UKW Jadi Filter Baru Keanggotaan PWI Jaya

- Jurnalis

Jumat, 9 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Masuk PWI Jaya Mulai 2026, UKW Jadi Gerbang Utama

Foto: Masuk PWI Jaya Mulai 2026, UKW Jadi Gerbang Utama

JAKARTA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI Jaya) mulai menarik garis tegas dalam urusan keanggotaan. Mulai 2026, tidak ada lagi jalan pintas menjadi wartawan organisasi tanpa uji kompetensi.

Melalui rapat pengurus yang digelar Jumat (9/1/2026), PWI Jaya memutuskan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) menjadi syarat wajib bagi calon anggota sebelum mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK). Kebijakan ini sekaligus menandai berakhirnya masa longgar bagi anggota muda yang belum meningkatkan statusnya.

Langkah tersebut lahir dari realitas internal organisasi. Dalam kurun kurang dari dua tahun, jumlah anggota muda melonjak drastis—dari sekitar 50 orang pada OKK Juni 2024 menjadi 372 anggota hingga akhir 2025. Namun, pertumbuhan kuantitas itu tak diikuti lompatan kualitas. Mayoritas anggota muda belum juga menuntaskan UKW, prasyarat utama naik kelas menjadi anggota biasa.

Ketua PWI Jaya, Kesit B. Handoyo, menegaskan organisasi tak ingin terjebak dalam euforia angka. Menurutnya, UKW bukan formalitas administratif, melainkan fondasi profesionalisme wartawan.

“UKW adalah standar minimal. Wartawan yang bergabung dan bertahan di PWI harus benar-benar kompeten, bukan sekadar tercatat sebagai anggota,” ujar Kesit.

Tak berhenti di pintu masuk, PWI Jaya juga memperketat aturan perpanjangan status anggota muda. Dalam kebijakan baru ini, perpanjangan hanya diberikan satu kali. Perpanjangan kedua? Wajib lulus UKW—tanpa pengecualian.

Kebijakan ini, kata Kesit, dimaksudkan untuk memutus budaya “zona nyaman” di kalangan anggota muda. Organisasi ingin memastikan setiap kader memiliki target jelas: naik kelas atau tersingkir oleh standar profesi.

Pengetatan tersebut juga terhubung langsung dengan arah pengembangan kapasitas wartawan ke depan. Program Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) yang disiapkan PWI Jaya akan difokuskan bagi wartawan yang telah terverifikasi kompetensinya melalui UKW.

“Pelatihan lanjutan harus berbasis kompetensi. UKW menjadi pintu masuk agar penguatan kapasitas tepat sasaran,” kata Kesit.

Dengan kebijakan ini, PWI Jaya mengirimkan pesan jelas: profesionalisme tidak bisa ditawar. Organisasi memilih menata ulang barisan lebih ramping, lebih kompeten, dan lebih siap menjaga etika serta integritas jurnalistik di tengah tantangan zaman.

 

Reporter: M Chair/ Matyadi

Berita Terkait

Pramono Anung Resmikan Masjid Apung An-Nur Ancol, Ikon Baru Wisata Religi Jakarta
UNAS Kumpulkan Akademisi Internasional, Bahas Krisis Pangan hingga Geopolitik
DPD Partai Gerakan Rakyat Sukabumi Perkuat Soliditas Lewat Kerja Bakti
HBKB Sudirman-Thamrin Berakhir Lebih Cepat, Dishub DKI Antisipasi Kunjungan Presiden Mesir
Dadang Hartanto Pimpin Polda Metro Jaya, Harapan Baru bagi Pelayanan dan Keamanan Masyarakat
Pramono Tinjau Proyek Jalan 1,8 Kilometer, Konektivitas Kelapa Gading–Pulogadung Diperkuat
HUT ke-34 Sea World Ancol, Perkuat Edukasi Kelautan Lewat Teknologi Audio Guide
Le Bistro Sajikan Pengalaman Wine Pairing Prancis-Spanyol Lewat Faces of Time
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:37 WIB

Pramono Anung Resmikan Masjid Apung An-Nur Ancol, Ikon Baru Wisata Religi Jakarta

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:08 WIB

UNAS Kumpulkan Akademisi Internasional, Bahas Krisis Pangan hingga Geopolitik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:59 WIB

DPD Partai Gerakan Rakyat Sukabumi Perkuat Soliditas Lewat Kerja Bakti

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:29 WIB

HBKB Sudirman-Thamrin Berakhir Lebih Cepat, Dishub DKI Antisipasi Kunjungan Presiden Mesir

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Dadang Hartanto Pimpin Polda Metro Jaya, Harapan Baru bagi Pelayanan dan Keamanan Masyarakat

Berita Terbaru

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) membekali 33 pelaku usaha fesyen di Tangerang Selatan, Banten, dengan strategi pengembangan bisnis dan penerapan fesyen berkelanjutan. Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperkuat ekosistem industri kreatif di daerah.

Bisnis Ekonomi

Kementerian Ekraf Bekali 33 Pelaku Usaha Fesyen Tangsel

Sabtu, 17 Okt 2026 - 07:44 WIB

Foto: Lurah Senen Ilyan Adi Bayu.

Kelurahan

Lurah Senen Bayu: Penertiban Pasar untuk Jaga Kenyamanan Warga

Jumat, 16 Okt 2026 - 21:48 WIB