi tersebut, mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam kegiatan pencinta alam.

Menurut Khoirul, kegiatan di alam terbuka dapat menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan kesadaran bela negara. Baginya, mencintai Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui pemahaman tentang identitas bangsa, tetapi juga dengan mengenal langsung wilayah dan kekayaan alam yang dimiliki negeri ini.

“Ketika berbicara tentang cinta tanah air, kegiatan-kegiatan pencinta alam merupakan salah satu opsi. Masih banyak bentuk lainnya. Intinya, energi dan tenaga generasi muda harus disalurkan dalam kegiatan yang positif,” ujar Khoirul.

Khoirul menilai generasi muda perlu memiliki pemahaman yang utuh mengenai Indonesia, mulai dari wilayah daratan, lautan, udara, pulau-pulau terluar, hingga sumber-sumber air.

Pemahaman tersebut, menurutnya, penting diwariskan di tengah pergantian generasi agar kesadaran untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap tumbuh.

Bagi Khoirul, alam juga dapat menjadi ruang pendidikan yang membentuk karakter. Dalam perjalanan ekspedisi, generasi muda tidak hanya berhadapan dengan tantangan fisik, tetapi juga belajar mengenai disiplin, kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta kemampuan bekerja sebagai sebuah tim.

Khoirul juga mengingatkan kembali nilai-nilai yang tertuang dalam Kode Etik Pecinta Alam Indonesia yang disahkan pada Gladian Nasional IV di Ujung Pandang pada Januari 1974.

Nilai tersebut mencakup pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjaga alam dan menggunakan sumber daya sesuai batas kebutuhan, mengabdi kepada bangsa dan tanah air, menghormati masyarakat dan sesama manusia, serta mempererat persaudaraan antarpencinta alam.

“Nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk diwariskan kepada generasi muda. Semoga film ini dapat menginspirasi dan mendorong lebih banyak kegiatan yang melibatkan pelajar dalam mencintai alam, mencintai tanah air, dan membangun semangat bela negara,” katanya.

Ekspedisi Cicatih sendiri mempertemukan alumni dan anggota aktif Elpala SMA Negeri 68 Jakarta dalam sebuah perjalanan menyusuri kawasan hulu Sungai Cimelati hingga Sungai Cicatih.

Perjalanan kemudian berlanjut menuju Leuwi Lalay, Sukabumi, sebelum berakhir di kawasan Pelabuhan Ratu.

Setiap jalur yang dilalui menjadi bagian dari perjalanan panjang yang kini direkam melalui film dokumenter. Tayangan itu menghadirkan bukan hanya lanskap alam yang dilintasi, tetapi juga cerita tentang kebersamaan, tantangan, dan pengalaman para peserta selama ekspedisi.

Pemutaran perdana film ini juga memiliki makna tersendiri bagi Elpala. Organisasi pencinta alam SMA Negeri 68 Jakarta tersebut kini telah memasuki usia 40 tahun sejak berdiri pada 1986.

Di usia empat dekade, film dokumenter Ekspedisi Cicatih diharapkan menjadi lebih dari sekadar rekaman perjalanan. Film tersebut diharapkan dapat menjadi warisan pengalaman dan nilai bagi generasi Elpala yang akan datang.

Melalui layar, perjalanan menyusuri sungai dan bentang alam itu kini kembali hidup. Namun, pesan yang ingin ditinggalkan jauh lebih panjang daripada sekadar sebuah ekspedisi: mengenal alam, merawat lingkungan, dan memahami bahwa mencintai tanah air dapat dimulai dari mengenal setiap bagian dari rumah bernama Indonesia.

Film dokumenter Ekspedisi Cicatih Elpala SMA Negeri 68 Jakarta dapat disaksikan melalui kanal YouTube.

(Helmi AR)

Berita Terkait

Deolipa Yumara: Ruben Onsu Masih Berpeluang Tempuh Restorative Justice dalam Perkara Dugaan Penipuan dan Penggelapan
FSPPI Dorong Perlindungan Pekerja Perfilman Masuk Agenda Legislasi DPR RI
Aktor RF Jalani Pemeriksankan dalam Kasus Dugaan Narkoba
Batman Cafe Hadirkan Hiburan Musik dan Kepedulian Sosial untuk Warga
Diding Boneng Meninggal Dunia, Keluarga Ungkap Perjuangan Melawan Asma hingga Pesan Terakhir Sang Komedian
Zanzabella Mengaku Gio Lovers Dan Mendukung Sarwendah
Bela Sarwendah Habis-habisan, Zanzabella: Lihat Gesturnya Kelihatan Siapa yang Bermasalah
Gala Premiere Film Horor “Lastri: Arwah Kembang Desa” Hadirkan Duka dan Dedikasi untuk Gary Iskak
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 20:13 WIB

Film Dokumenter Ekspedisi Cicatih Elpala Diputar Perdana, Rekam Perjalanan Cinta Alam dan Bela Negara

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:33 WIB

Deolipa Yumara: Ruben Onsu Masih Berpeluang Tempuh Restorative Justice dalam Perkara Dugaan Penipuan dan Penggelapan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:55 WIB

FSPPI Dorong Perlindungan Pekerja Perfilman Masuk Agenda Legislasi DPR RI

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Aktor RF Jalani Pemeriksankan dalam Kasus Dugaan Narkoba

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:59 WIB

Batman Cafe Hadirkan Hiburan Musik dan Kepedulian Sosial untuk Warga

Berita Terbaru