GEMAH Desak Kejati DKI Selidiki Dugaan Kredit Bermasalah Rp 2 Triliun di Bank Jakarta

- Jurnalis

Selasa, 15 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Tangkapan Layar YouTube Bank Jakarta. (Dok-Istimewa)

Foto: Tangkapan Layar YouTube Bank Jakarta. (Dok-Istimewa)

JAKARTA – Gerakan Mahasiswa Hukum (GEMAH) mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta untuk segera melakukan penyelidikan terhadap dugaan penyimpangan dalam proses restrukturisasi kredit di Bank Jakarta, yang sebelumnya dikenal sebagai Bank DKI.

Desakan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum GEMAH, Badrun Atnangar, dalam pernyataan tertulis kepada media pada Selasa (15/7). Ia menyebut bahwa GEMAH menerima laporan dari sumber internal Bank Jakarta terkait indikasi adanya kredit bermasalah dengan nilai yang sangat besar.

“GEMAH memperoleh data dari karyawan internal Bank Jakarta bahwa terdapat dana restrukturisasi kredit dalam perhatian khusus senilai Rp 2 triliun. Selain itu, tercatat pula kredit kurang lancar sebesar Rp 21,3 miliar, kredit dalam proses sebesar Rp 36,8 miliar, serta kredit macet mencapai Rp 418 miliar,” ungkap Badrun.

Menurut Badrun, besarnya nilai kredit bermasalah tersebut patut menjadi perhatian serius penegak hukum karena berpotensi merugikan keuangan negara, khususnya dalam konteks pengelolaan keuangan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ia juga menyoroti perubahan nama Bank DKI menjadi Bank Jakarta yang, menurutnya, tidak boleh dijadikan alat untuk menutupi persoalan lama.

“Restrukturisasi ini sangat mencurigakan. Jangan sampai pergantian nama justru menjadi tameng untuk menghilangkan jejak kredit bermasalah,” tegas Badrun. “Kejati DKI Jakarta harus memanggil dan memeriksa jajaran Komisaris serta Direksi Bank Jakarta untuk dimintai keterangan.”

GEMAH menyatakan akan terus mengawal proses hukum terkait dugaan ini dan siap berkolaborasi dengan aparat penegak hukum untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan lembaga keuangan milik daerah.

“Bank ini milik rakyat Jakarta. Jangan sampai kepercayaan publik dihancurkan oleh praktik-praktik yang tidak sehat,” pungkas Badrun.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen Bank Jakarta maupun Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta belum memberikan pernyataan resmi terkait desakan dan temuan yang disampaikan oleh GEMAH.

Penulis : Fahmy Nurdin

Editor : Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Imigrasi Perkuat Pengawasan WNA dan Pengungsi Lewat Teknologi Digital
Imigrasi Raup PNBP Rp8,68 Triliun, ImigrasiLampaui Target 2026 pada Pertengahan Oktober
Eksklusivitas Napi “Papan Atas” Diungkap di EdShareOn, Mantan Kalapas: Itu Jelas Diskriminasi Hukum!
Bea Cukai Merak Amankan 29 Botol Miras Tanpa Tanda Terima, Prosedur Penindakan Dipertanyakan
Pengelola Sulit Dihubungi, Sejumlah Pengusaha Ayam di Bekasi Khawatir Modal Tak Kembali
Urugan Liar Tutup Resapan Air, Warga Perbatasan Jakarta–Banten Terancam Banjir
Imigrasi Serahkan WN China Terduga Pemburu Penyu Ilegal ke Polda Papua Barat Daya
Bongkar Aktor di Balik PETI Hulu Bintauna, Raldy Doy Minta Instruksi Kapolda Dikawal
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Imigrasi Perkuat Pengawasan WNA dan Pengungsi Lewat Teknologi Digital

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Imigrasi Raup PNBP Rp8,68 Triliun, ImigrasiLampaui Target 2026 pada Pertengahan Oktober

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:46 WIB

Eksklusivitas Napi “Papan Atas” Diungkap di EdShareOn, Mantan Kalapas: Itu Jelas Diskriminasi Hukum!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:19 WIB

Bea Cukai Merak Amankan 29 Botol Miras Tanpa Tanda Terima, Prosedur Penindakan Dipertanyakan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Pengelola Sulit Dihubungi, Sejumlah Pengusaha Ayam di Bekasi Khawatir Modal Tak Kembali

Berita Terbaru

Oplus_16908288

Peristiwa

216 Pedagang Setu Babakan Direlokasi Pemkot Jaksel

Kamis, 15 Okt 2026 - 22:43 WIB

Foto: Menko PMK Sugiono menyampaikan keterangan saat meninjau pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah di SMP Negeri 202, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (15/10/2026).

Wali Kota Jakarta Pusat

Menko PMK Tinjau CKG di SMPN 202 Jakarta Timur, 787 Siswa Jalani Pemeriksaan

Kamis, 15 Okt 2026 - 20:29 WIB