Banjir Rendam JLS Ciwandan, Akses Cilegon–Anyer Terputus

- Jurnalis

Sabtu, 3 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Banjir merendam Jalan Lingkar Selatan (JLS) Ciwandan, Kota Cilegon, Banten

Foto: Banjir merendam Jalan Lingkar Selatan (JLS) Ciwandan, Kota Cilegon, Banten

Cilegon, Banten — Banjir kembali melumpuhkan akses utama di Kota Cilegon. Jalan Lingkar Selatan (JLS), tepatnya di wilayah Ciwandan, terendam banjir hingga membuat ruas jalan tersebut tak bisa dilalui kendaraan, Jumat (2/1/2026).

Genangan mulai terlihat sejak sore hari dan kian parah menjelang malam. Air tidak hanya menggenangi, tetapi juga mengalir deras melintasi badan jalan. Kondisi itu memaksa arus lalu lintas berhenti total dan memutus akses kendaraan dari arah Kota Cilegon menuju kawasan wisata Anyer.

Sejumlah rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kendaraan sempat memaksakan diri menerobos genangan. Namun, ketinggian air yang hampir mencapai setengah badan mobil membuat upaya tersebut berisiko dan akhirnya arus kendaraan terhenti sepenuhnya.

BPBD Provinsi Banten mencatat, banjir terjadi akibat buruknya sistem drainase di kawasan tersebut. Saluran air dinilai tidak memadai dan banyak yang tersumbat, sehingga air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar.

“Jalan Lingkar Selatan saat ini masih terputus. Titik genangan berada di wilayah Cigading, Ciwandan, dan sama sekali tidak bisa dilewati kendaraan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Banten, Lutfi Mujahidin.

Menurut Lutfi, kawasan JLS memang kerap menjadi langganan banjir saat hujan turun dengan intensitas tinggi atau berdurasi panjang. Masalah utama terletak pada ukuran drainase yang kecil serta minimnya jalur pembuangan air.

Kondisi tersebut diperparah oleh pesatnya aktivitas industri di Cilegon. Jalur pembuangan air hujan yang sebelumnya mengarah langsung ke laut kini banyak tertutup akibat pembangunan kawasan industri.

“Dulu air hujan bisa langsung dibuang ke laut. Sekarang, karena banyak pabrik, jalur pembuangan itu tertutup. Akibatnya, setiap hujan lama pasti terjadi banjir,” kata Lutfi.

Hingga Jumat malam, petugas masih melakukan pemantauan di lokasi. BPBD mengimbau masyarakat untuk menghindari Jalan Lingkar Selatan Cilegon dan mencari jalur alternatif sampai kondisi benar-benar aman dilalui.

Berita Terkait

Rakernas Ivendo 2026: Solidaritas Diperkuat di Tengah Krisis Industri Event
Dari Sarinah ke Pasar Dunia, Kabupaten Bulungan Genjot Daya Saing Produk Lokal
Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf, Pemerintah Rencanakan Museum di Afrika Selatan
Pemerintah Siapkan Payung Hukum untuk Lindungi UMKM di E-Commerce
Kilat Hadiri Gala Dinner ASWAKADA: Panggung Konsolidasi Wakil Kepala Daerah, Dorong Sinergi Nyata Lintas Wilayah
RRI Fokus SDM dan Relevansi di Era Banjir Informasi
Ketua PWNU Papua Pegunungan Ucapkan Selamat kepada Jenderal (p) Dudung Abdurachman, Dorong Peran NU dalam Stabilitas Papua
Ketua PWNU Papua Pegunungan Serukan Percepatan Persiapan Muktamar ke-35 NU dan Penertiban Administrasi
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 22:37 WIB

Rakernas Ivendo 2026: Solidaritas Diperkuat di Tengah Krisis Industri Event

Kamis, 30 April 2026 - 20:08 WIB

Dari Sarinah ke Pasar Dunia, Kabupaten Bulungan Genjot Daya Saing Produk Lokal

Kamis, 30 April 2026 - 10:41 WIB

Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf, Pemerintah Rencanakan Museum di Afrika Selatan

Rabu, 29 April 2026 - 16:46 WIB

Pemerintah Siapkan Payung Hukum untuk Lindungi UMKM di E-Commerce

Rabu, 29 April 2026 - 15:16 WIB

Kilat Hadiri Gala Dinner ASWAKADA: Panggung Konsolidasi Wakil Kepala Daerah, Dorong Sinergi Nyata Lintas Wilayah

Berita Terbaru