JAKARTA – Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jakarta Timur sekaligus CEO Wartapembruan.co.id, Rudolf Simbolon, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin, atas imbauan kepada masyarakat agar merayakan pergantian Tahun Baru secara sederhana dan tidak berlebihan.
Rudolf menilai imbauan tersebut sebagai langkah bijak yang mencerminkan kepekaan sosial, empati kemanusiaan, serta kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi bangsa, terutama di tengah musibah yang tengah melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Rudolf Simbolon saat ditemui awak media di kawasan Jakarta International Velodrome, tepatnya di depan Otantik Restoran Turki, Jakarta Timur, Rabu (31/12/2025).
Menurut Rudolf, ajakan merayakan Tahun Baru secara sederhana memiliki makna moral yang kuat dan relevan dengan situasi nasional saat ini. Ia menegaskan bahwa euforia berlebihan tidak seharusnya menjadi prioritas ketika sebagian masyarakat Indonesia masih bergulat dengan dampak bencana alam, khususnya di wilayah Sumatera.
“Imbauan Bapak Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, sangat tepat dan patut didukung oleh seluruh elemen masyarakat. Kita tidak bisa menutup mata bahwa saudara-saudara kita di beberapa daerah, khususnya Sumatera, sedang mengalami duka akibat bencana. Sudah seharusnya kita menahan euforia dan menunjukkan empati,” ujar Rudolf.
Rudolf menambahkan, perayaan Tahun Baru sejatinya tidak harus diwarnai pesta besar atau hiburan yang menghabiskan biaya. Ia menilai momen pergantian tahun lebih tepat dimanfaatkan sebagai waktu untuk refleksi, evaluasi diri, serta memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama.
“Kesederhanaan bukan berarti menghilangkan makna perayaan. Justru di situlah nilai kemanusiaan diuji. Saat sebagian masyarakat sedang berjuang menghadapi musibah, sikap menahan diri, memperbanyak doa, dan berbagi adalah bentuk kepedulian yang nyata,” katanya.
Selain aspek kemanusiaan, Rudolf juga melihat imbauan tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban umum, dan kenyamanan masyarakat di malam pergantian tahun. Menurutnya, perayaan yang berlebihan kerap memicu kemacetan, potensi gangguan keamanan, hingga risiko keselamatan warga.
“Ini bukan semata-mata soal perayaan, tetapi juga soal tanggung jawab pemerintah dalam menjaga kondusivitas wilayah. Imbauan ini mencerminkan kebijakan yang seimbang antara kepentingan sosial, keamanan, dan nilai kemanusiaan,” tambahnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur secara resmi mengimbau warga agar menyambut Tahun Baru dengan kegiatan yang positif, sederhana, dan tetap mematuhi aturan. Pemkot juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial dengan mendoakan serta membantu para korban bencana di berbagai daerah di Indonesia.
Respons masyarakat terhadap imbauan tersebut pun beragam. Sejumlah warga Jakarta Timur menyambut baik ajakan pemerintah dan menilai langkah tersebut sebagai wujud kepemimpinan yang peduli terhadap kondisi nasional. Namun, sebagian warga juga berharap pemerintah tetap memberikan ruang bagi aktivitas perayaan yang bersifat tertib, aman, dan tidak melanggar ketentuan yang berlaku.
Dengan adanya imbauan tersebut, diharapkan perayaan pergantian Tahun Baru di Jakarta Timur dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh makna, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat rasa persaudaraan, solidaritas, dan kepedulian sosial antarwarga bangsa.
Reporter: Matyadi
Editor: Fahmy Nurdin




































